• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Apakah Dampak Tidur Berlebihan saat Puasa?

Apakah Dampak Tidur Berlebihan saat Puasa?

Ditinjau oleh: dr. Fadhli Rizal Makarim

Halodoc, Jakarta - Tidur nyenyak penting untuk kesehatan. Jika dilakukan berlebihan, dapat menimbulkan sejumlah masalah kesehatan. Sayangnya, tidak sedikit orang yang kerap tidur berlebihan di bulan puasa. Menghindari rasa lapar sering menjadi alasan utamanya. Meskipun dapat melupakan rasa lapar sejenak, kebiasaan ini tentu tidak boleh dibiarkan berlarut-larut. 

Kalau kamu tidak ingin mengalami masalah kesehatan, kamu mungkin perlu mengetahui sejumlah dampak dari tidur berlebihan saat puasa yang dihimpun dari WebMD, yaitu:

Baca juga: Benarkah Posisi Tidur Bisa Sebabkan Kaki Bengkak ?

  1. Diabetes

Tidur terlalu lama atau tidur setelah makan sahur terbukti meningkatkan kadar gula darah dalam tubuh. Pada gilirannya, kebiasaan ini bisa meningkatkan risiko diabetes. Meningkatnya gula darah terjadi ketika pencernaan tidak berjalan efektif, sehingga banyak lemak yang tertimbun di dalam tubuh. Akumulasi lemak ini yang memicu obesitas dan meningkatkan risiko diabetes.

  1. Obesitas

Kurang tidur atau tidur terlalu banyak juga bisa meningkatkan berat badan. Sama kaitannya dengan diabetes, selama kita tidur, pencernaan tidak berfungsi secara maksimal, sehingga lemak-lemak yang ada di dalam tubuh semakin menumpuk, apalagi jika kamu tidur segera setelah makan sahur. 

  1. Sakit Kepala

Tidur yang terlalu lama juga dapat menyebabkan sakit kepala. Tidur berlebihan menimbulkan efek ke neurotransmiter tertentu di otak, termasuk serotonin. Melansir dari WebMD, sebagian besar orang yang tidur terlalu banyak di siang hari kerap mengalami kesulitan tidur di malam hari dan seringkali mengidap sakit kepala di pagi hari.

  1. Sakit Punggung

Saat tidur, punggung mungkin sedikit bergerak atau bahkan tidak bergerak sama sekali. Selain itu, punggu juga menjadi tumpuan tubuh saat ketika tidur. Ketika tidur terlalu lama, bukan tidak mungkin kamu mengalami sakit punggung akibat kurang bergerak.

  1. Depresi

Meskipun insomnia lebih sering dikaitkan dengan depresi daripada tidur berlebihan, sekitar 15 persen orang dengan depresi ternyata sering tidur berlebihan. Pada gilirannya, kondisi ini dapat membuat depresi semakin buruk. 

Baca juga: Disebut Ketindihan, Ini Fakta Tentang Sleep Paralysis

  1. Penyakit Jantung

Tidur terlalu lama juga kerap dikaitkan dengan penyakit angina pectoris. Angina pectoris adalah penyakit jantung yang disebabkan oleh terganggunya aliran darah ke jantung. Terlalu lama tidur menyebabkan tubuh kekurangan oksigen sehingga mengganggu aliran darah.

Alih-alih menahan rasa lapar, tidur berlebihan berisiko menyebabkan kondisi di atas yang otomatis dapat mengganggu aktivitas puasa. Oleh sebab itu, pastikan kamu mendapatkan waktu tidur yang cukup tidak lebih dari delapan jam sehari. Bagi kebanyakan orang dewasa, tidur lebih dari jumlah yang disarankan dapat mengindikasikan masalah kesehatan yang mendasarinya. 

Melansir dari Sleep Foundation, penelitian baru-baru ini menemukan bahwa tidur berlebihan menempatkan tubuh pada risiko masalah metabolisme. Ketika metabolisme terganggu, maka seseorang berisiko mengalami gangguan endokrin. Perlu diketahui bahwa endokrin adalah kelenjar yang memproduksi dan melepaskan hormon untuk mengendalikan banyak fungsi tubuh. Bisa dibayangkan, seberapa besar bahayanya?

Baca juga: Sering Mendengkur, Awas Alami Kematian Mendadak

Kalau kamu punya masalah dengan jam tidur, bicarakan dengan dokter melalui aplikasi Halodoc terkait penanganannya. Lewat aplikasi, kamu dapat menghubungi dokter kapan saja dan di mana saja via Chat, dan Voice/Video Call.

Referensi :
WebMD. Diakses pada 2020. Physical Side Effects of Oversleeping.
Sleep Foundation. Diakses pada 2020. How Excessive Sleep Can Affect Your Metabolism.