Apakah Balanitis Bisa Cukup Diobati dengan Salep?

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli
Apakah Balanitis Bisa Cukup Diobati dengan Salep?

Halodoc, Jakarta - Umumnya banyak pria akan merasa panik setengah mati ketika “senjata”-nya mengalami masalah. Hal yang perlu diingat, masalah yang berkaitan dengan penis sebenarnya bukan cuma ejakulasi dini saja. Sebab, ada pula penyakit lainnya seperti balanitis, yang bisa menyerang kaum adam.

Balanitis sendiri merupakan peradangan pada ujung kepala penis. Kok bisa? Penyebab berbagai macam, tetapi infeksi merupakan hal yang paling sering menyebabkan balanitis. Infeksi ini mengakibatkan peradangan pada kulit yang menutupi kepala penis yang tidak dikhitan.

Sebagian besar kasus balanitis dialami oleh anak-anak di bawah usia 4 tahun dan pria dewasa yang belum disunat. Akan tetapi, ada pula sebagian kasus lainnya yang dialami oleh pria yang telah disunat. 

Pertanyaannya, bagaimana sih cara mengobati balanitis? Benarkah peradangan pada penis ini cukup diatasi dengan pemberian salep atau obat krim saja? 

Baca juga: Alami 8 Kondisi Ini, Pria Harus Disunat

Bisa Tablet, Salep, Hingga Khitan

Pada dasarnya untuk mengatasi balanitis bisa diatasi dengan terapi obat-obatan. Nah, jenis obat yang digunakan ini bergantung dari hal yang menyebabkan balanitis. Contohnya:

  1. Balanitis yang disebabkan oleh bakteri diberikan antibiotik (golongan penisilin, makrolida, dan metronidazole). Antibiotik ini bisa dalam bentuk tablet atau krim antibiotik. 

  2. Jika disebabkan oleh jamur maka dapat diberikan krim dan tablet anti jamur (nistatin, flukonazol, mikonazol). Sama seperti antibiotik, antijamur ini bisa diberikan dalam bentuk tablet atau salep (krim). 

Selain kedua obat di atas, ada pula kortikosteroid untuk mengatasi balanitis. Krim steroid umumnya diberikan pada pasien dengan balanitis yang disebabkan oleh karena reaksi alergi/iritasi. Akan tetapi, bila balanitis terjadi secara berulang, maka khitan merupakan penatalaksanaan terbaik yang dapat dilakukan. 

Baca juga: Cara Ampuh Mencegah Balanitis

Gegara Kebersihan dan Infeksi

Tak ada faktor tunggal yang menyebabkan balanitis. Pasalnya, penyakit ini bisa disebabkan oleh berbagai faktor. Pada dasarnya, balanitis disebabkan oleh adanya infeksi. Infeksi ini bisa melalui perilaku seksual yang kurang baik atau non-seksual. 

Untuk anak, biasanya balanitis karena kebersihan alat kelamin yang kurang terjaga, terutama pada laki-laki yang belum dikhitan. Setidaknya 1 dari 30 laki-laki yang belum dikhitan mengalami balanitis.

Kotoran yang disebut smegma biasanya terbentuk di bawah kulup pada ujung penis yang tidak dikhitan. Nah, hal inilah yang ujung-ujungnya bisa menyebabkan balanitis. Di samping itu, penyebab balanitis lainnya dapat bisa berupa reaksi iritasi atau alergi dan kondisi lainnya, seperti adanya fimosis.

Balanitis pada anak juga bisa disebabkan iritasi karena sabun. Sebab, beberapa jenis sabun/disinfektan dan zat kimia yang dapat mengiritasi kulit penis.

Tak cuma itu saja, beberapa kondisi kesehatan juga bisa memicu terjadinya balanitis pada anak. Misalnya, keadaan yang membuat sistem imun rendah, seperti diabetes mellitus atau sedang menjalani kemoterapi.

Baca juga: Balanitis pada Anak, Ini Gejala yang Dialami

Selain hal-hal di atas, ada pula beberapa faktor lainnya yang bisa meningkatkan risiko balanitis. Misalnya:

  • Psoriasis, kelainan autoimun di kulit yang ditandai dengan kulit yang amat kering dan kerak kulit yang tebal.

  • Eksim, kelainan kulit karena alergi.

  • Infeksi jamur.

Penyebabnya sudah, bagaimana dengan gejalanya? 

Bukan Cuma Perih saat Berkemih

Umumnya, seseorang yang mengalami balanitis akan mengalami pembengkakan dan kemerahan pada kepala penisnya atau kulup. Namun, gejala balanitis tak cuma itu saja. Sebab, penyakit ini bisa menimbulkan berbagai keluhan lain seperti: 

  • Rasa nyeri, gatal, dan bengkakan pada kepala penis.

  • Keluarnya cairan yang berbau.

  • Timbul rasa nyeri saat buang air kecil.

  • Demam.

  • Pembengkakan kelenjar getah bening pada daerah lipat paha.

  • Terasa keras, kering atau kaku.

  • Iritasi.

Mau tahu lebih jauh mengenai masalah di atas? Atau memiliki keluhan kesehatan lainnya? Kamu bisa kok bertanya langsung pada dokter melalui aplikasi Halodoc. Lewat fitur Chat dan Voice/Video Call, kamu bisa mengobrol kapan dan di mana saja dengan dokter ahli tanpa perlu ke luar rumah. Yuk, download aplikasi Halodoc sekarang juga di App Store dan Google Play!

Referensi:
National Health Service UK. Diakses pada 2019. Circumcision in Men
Healthline. Diakses pada 2019. What Is Balanitis?