• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Apakah Makanan Bayi Instan Aman untuk Dikonsumsi?

Apakah Makanan Bayi Instan Aman untuk Dikonsumsi?

Ditinjau oleh: dr. Fadhli Rizal Makarim
Apakah Makanan Bayi Instan Aman untuk Dikonsumsi?

Halodoc, Jakarta – Bila berbicara mengenai makanan bayi, Air Susu Ibu (ASI) adalah yang paling baik karena sudah mengandung nutrisi lengkap yang dibutuhkan oleh bayi. Namun, setelah menginjak usia 6 bulan, bayi perlu diberi makanan pendamping ASI (MPASI) karena ASI saja sudah tidak cukup lagi untuk mendukung tumbuh kembangnya.

Ketika mempersiapkan MPASI untuk Si Kecil, ibu akan dihadapkan pada dua pilihan, membuatnya sendiri atau menggunakan makanan bayi instan. Makanan bayi instan memang lebih praktis, sehingga bisa menjadi pilihan di kala ibu sedang sibuk atau saat mengajak bayi bepergian. Namun, amankah makanan bayi instan untuk dikonsumsi oleh bayi? Berikut ulasannya.

Baca juga: Ini Cara Siapkan Makanan Bayi untuk Bepergian

Makanan Bayi Instan Aman untuk Dikonsumsi

Untuk bayi yang baru mulai mengonsumsi makanan padat, ibu dianjurkan untuk memberikan MPASI yang bertekstur lembut sehingga mudah dikonsumsi dan dicerna oleh bayi. MPASI biasanya merupakan campuran dari karbohidrat, protein, dan serat yang disajikan dalam bentuk bubur atau puree.

Selain cara pembuatannya praktis, makanan bayi instan biasanya hadir dalam bentuk puree yang bertekstur lembut, sehingga cocok untuk bayi. Meskipun tidak bisa menggantikan buah-buahan dan sayuran asli, makanan bayi instan masih memiliki jumlah nutrisi yang cukup dan bisa memberikan vitamin dan mineral yang sangat dibutuhkan bayi. Bahkan, beberapa produk makanan bayi instan mengandung kale, quinoa, dan bahan superfood lainnya.

Namun, mungkin masih banyak ibu yang khawatir untuk memberikan makanan instan pada bayi mereka. Makanan instan sering dicap tidak baik karena kandungannya yang tidak alami, vitamin dan mineral pun juga tidak alami serta adanya bahan pengawet yang bisa membahayakan kesehatan bayi.

Melansir dari Ikatan Dokter Indonesia (IDAI), makanan bayi instan dibuat berdasarkan ketentuan khusus dari Badan Kesehatan Dunia (WHO). Ketentuan tersebut meliputi standar higienitas, nutrisi, dan keamanan. Makanan bayi instan memang mengandung bahan pengawet, namun tidak berbahaya bagi bayi. Selain itu, makanan bayi instan juga dibuat secara steril, dan memiliki kandungan makro dan mikronutrien yang sesuai dengan kebutuhan bayi.

Bayi berusia 6 bulan ke atas membutuhkan zat gizi yang terdiri dari makronutrien seperti karbohidrat, protein dan lemak, serta mikronutrien seperti vitamin dan mineral. ASI hanya mensuplai sejumlah kecil dari kebutuhan gizi tersebut, sehingga sisanya harus didapatkan dari MPASI. 

Namun, untuk memenuhi kebutuhan nutrisi tertentu, seperti zat besi misalnya, bayi harus mengonsumsi sekitar 400 gram daging sapi per hari untuk memenuhi kebutuhan zat besi harian. Hal itu tentu sulit dilakukan mengingat kapasitas lambung bayi yang kecil dan keterbatasan ekonomi. Oleh karena itu, memberi makanan yang difortifikasi kandungan vitamin dan mineralnya, seperti makanan bayi instan atau susu formula, bisa menjadi pilihan yang terjangkau untuk pemenuhan kebutuhan gizi bayi harian.

Meski begitu, makanan bayi instan juga memiliki kekurangan, antara lain:

  • Kandungan Garam dan Gula yang Tinggi

Anak-anak yang berusia di bawah 1 tahun sebaiknya diberikan gula dan garam sesedikit mungkin, atau bahkan tidak diberikan sama sekali. WHO merekomendasikan agar anak-anak maupun orang dewasa hanya mendapatkan 10 persen kebutuhan kalori harian dari gula. Dengan begitu, makanan bayi instan dengan 10 persen lebih kalori yang berasal dari gula bisa dikategorikan sebagai produk yang memiliki kandungan gula tinggi.

Baca juga: Bahaya Kandungan Gula Berlebih pada Makanan Bayi

  • Kandungan Nutrisi yang Lebih Rendah 

Kandungan nutrisi makanan bayi instan kemungkinan lebih rendah karena pemrosesannya bisa menghilangkan nutrisi penting. Misalnya, proses sterilisasi untuk menghilangkan bakteri bisa mengurangi kandungan vitamin dan mineral dalam makanan bayi instan.

Baca juga: Amankah Memberikan Makanan Kalengan untuk MPASI Anak?

Tips Aman Memberi Makanan Instan pada Bayi

Makanan bayi instan aman dan baik untuk dikonsumsi bayi, namun orangtua dianjurkan agar tidak memberikan makanan instan pada bayi setiap kali makan. Pasalnya, memberi makanan instan terus menerus pada bayi bisa membuat ia tidak mengenal cita rasa dari makanan asli. Selain itu, bayi yang diberi makan makanan instan juga berpotensi tumbuh menjadi anak yang memilih-milih makanan. 

Penting juga bagi ibu untuk menjaga agar bayi tidak mendapatkan asupan garam dan gula yang berlebihan dari makanan instan. 

Berikut adalah tips-tips memberikan makanan instan untuk bayi:

  • Pilih makanan bayi yang berkualitas dan mengandung bahan-bahan makanan yang dibutuhkan Si Kecil.
  • Cermati kadar garam dan kadar gula dalam makanan bayi instan.
  • Pastikan segel makanan tidak rusak dan perhatikan tanggal kedaluwarsanya.

Itulah penjelasan mengenai makanan instan untuk bayi. Bila Si Kecil sakit atau mengalami gejala kesehatan yang mengkhawatirkan, segera periksakan ia ke dokter. Ibu bisa buat janji dengan dokter di rumah sakit pilihan ibu melalui aplikasi Halodoc. Yuk, download aplikasinya sekarang juga di App Store dan Google Play.

Referensi:
Smart Parenting. Diakses pada 2021. 4 Truths You Need to Know About Instant Baby Food.
Parents. Diakses pada 2021. The Pros and Cons of Baby Food Pouches.
Ikatan Dokter Anak Indonesia. Diakses pada 2021. Apakah makanan pendamping ASI (MPASI) komersial berbahaya buat bayi?
Cleveland Clinic. Diakses pada 2021. Homemade or From the Jar: Which Baby Food Is Best?