• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Apakah Makanan Bisa Jadi Pemicu Biduran?

Apakah Makanan Bisa Jadi Pemicu Biduran?

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli
Apakah Makanan Bisa Jadi Pemicu Biduran?

Halodoc, Jakarta - Pernahkah kamu mengalami bentol kemerahan yang disertai dengan rasa gatal? Selain karena digigit serangga, kondisi ini juga bisa menandakan kamu mengalami biduran. Biduran adalah reaksi pada kulit yang menyebabkan munculnya bentol, gatal, serta kemerahan akibat beberapa pemicu.

Baca juga: Ini Jenis-Jenis Biduran yang Perlu Diketahui

Lalu, apakah makanan bisa menyebabkan seseorang mengalami biduran? Jawabannya adalah iya. Selain makanan, ada beberapa faktor pemicu lainnya yang menyebabkan seseorang mengalami biduran. Yuk, simak penjelasannya dalam artikel ini!

Bukan Hanya Makanan, Ini Pemicu Biduran

Biduran adalah reaksi kulit yang terjadi akibat adanya alergen. Alergen sendiri merupakan sesuatu yang dapat memicu reaksi alergi. Biduran sendiri dikenal sebagai urtikaria dalam istilah medis.

Umumnya, ada beberapa tanda yang menandakan gejala biduran, tetapi gejala utama dari biduran adalah munculnya bentol pada kulit yang berwarna kemerahan dan gatal. Bentol dapat muncul di bagian tubuh mana saja dengan ukuran yang berbeda-beda. Biasanya, gejala akan bertambah parah saat pengidap mengalami stres atau terpapar suhu panas.

Namun jangan khawatir, nyatanya biduran tidak menular dan dapat diatasi dengan melakukan beberapa perawatan untuk menghindari penyebabnya. Lalu, benarkah makanan bisa memicu biduran? Nyatanya, makanan menjadi salah satu pemicu biduran. Ada beberapa jenis makanan yang umumnya menyebabkan biduran, seperti makanan laut, kacang-kacangan, telur, hingga produk gandum.

Biduran akan muncul ketika kamu mengonsumsi beberapa jenis makanan yang menjadi alergen bagi tubuh. Saat makanan tersebut kamu konsumsi, tubuh akan bereaksi dan melepaskan histamin dari bawah permukaan kulit. Histamin inilah yang menimbulkan peradangan yang berbentuk bentol atau biduran.

Baca juga: Biduran Kambuh, Ini 5 Makanan untuk Meredakannya

Namun, bukan hanya makanan. Nyatanya, ada beberapa faktor lain yang bisa memicu biduran, seperti:

  1. Penggunaan jenis obat tertentu, seperti antibiotik dan antiinflamasi nonsteroid.
  2. Kondisi infeksi, seperti influenza dan hepatitis B.
  3. Infeksi bakteri, seperti infeksi saluran kemih dan radang tenggorokan.
  4. Infeksi parasit dalam usus.
  5. Perubahan suhu lingkungan yang ekstrim.
  6. Tungau dan debu.
  7. Gigitan serangga.
  8. Kondisi stres.

Itulah beberapa faktor pemicu biduran yang perlu diketahui. Biasanya, biduran yang disebabkan oleh pemicu tersebut merupakan biduran akut yang bisa hilang dalam beberapa saat dengan perawatan yang tepat. 

Sedangkan biduran kronis, merupakan kondisi biduran yang bisa berlangsung dengan waktu yang lebih lama dan disebabkan oleh adanya gangguan pada imun tubuh.

Perawatan Biduran di Rumah

Sebaiknya hindari menggaruk biduran yang muncul pada tubuh. Untuk mengurangi gejala yang dirasakan, sebaiknya lakukan perawatan yang tepat. 

  1. Gunakan kompres dingin pada bagian tubuh yang mengalami bentol. Jangan menggaruk karena dapat memperparah kondisi biduran.
  2. Sebaiknya berada di dalam ruangan dengan suhu yang dingin atau nyaman. 
  3. Gunakan pakaian yang longgar dan nyaman. Hindari pakaian yang terlalu ketat.
  4. Jaga kebersihan kulit dengan mandi menggunakan air dingin dan sabun dengan pelembap agar kulit tidak kering.
  5. Gunakan pelembab kulit yang tepat untuk jenis kulit kamu.

Itulah beberapa perawatan di rumah yang bisa kamu lakukan untuk mengurangi gejala biduran. Tidak ada salahnya untuk gunakan Halodoc dan bertanya langsung pada dokter mengenai keluhan kesehatan yang kamu alami terkait biduran. Yuk, download Halodoc sekarang juga melalui App Store atau Google Play!

Baca juga: Biduran yang Tidak Bisa Ditangani Bisa Sebabkan Komplikasi

Namun, segera kunjungi rumah sakit terdekat dan lakukan pemeriksaan jika biduran yang kamu alami menyebabkan gejala lainnya, seperti kesulitan bernapas, mual, muntah, pembengkakan pada bibir, mulut, lidah, hingga tenggorokan, pusing, hingga detak jantung yang lebih cepat. Kondisi tersebut menandakan kamu membutuhkan pertolongan medis.

Referensi:
Medical News Today. Diakses pada 2021. What Are Hives (Urticaria).
Web MD. Diakses pada 2021. Hives and Your Skin.