• Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • Apakah Keputihan Berwarna Cokelat Perlu Diwaspadai?
  • Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • Apakah Keputihan Berwarna Cokelat Perlu Diwaspadai?

Apakah Keputihan Berwarna Cokelat Perlu Diwaspadai?

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli : 03 Januari 2022
Apakah Keputihan Berwarna Cokelat Perlu Diwaspadai?

Pada kebanyakan kasus, keputihan berwarna cokelat adalah hal yang normal. Hal itu disebabkan karena adanya sedikit perdarahan dan darah yang keluar sudah mengalami oksidasi. Namun, keputihan berwarna cokelat juga bisa menjadi pertanda kondisi kesehatan tertentu bila disertai gejala lain.

Halodoc, Jakarta – Keluarnya cairan berwarna putih dari vagina atau yang dikenal juga dengan keputihan merupakan hal yang normal bagi wanita. Nyatanya, keputihan bermanfaat untuk menjaga vagina dan saluran reproduksi tetap bersih dan sehat.

Namun, menemukan adanya perubahan pada cairan yang keluar dari vagina tersebut mungkin akan membuat kamu khawatir. Misalnya, keputihan yang keluar berwarna cokelat. Padahal keputihan yang normal adalah berwarna bening atau putih susu. Lantas, berbahayakah keputihan berwarna cokelat? 

Kebanyakan Keputihan Berwarna Cokelat adalah Hal Normal

Meskipun terlihat mengkhawatirkan, tetapi keputihan cokelat biasanya benar-benar normal dan tidak perlu dikhawatirkan. Kamu mungkin bisa mengalami kondisi tersebut sebelum atau sesudah menstruasi.

Sebelum menstruasi, keluarnya cairan berwarna coklat bisa disebabkan oleh sedikit perdarahan, karena itu aliran darah yang keluar sangat ringan. Darah membutuhkan waktu untuk mengalir dari leher rahim. Nah, selama waktu tersebut darah mengalami oksidasi dan menyebabkannya berubah warna menjadi cokelat saat keluar ke pakaian dalam kamu. 

Begitu juga dengan keputihan coklat setelah menstruasi. Pada kebanyakan kasus, hal itu hanya disebabkan oleh darah yang membutuhkan waktu lebih lama untuk dikeluarkan.  

Bila kamu mengalami bercak di antara periode menstruasi, hal itu karena darah bisa bercampur dengan keputihan kamu yang biasa, sehingga menghasilkan konsistensi coklat dan kental seperti karet. Semua itu adalah normal. 

Berbagai Penyebab Keputihan Cokelat

Ada banyak kemungkinan penyebab keputihan berwarna cokelat. Pada kebanyakan kasus, hal itu memang tidak perlu dikhawatirkan. Namun, keputihan cokelat juga bisa mengindikasikan kemungkinan masalah kesehatan bila disertai dengan gejala lain.

Berikut berbagai penyebab keputihan cokelat:

  • Ketidakseimbangan Hormon

Keputihan cokelat kadang-kadang bisa menjadi pertanda terjadinya ketidakseimbangan hormon. 

Estrogen adalah hormon yang membantu menstabilkan lapisan endometrium (rahim). Bila kamu memiliki terlalu sedikit hormon estrogen, lapisan tersebut bisa rusak pada titik yang berbeda sepanjang siklus menstruasi kamu. Akibatnya, kamu mungkin akan mengalami bercak berwarna cokelat atau perdarahan abnormal lainnya.

Rendahnya hormon estrogen bisa disebabkan oleh insomnia, perubahan suasana hati atau depresi, infeksi saluran kemih, dan penambahan berat badan.

  • Implan KB

Beberapa metode kontrasepsi, seperti IUD atau implan melepaskan hormon progestin ke dalam tubuh untuk mencegah kamu hamil. Nah, saat tubuh kamu menyesuaikan diri dengan bentuk alat kontrasepsi, kamu mungkin akan mengalami efek samping, seperti menstruasi tidak teratur, bercak, perdarahan, dan keputihan cokelat.

  • Infeksi Menular Seksual (IMS)

Beberapa IMS, seperti klamidia atau gonore, bisa menyebabkan keluarnya cairan berwarna cokelat atau bercak ketika kamu tidak sedang menstruasi. Gejala lain yang juga bisa muncul, antara lain keputihan dengan bau tidak sedap, nyeri saat berhubungan seks, dan sensasi terbakar ketika buang air kecil.

  • Penyakit Radang Panggul

Penyakit radang panggul adalah infeksi pada leher rahim dan rahim yang terkadang bisa menyebabkan keputihan cokelat. Penyakit ini biasanya disebabkan oleh IMS yang tidak diobati. Gejala penyakit radang panggul lainnya, antara lain nyeri di perut bagian bawah dan panggul, nyeri saat berhubungan seks, demam, dan buang air kecil terasa menyakitkan.

  • Polycystic ovary syndrome (PCOS)

PCOS adalah kondisi hormonal yang cukup umum terjadi pada wanita usia reproduksi. Wanita dengan PCOS memiliki ketidakseimbangan hormon produksi yang mengakibatkan menstruasi mereka tidak teratur atau terlewat. Nah, salah satu gejala PCOS adalah keluarnya keputihan cokelat alih-alih menstruasi. 

  • Endometriosis

Ini adalah kondisi kronis yang terjadi ketika jaringan yang biasanya di lapisan rahim kamu mulai tumbuh di daerah lain, seperti ovarium, saluran tuba, atau usus. Bila kamu mengalami endometriosis, kamu mungkin akan mengalami pendarahan yang tidak teratur dan menstruasi yang berat, dan kadang-kadang keluarnya cairan berwarna coklat dari pendarahan internal yang berhubungan dengan kondisi kamu.

  • Kanker Serviks

Pada kasus yang sangat jarang terjadi, keputihan cokelat bisa menjadi tanda kanker serviks bila disertai dengan gejala, seperti hubungan seksual yang menyakitkan, menstruasi yang berat atau berkepanjangan, perdarahan di antara periode, penurunan berat badan yang tidak biasa, atau kelemahan.

Kapan Harus ke Dokter?

Keputihan coklat menjelang atau setelah siklus menstruasi mungkin masih normal, tetapi pastikan untuk mencatat gejala lain yang kamu alami.

Bila kamu mengalami perubahan keputihan selama kehamilan atau mengalami gejala lain, seperti gatal pada vagina, nyeri, bau menyengat, atau perubahan siklus menstruasi, sebaiknya segera periksakan diri ke dokter. 

Untuk cek obat-obatan yang kamu butuhkan, kamu bisa menggunakan aplikasi Halodoc. Tidak perlu repot keluar rumah, order saja lewat aplikasi dan pesanan obatmu akan diantar dalam waktu satu jam. Yuk, download aplikasinya sekarang juga di Apps Store dan Google Play.

Referensi:
K Health. Diakses pada 2021. Brown Discharge: Causes and When to See a Doctor.
Healthline. Diakses pada 2021. What Causes Brown Vaginal Discharge and How Is It Treated?