• Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • Apakah Ibu Hamil Diperbolehkan untuk Minum Kopi?
  • Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • Apakah Ibu Hamil Diperbolehkan untuk Minum Kopi?

Apakah Ibu Hamil Diperbolehkan untuk Minum Kopi?

3 menit
Ditinjau oleh: dr. Fadhli Rizal Makarim : 14 Januari 2022

“Ibu hamil diperbolehkan untuk mengonsumsi kopi dengan batasan secangkir setiap harinya. Meski begitu, ibu perlu memperhatikan kembali berapa banyak kafein yang di dalamnya. Soalnya jumlah kafein yang tinggi selama kehamilan dapat memicu masalah kesehatan pada pertumbuhan dan perkembangan bayi”

Apakah Ibu Hamil Diperbolehkan untuk Minum Kopi?

Halodoc, Jakarta – Secangkir kopi setiap hari adalah batasan normal untuk dikonsumsi ibu hamil. Namun, sebaiknya tidak lebih dari itu. Sebenarnya agak sulit untuk tahu berapa banyak kafein dalam secangkir kopi. Jumlahnya bisa dipengaruhi oleh berbagai hal, seperti merek kopi dan ukuran cangkir.

Menurut Kids Health, mengonsumsi 150-200 miligram kafein yang umumnya setara dengan 1-2 cangkir kopi sehari selama kehamilan tidak disarankan untuk ibu hamil. Jumlah kafein yang tinggi selama kehamilan dapat memicu masalah kesehatan pada pertumbuhan dan perkembangan bayi. Informasi selengkapnya baca di sini!

Boleh Minum Kopi Asal Terbatas

Tadi sudah disinggung sebelumnya, ibu hamil bisa mengonsumsi kopi tapi dengan takaran kafein yang jelas. Sejauh ini beberapa penelitian menunjukkan kalau kafein dapat memengaruhi kehamilan dan bayi dengan cara yang tidak sepenuhnya jelas.

American College of Obstetricians and Gynecologists (ACOG) menyarankan wanita hamil untuk membatasi asupan kafein kurang dari 200 miligram (mg) per hari. Perkiraannya adalah satu cangkir kopi dengan ukuran 8 ons, tergantung pada mereknya. 

Meskipun rekomendasi resmi adalah 200 mg atau kurang per hari, beberapa ahli percaya bahwa kafein dalam jumlah sedang selama kehamilan dapat menimbulkan risiko. Beberapa penelitian sebelumnya kerap mengaitkan konsumsi kafein yang tinggi (lebih dari 200 mg sehari) dengan bayi yang kecil untuk usia kehamilannya atau berisiko mengalami pembatasan pertumbuhan. 

Kalau menurut National Institutes of Health, wanita yang minum kurang dari 200 miligram kafein sehari selama kehamilan atau setengah cangkir kopi per hari berisiko memiliki bayi dengan ukuran fisik sedikit lebih kecil daripada bumil yang tidak minum kafein.

Kafein diyakini menyebabkan pembuluh darah di rahim dan plasenta menyempit, yang dapat mengurangi suplai darah ke janin dan menghambat pertumbuhan. Kafein juga berpotensi mengganggu hormon stres janin, menempatkan bayi pada risiko kenaikan berat badan yang cepat setelah lahir, obesitas, penyakit jantung, dan diabetes di kemudian hari.

Namun, penelitian lain tidak menemukan hubungan antara konsumsi kafein moderat pada kehamilan (kurang dari 200 mg sehari) dan masalah seperti berat badan lahir yang rendah, pertumbuhan yang terhambat, keguguran, atau kelahiran prematur. Itulah sebabnya konsumsi kafein moderat selama kehamilan mendapat persetujuan dari sebagian besar dokter kandungan dan bidan.

Mengelola Keinginan Minum Kopi Selama Kehamilan

Ketika sudah terbiasa minum kopi, tubuh akan mengharapkan jumlah yang sama setiap hari. Saat tubuh tidak mendapatkan kafein yang dibutuhkan akan ada gejala penarikan seperti ketidaknyamanan, uring-uringan, dan lain sebagainya.

Alih-alih menyetopnya langsung, ada baiknya dikurangi pelan-pelan sampai akhirnya kamu hanya minum sesekali saja atau tidak sama sekali. Jika bumil memerlukan bantuan medis untuk mengalihkan dari keinginan untuk minum kopi/kafein, mintalah saran dari dokter kandungan. Yuk, buat janji ke rumah sakit lewat aplikasi Halodoc!

Berhenti mengonsumsi kafein dapat mengakibatkan proses yang panjang dan menyakitkan. bumil mungkin mengalami kelelahan, kehilangan konsentrasi, dan migraine yang bisa berlangsung selama beberapa hari. 

Untuk membantu meringankan gejala tersebut, bumil bisa mencoba alternatif lain seperti teh, cokelat panas, chai tea, teh madu, dan lain-lain. Ada banyak teh berbeda yang mengandung jumlah kafein yang berbeda. Menurut American Pregnancy Association, secangkir teh hitam atau hijau dapat mengandung kurang dari setengah jumlah kafein dalam secangkir kopi biasa. Bahkan ada teh dengan perasa seperti Peach-Tea atau Strawberry-Tea untuk membantu memudahkan transisi dari kafein.

Itulah informasi mengenai apakah ibu hamil diperbolehkan minum kopi atau tidak. Download aplikasi Halodoc untuk mendapatkan informasi lebih lengkap seputar kehamilan dan kesehatan anak.

Referensi:
Kids Health. Diakses pada 2022. Can I Still Drink Coffee While I am Pregnant?
Baby Center.com. Diakses pada 2022. Caffeine During Pregnancy.