• Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • Apakah Benar Mengonsumsi MSG Bisa Sebabkan Kanker?
  • Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • Apakah Benar Mengonsumsi MSG Bisa Sebabkan Kanker?

Apakah Benar Mengonsumsi MSG Bisa Sebabkan Kanker?

Ditinjau oleh: Redaksi Halodoc : 20 Januari 2022
Apakah Benar Mengonsumsi MSG Bisa Sebabkan Kanker?

“Kanker menjadi salah satu penyakit yang banyak menyebabkan kematian. Gaya hidup kurang sehat bisa menjadi salah satu penyebab penyakit kanker. Namun, benarkah mengonsumsi MSG bisa sebabkan kanker? Faktanya, MSG tidak dapat menyebabkan kanker. Meskipun begitu, pengonsumsian MSG setiap harinya perlu dibatasi dengan tepat.”

Halodoc, Jakarta - Beberapa makanan yang disajikan kerap menggunakan penyedap rasa agar lebih menggugah selera. Pada penyedap rasa tersebut terkandung monosodium glutamat atau biasa disebut juga dengan MSG. Meski membuat makanan terasa lebih lezat, banyak orang yang menganggap jika kandungan MSG tersebut dapat menyebabkan gangguan pada tubuh. 

Salah satu gangguan yang banyak orang percaya adalah MSG dapat menyebabkan kanker. Meski begitu, apakah hal tersebut termasuk dalam mitos belaka atau memang benar-benar dapat menyebabkan kanker saat seseorang mengonsumsinya dalam jumlah yang banyak. Untuk mengetahui lebih jelasnya terkait masalah tersebut, baca ulasan artikel berikut ini!

Konsumsi MSG Dapat Sebabkan Kanker

Monosodium glutamat (MSG) adalah penambah atau penyedap rasa yang biasa digunakan pada beberapa masakan, sayuran kaleng, sup, hingga daging olahan. Food and Drug Administration (FDA) sendiri telah menyatakan jika kandungan MSG ini aman untuk dikonsumsi, tetapi tetap menimbulkan banyak hal yang kontroversial. Maka dari itu, makanan yang menggunakan MSG harus mencantumkannya pada label produk.

MSG telah digunakan sebagai aditif makanan selama beberapa dekade belakangan ini. Pada beberapa kasus, seseorang dapat mengalami reaksi yang buruk saat mengonsumsi makanan dengan kandungan tersebut. Reaksi yang timbul ini dapat disebut sebagai kompleks gejala MSG, seperti:

  • Sakit kepala.
  • Wajah yang kerap terasa tertekan atau sesak.
  • Mati rasa, kesemutan, hingga rasa terbakar pada wajah, leher, dan area lainnya.
  • Detak jantung yang menjadi lebih cepat dan berdebar-debar.
  • Terasa nyeri pada dada.
  • Tubuh yang terasa lemah.

Bahkan, beberapa orang percaya jika mengonsumsi MSG dalam jumlah yang banyak dapat menyebabkan kanker. Namun, apakah hal tersebut termasuk dalam mitos ataukah ternyata fakta?

Faktanya, kandungan MSG yang biasa digunakan untuk penyedap rasa ternyata tidak dapat menyebabkan seseorang mengidap kanker. Pada penelitian yang dilakukan oleh FDA, disebutkan jika kandungan MSG tidak terbukti dapat memicu terjadinya kanker di dalam tubuh. Walau begitu, pembatasan konsumsi MSG tetap penting untuk dilakukan.

Dari sebuah penelitian yang dilakukan pada tikus, konsumsi makanan yang terlalu banyak MSG memang tidak menyebabkan kanker, tetapi dapat menimbulkan dampak buruk pada fungsi hati. Salah satu efek buruk yang terjadi adalah kerusakan pada pankreas. Selain itu, kandungan MSG juga dapat membuat seseorang menjadi lebih cepat menua dibandingkan usianya.

Cara Mengetahui Kandungan MSG pada Makanan

FDA telah mewajibkan makanan yang mengandung MSG untuk mencantumkannya pada label kemasan. Meski begitu, kandungan MSG dapat diproduksi secara alami dari bahan-bahan, seperti protein nabati terhidrolisis, ragi autolisis, ragi terhidrolisis, ekstrak ragi, bahkan pada tomat dan keju. Selain itu, FDA juga tidak mengharuskan pencantuman kandungan MSG jika terbentuk secara alami, seperti halnya jika menggunakan bahan dasar keju atau tomat.

Maka dari itu, kamu juga harus tahu secara pasti makanan apa saja yang memang memiliki kandungan MSG alami atau diberikan tambahan. Selain itu, beberapa masakan Tionghoa dan jenis lainnya juga kerap menggunakan micin dalam jumlah yang tidak sedikit. Mungkin kamu dapat meminta koki untuk memasaknya tanpa atau hanya menggunakan sedikit MSG.

Selain itu, kamu dapat bertanya pada dokter spesialis dari Halodoc terkait MSG yang dikabarkan dapat menyebabkan terjadinya kanker. Berikut rekomendasinya:

Dokter Spesialis Bedah Onkologi yang aktif melayani pasien di RS Telogorejo Semarang. dr. Subianto mendapatkan gelar spesialisnya setelah menamatkan pendidikan di Universitas Diponegoro.

Beliau yang tergabung dalam Ikatan Ahli Bedah Indonesia dan Ikatan Dokter Indonesia sebagai anggota ini dapat memberikan layanan konsultasi seputar bedah onkologi.

Dokter Spesialis Penyakit Dalam (Hematologi dan Onkologi Medik) yang aktif melayani pasien di RS Stella Maris Makassar. dr. Rahmawati Minhajat mendapatkan gelar kedokteran setelah menamatkan pendidikan di Universitas Hasanuddin, Makassar.

Beliau yang tergabung dalam Perhimpunan Dokter Spesialis Penyakit Dalam Indonesia (PAPDI) dan Ikatan Dokter Indonesia (IDI) sebagai anggota ini dapat memberikan layanan konsultasi seputar hematologi dan onkologi medik.

Dokter Spesialis Bedah Onkologi yang aktif melayani pasien di RS Telogorejo Semarang, Columbia Asia Hospital Semarang. dr. Selamat Budijitno mendapatkan gelar spesialisnya setelah menamatkan pendidikan di Universitas Diponegoro.

Beliau yang tergabung dalam Ikatan Ahli Bedah Indonesia dan Ikatan Dokter Indonesia sebagai anggota ini dapat memberikan layanan konsultasi seputar bedah onkologi.

Dengan mendapatkan jawaban langsung dari ahlinya, kamu tidak perlu ragu lagi terkait apa yang disampaikan. Caranya mudah sekali, cukup download aplikasi Halodoc di smartphone yang kamu gunakan sehari-hari!

Referensi:
Mayo Clinic. Diakses pada 2020. What is MSG? Is it bad for you?
Healthline. Diakses pada 2020. Does Monosodium Glutamate Cause Cancer?

Diperbarui pada 19 Januari 2022.