• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Apakah Kista Epididimis Bisa Dicegah?

Apakah Kista Epididimis Bisa Dicegah?

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli

Halodoc, Jakarta – Spermatokel (atau kista sperma) adalah kantung berisi cairan yang tumbuh di epididimis. Epididimis adalah tabung yang melilit erat sekitar 20 meter, terletak di skrotum dan mengelilingi bagian belakang dan atas testis. Tabung ini merupakan saluran yang dilewati oleh sperma matang. 

Kista epididimis biasanya tidak memberikan dampak yang signifikan, tetapi dapat menyebabkan rasa sakit jika tumbuh terlalu besar. Kista ini berisi cairan berwarna putih keruh. Sebagian besar sifatnya jinak, tetapi jika pertumbuhannya di dekat penis atau skrotum, kamu perlu memeriksakannya ke dokter.

Bisa Dicegah?

Kista epididimis terjadi karena genangan sperma mati. Itu hanya satu pemicu, seringkali kista epididimis berkembang tanpa penyebab jelas. Kista epididimis adalah kondisi yang sangat umum. Sekitar tiga dari 10 pria akan mengalaminya setidaknya sekali dalam seumur hidup. Pria di rentang usia 20 hingga 50 tahun kemungkinan besar paling sering mengalaminya. 

Orang yang mengalami kista epididimis bisa jadi tidak memiliki gejala. Hanya akan merasakan benjolan dan merasakan testis menjadi berat ketika benjolan membesar. Untuk memastikan apakah kondisi yang kamu alami tumor atau kista epididimis, dokter kemungkinan akan melakukan beberapa tes untuk memastikan pertumbuhannya. Ini dimulai dari pemeriksaan fisik, kemudian transiluminasi atau ultrasound.

Baca juga: Kapan Sebaiknya Gejala Kista Epididimis Diwaspadai?

Transiluminasi adalah pemeriksaan yang dilakukan dokter dengan menyinari skrotum. Jika kista epididimis, sinar cahaya akan lolos melewati area tersebut. Ultrasonografi adalah langkah selanjutnya jika transiluminasi tidak menunjukkan cairan. Tes ini menggunakan gelombang suara frekuensi tinggi untuk membuat gambar di layar.

Tidak ada cara yang bisa dilakukan untuk mencegah kista epididimis. Karenanya, penting untuk kamu melakukan tes skrotum setidaknya setiap bulan untuk mendeteksi perubahan. Apakah ada pertumbuhan massa di skrotum atau tidak. 

Dokter dapat merekomendasikan kamu untuk melakukan pemeriksaan mandiri testis, yang dapat meningkatkan peluang untuk mendeteksi kista epididimis. Jika kamu butuh informasi lebih detail mengenai kista epididimis, bisa ditanyakan lewat aplikasi Halodoc.   

Dokter yang ahli di bidangnya akan berusaha memberikan solusi terbaik untukmu. Caranya, cukup download Halodoc lewat Google Play atau App Store. Melalui fitur Contact Doctor kamu bisa memilih mengobrol lewat Video/Voice Call atau Chat, kapan dan di mana saja tanpa perlu ke luar rumah.

Pemeriksaan Mandiri untuk Pencegahan

Waktu yang tepat untuk memeriksa testikel adalah saat mandi atau setelah mandi terutama kalau mandinya menggunakan air hangat. Mengapa begitu? Soalnya panas dari air akan melemaskan skrotum yang membuatnya lebih mudah bagi untuk dideteksi apakah terjadi hal-hal yang tidak biasa atau tidak. 

Baca juga: Pemeriksaan untuk Mendeteksi Munculnya Kista Epididimis

Langkah-langkah pemeriksaan mandiri adalah sebagai berikut: 

  1. Berdiri di depan cermin. Carilah pembengkakan pada kulit skrotum.
  2. Periksa setiap testis dengan kedua tangan. Tempatkan jari telunjuk dan tengah di bawah testis sambil meletakkan ibu jari di atas.
  3. Gulung testis dengan lembut di antara ibu jari dan jari. Ingat bahwa testis biasanya halus, berbentuk oval dan agak keras. Itu normal untuk satu testis sedikit lebih besar dari yang lain. Juga, tali yang mengarah ke atas dari bagian atas testis (epididimis) adalah bagian normal dari skrotum.

Dengan secara teratur melakukan pemeriksaan mandiri seperti ini, kamu akan menjadi lebih akrab dengan testis dan menyadari setiap perubahan yang mungkin menjadi perhatian. Jika kamu menemukan benjolan, hubungi dokter sesegera mungkin. Pemeriksaan diri secara teratur adalah ritual yang penting. Namun, hal itu tidak bisa menggantikan pemeriksaan dokter. 

Referensi:
WebMD. Diakses pada 2020. What is a Spermatocele or Spermatic Cyst?
Mayo Clinic. Diakses pada 2020. Spermatocele.