Apakah Kista Dermoid Dapat Dicegah?

Ditinjau oleh: dr. Fadhli Rizal Makarim
Apakah Kista Dermoid Dapat Dicegah?

Halodoc, Jakarta - Pada umumnya, kista termasuk golongan tumor jinak yang tidak akan menyebabkan kanker. Meski begitu, jika ukurannya semakin membesar, akan muncul gejala yang harus ditangani. Ada banyak jenis kista yang pernah kamu dengar, tetapi nama kista dermoid mungkin masih terasa asing di telinga. Kamu harus tahu bahwa kista dermoid terbilang unik dibandingkan dengan jenis kista lainnya. 

Pasalnya, kista dermoid terbentuk dari jaringan gigi, rambut, kelenjar kulit, saraf, dan sel lemak, sementara kista pada umumnya terbentuk dari pertumbuhan dan perkembangan jaringan pada tubuh yang sifatnya abnormal. Kista dermoid terbentuk dari kelainan yang terjadi pada perkembangan janin. Oleh karenanya, kista ini bisa langsung teridentifikasi ketika bayi dilahirkan. 

Bisakah Kista Dermoid Dicegah?

Meski kista dermoid terbilang tidak berbahaya karena tidak berkembang menjadi kanker, tetap ada potensi terjadi masalah serius apabila kista ini pecah dan menyebabkan terjadinya infeksi bakteri. Sayangnya, kemunculan kista dermoid tidak bisa dicegah karena kista ini terjadi akibat dari kelainan pada perkembangan janin.

Baca juga: Mengenal Kista Dermoid, Tumor yang Memiliki Rambut dan Gigi

Namun, kista dermoid bisa dideteksi kemunculannya sejak dini, sehingga penanganan bisa dilakukan sebelum komplikasi terjadi. Inilah mengapa, sejak kista muncul, kamu harus melakukan pengobatan ke dokter. Kamu tidak lagi sulit untuk membuat janji dengan dokter, karena sekarang kamu bisa menggunakan aplikasi Halodoc untuk buat janji dengan dokter di rumah sakit terdekat. 

Lalu, Bagaimana Mengenali Gejala Kista Dermoid? 

Kista dermoid bisa tumbuh dan berkembang pada bagian tubuh mana saja. Namun, sebagian besar kasus, kista dermoid muncul pada kulit, terutama pada kulit wajah. Kista ini berisi kelenjar keringat, kelenjar minyak, gigi, rambut, dan jaringan lain yang ada di permukaan kulit. Ketika muncul, kista dermoid terlihat seperti benjolan tunggal dan terasa lunak ketika disentuh. 

Meski begitu, kemunculan kista dermoid sering tidak diikuti dengan gejala atau keluhan. Rasa nyeri baru muncul apabila kista mengalami infeksi. Tidak hanya nyeri, kista dermoid yang mengalami infeksi juga membengkak dan terlihat kemerahan. Selain pada permukaan kulit, kista ini bisa muncul pada organ dalam. Gejala yang muncul bergantung pada lokasi tumbuhnya benjolan. 

Baca juga: Bahayakah Kista Dermoid yang Tumbuh di Bagian Tubuh Dalam?

Apabila kista muncul pada area rahim, gejala yang muncul adalah nyeri pada area panggul yang sering terjadi ketika periode menstruasi. Jika kista muncul pada area tulang belakang, gejala yang terasa termasuk kesemutan pada tungkai, lemah tungkai yang membuat kamu kesulitan berjalan, dan kesulitan untuk menahan keinginan buang air kecil atau inkontinensia urin. 

Jadi, segera periksakan diri ke dokter apabila kamu mendapati adanya benjolan yang tidak normal pada salah satu area tubuh yang diikuti dengan rasa nyeri, benjolan membesar dan mengalami peradangan, serta mengalami perubahan warna. Pengobatan juga harus dilakukan apabila benjolan kista pecah dan menimbulkan rasa sakit yang teramat sangat. 

Baca juga: Sulit Terdeteksi, Kista Dermoid Berkembang Hingga Dewasa

Pasalnya, jika tidak segera ditangani, kista dermoid bisa memicu komplikasi. Beberapa komplikasi yang terjadi termasuk menjadi sulit bicara dan menelan apabila kista dermoid muncul pada lidah, munculnya kumpulan nanah atau abses sebagai dampak dari kista dermoid yang mengalami infeksi, sakit kepala berkepanjangan jika kista pecah di dalam kepala, dan masalah psikologis apabila kista muncul pada area wajah, dan ini sering terjadi pada anak. 

Referensi: 
WebMD. Diakses pada 2019. Dermoid Cyst.
Medscape. Diakses pada 2019. Dermoid Cyst.
Healthline. Diakses pada 2019. What You Should Know about Dermoid Cyst.