• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Apakah Flu Singapura Bisa Menyerang Orang Dewasa?

Apakah Flu Singapura Bisa Menyerang Orang Dewasa?

Ditinjau oleh: dr. Fadhli Rizal Makarim

Halodoc, Jakarta - Pernahkah kamu menyaksikan anak mengalami beberapa gejala seperti demam tinggi disertai kemunculan luka pada lidah, gusi, dan bagian dalam pipi? Bisa jadi ini pertanda anak mengalami flu singapura. Penyakit yang dikenal dengan Hand-Foot-and-Mouth Disease ini cukup umum dialami anak-anak.

Selain itu, ada beberapa gejala khas lainnya yang dialami anak yaitu sakit tenggorokan, hilangnya nafsu makan, sakit perut, dan rewel. Flu Singapura terjadi akibat infeksi virus seperti enterovirus 71 dan terkadang coxsackievirus A16. Meski umum menyerang anak dan balita, namun kondisi ini bisa menyerang orang dewasa, seperti ibu hamil. Walaupun sebetulnya kasus ini cukup jarang terjadi. 

Baca juga: Cara Mencegah Penularan Flu Singapura pada Bayi

Apa yang Terjadi Jika Ibu Hamil Alami Flu Singapura?

Pada sebagian besar kasus, virus penyebab flu singapura tidak akan menimbulkan bahaya serius bagi ibu hamil. Namun, ada beberapa hal yang perlu diketahui agar virus tidak mengganggu kehamilan. 

Jika ibu hamil dan terserang flu singapura, ada sedikit risiko yang bisa terjadi pada bayi. Namun, itu hanya terjadi jika virus tersebut dapat melewati plasenta. Dan peluang virus bisa menembus plasenta diduga masih sangat kecil. 

Meski begitu, memiliki coxsackievirus sedikit meningkatkan risiko keguguran atau bayi lahir mati, seperti halnya dengan infeksi lain selama kehamilan. Flu Singapura jadi lebih berisiko jika wanita tersebut tertular virus menjelang akhir kehamilannya. Jika hal ini terjadi, maka risiko lahir mati, atau penularan flu Singapura pada bayi baru lahir jadi lebih tinggi.

Selain itu, ada juga beberapa bukti yang menyebutkan bahwa virus ini terkait dengan cacat jantung bawaan dan anomali lainnya pada bayi. Namun, hal ini masih perlu diteliti lebih lanjut.

Apabila kamu mendapati adanya gejala ini, segera lakukan pengobatan di rumah sakit terdekat. Bisa saja, kamu mengalami flu Singapura, bukan penyakit cacar air seperti yang sering dikira banyak orang karena gejalanya yang mirip. Gunakan aplikasi Halodoc agar kamu bisa segera mendapatkan penanganan di rumah sakit terdekat. 

Baca juga: Begini Cara Membedakan Flu Singapura dan Cacar Air

Ini Langkah Mencegah Flu Singapura pada Orang Dewasa

Anak-anak adalah kelompok paling rentan terinfeksi virus coxsackievirus. Karena itulah kemungkinan besar orang dewasa akan terkena virus saat merawat anak-anak yang tengah mengidap penyakit ini. Jika kamu memiliki anak-anak lain dengan flu Singapura ada beberapa tips untuk membantu mencegah penularan, yaitu:

  • Cuci Tangan Sesering Mungkin. Cobalah untuk mencuci tangan setelah setiap kontak dengan anak.
  • Kenakan Masker Wajah. Beberapa dokter merekomendasikan masker wajah jika anak mengidap pilek dan batuk yang serius. Virus ini akan dengan mudah menyebar, tidak peduli seberapa sering kamu mencuci tangan.
  • Jangan Memecahkan Lecet. Sangat penting untuk tidak menyentuh luka atau lecet yang anak alami. Pasalnya, cairan blister bisa mengandung virus dan menular kepada mereka yang menyentuhnya.
  • Jangan Berbagi Peralatan. Hindari berbagi minuman, sikat gigi, atau apa pun yang bersentuhan dengan air liur. Virus ini hidup dalam air liur, jadi itu mungkin berarti kamu harus berhenti mencium bayi atau anak untuk sementara waktu. 

Baca juga: Anak Sering Ngeces, Ibu Waspada Flu Singapura

Ingat, flu Singapura yang tak ditangani dengan baik, tak menutup kemungkinan bisa menimbulkan berbagai komplikasi. Meski kasusnya cukup jarang, flu Singapura bisa menyebabkan dehidrasi, ensefalitis, hingga meningitis virus.

Referensi:
Healthline. Diakses pada 2020. Coxsackievirus During Pregnancy.
Ministry of Health Singapore - Health Hub. Diakses pada 2020. Hand, Foot and Mouth Disease and Pregnancy Complications.