• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Apakah Ibu Menyusui Boleh Melakukan Diet Detoks?

Apakah Ibu Menyusui Boleh Melakukan Diet Detoks?

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli
Apakah Ibu Menyusui Boleh Melakukan Diet Detoks?

Ketika organ-organ dalam tubuh sehat, mereka dapat secara efektif menghilangkan zat yang tidak diinginkan. Jadi, ketimbang mengandalkan diet detoks, ada baiknya kamu mengoptimalkan sistem detoksifikasi alami tubuh. Terutama untuk ibu menyusui, karena diet detoks bisa memberikan risiko yang signifikan pada kesehatan ibu dan anak.”

Halodoc, Jakarta – Diet detoks adalah diet yang disebut-sebut dapat menghilangkan racun dari tubuh, meningkatkan kesehatan, dan meningkatkan penurunan berat badan. Diet detoks kerap melibatkan penggunaan obat pencahar, diuretik, vitamin, mineral, teh, dan makanan lain yang dianggap memiliki sifat detoksifikasi.

Terlepas dari manfaat diet detoks, sebenarnya tubuh memiliki cara canggih untuk menghilangkan racun. Proses ini melibatkan berbagai organ dalam tubuh seperti hati, ginjal, sistem pencernaan, kulit, dan paru-paru. Ketika organ-organ ini sehat, mereka dapat secara efektif menghilangkan zat yang tidak diinginkan.

Jadi, ketimbang mengandalkan diet detoks, ada baiknya kamu dapat mengoptimalkan sistem detoksifikasi alami tubuh. Lantas, apakah ibu menyusui boleh melakukan diet detoks?

Baca juga: Ingin Langsing, Ini Fakta Diet Detoksifikasi

Diet Detoks Berisiko Dilakukan Ibu Menyusui

Sehabis melahirkan biasanya ibu ingin segera berat badannya kembali seperti semula. Trend diet detoks yang menjanjikan penurunan berat badan signifikan dengan mengonsumsi makanan sehat seolah menjadi jawaban atas pertanyaan dan keinginan ibu. 

Hal pertama yang harus dipahami tentang diet detoks adalah belum ada penelitian ilmiah yang bisa mendukung klaim diet detoks benar-benar bisa membersihkan racun dari tubuh atau mempromosikan penurunan berat badan yang sehat. 

Baca juga: 6 Tips Menjaga Kesehatan untuk Ibu Menyusui dan Bekerja

Hati, ginjal, dan usus besar sudah dirancang secara alami untuk membuang racun dari tubuh. Bagi kebanyakan orang yang mengonsumsi makanan kaya serat, detoks alami dapat terjadi dengan baik. 

Diet detoks dengan jus rendah kalori, lemak ,dan protein hanya akan menghambat produksi ASI. Jika ibu gagal memberikan nutrisi ini ke tubuh melalui diet, ibu hanya akan memproduksi ASI yang kurang berkualitas. 

Diet detoks kemungkinan akan menyebabkan ibu kehilangan berat badan, tetapi itu akan mengorbankan tingkat energi ibu. Ini dikarenakan sebagian besar berat yang hilang adalah berat air, dan kemungkinan akan segera kembali ketika detoks selesai. 

Baca juga: Nutrisi yang Diperlukan Ibu Menyusui

Belum lagi efek samping lain seperti kelelahan dan pusing akibat pembatasan kalori. Pembatasan kalori biasanya menghasilkan penurunan berat badan awal, tetapi ini biasanya bersifat sementara dan akan diperoleh kembali saat makan kembali normal. Pembatasan kalori juga dapat memberi sinyal pada tubuh untuk masuk ke mode kelaparan, yang dapat memperlambat metabolisme dan mengurangi suplai ASI.

Mengatur Pola Makan dapat Turunkan Berat Badan

Jadi, apa yang dapat ibu lakukan untuk menurunkan berat badan tapi tetap sehat dan tidak mengganggu produksi ASI? Jawabannya adalah dengan mengatur pola makan. Sebenarnya menyusui adalah cara terbaik untuk menurunkan berat badan ekstra yang mungkin terjadi pasca-kehamilan. 

Ibu sering kali memiliki berat badan sekitar 5 kilogram lebih banyak daripada ketika sedang hamil. Bagi kebanyakan ibu, pertambahan berat badan ini biasanya akan hilang tanpa usaha ekstra setelah enam bulan sampai satu tahun pertama menyusui. Makan makanan padat nutrisi dari biji-bijian, protein, lemak sehat, buah-buahan dan sayuran adalah yang terbaik untuk tubuh saat momen menyusui. 

Jus juga direkomendasikan untuk ibu menyusui. Jus tergolong sehat jika rendah gula (terutama berbasis sayuran), apalagi jika diterapkan sebagai bagian dari diet menyeluruh. Cobalah untuk mengombinasikan sayuran hijau, buah, susu rendah lemak atau pengganti susu dan sumber serat untuk dikonsumsi saat menyusui bayi.

Yuk, jangan sampai salah memilih diet dan melakukan diet di saat kondisi tidak fit. Cari tahu pola makan yang cocok untuk ibu menyusui dengan menanyakan langsung ke dokter Halodoc. Kalau butuh membeli obat tanpa harus keluar rumah juga bisa dilakukan lewat Haldooc ya!

Referensi:
Healthline. Diakses pada 2021. Full Body Detox: 9 Ways to Rejuvenate Your Body.
La Leche League Canada. Diakses pada 2021. Thursday’s Tip: Breastfeeding and Juice Cleansing.
The Nourish RD. Diakses pada 2021. The Risks and Benefits of Cleansing While Breastfeeding.