Apakah Operasi Satu-Satunya Cara Menangani Sinusitis Kronis?

Ditinjau oleh: dr. Verury Verona Handayani
cara mengatasi sinusitis kronis

Halodoc, Jakarta - Sinusitis dan sinusitis kronis, apa yang perbedaan keduanya? Sinusitis merupakan peradangan yang terjadi pada dinding sinus. Sinus sendiri merupakan rongga kecil yang saling terhubung melalui saluran udara dalam tulang tengkorak. Sedangkan sinusitis kronis, merupakan sinusitis yang telah berlangsung selama lebih dari dua bulan. Bagaimana cara mengatasi sinusitis kronis?

Baca juga: Ini Perbedaan Sinusitis Kronis dan Sinusitis Akut

Pengidap sinusitis kronis akan ditandai dengan adanya pembengkakan pada area wajah dan sekitar mata. Selain adanya pembengkakan, pengidap sinusitis kronis akan merasakan sakit pada wajah dan kepala, seperti adanya sensasi berdenyut pada kedua area tersebut. Parahnya lagi, pengidap sinusitis kronis akan mengalami kesulitan bernapas melalui lubang hidung. Apakah operasi merupakan satu-satunya cara dalam menangani penyakit ini?

Begini Langkah Penanganan pada Pengidap Sinusitis Kronis

Operasi bukanlah satu-satunya cara dalam menangani sinusitis kronis. Prosedur operasi baru akan dilakukan jika sejumlah perawatan dan pengobatan yang dilakukan tidak mampu meredakan sinusitis kronis yang dialami. Ketika menjalani operasi, dokter akan menggunakan tabung tipis yang dilengkapi dengan lampu untuk memeriksa saluran sinus. 

Alat lain yang dipergunakan akan tergantung pada lokasi sumbatan. Setelah ditemukan, kemudian dokter akan mengangkat jaringan polip yang menjadi penyebab dari hidung tersumbat. Selain prosedur pengangkatan polip, membesarkan lubang sinus merupakan alternatif lain agar pengidap dapat bernapas dengan normal. Berikut ini perawatan yang dilakukan pada pengidap sinusitis kronis:

Baca juga: Cegah Sinusitis Kronis dengan 9 Cara Ini

  1. Saline nasal irrigation. Prosedur ini merupakan salah satu cara yang dilakukan dokter dengan menyemprotkan nasal spray. Prosedur ini dilakukan untuk mengurangi keluarnya cairan pada hidung.

  2. Kortikosteroid hidung. Prosedur ini merupakan salah satu cara yang dilakukan dokter dengan menyemprotkan nasal spray dengan kortikosteroid guna membantu mengatasi peradangan pada hidung.

  3. Kortikosteroid oral atau suntikan. Prosedur ini merupakan salah satu cara yang dilakukan dokter dengan menyuntikkan atau memberikan obat oral pada pengidap untuk mengatasi peradangan. Namun, obat ini dapat menyebabkan efek samping jika digunakan dalam jangka panjang, dan hanya dapat digunakan untuk mengatasi gejala berat yang muncul.

  4. Desensitisasi aspirin. Penanganan ini dilakukan jika kamu memiliki reaksi alergi terhadap aspirin. Dokter biasanya akan memberikan dosis aspirin secara bertahap.

  5. Antibiotik. Antibiotik diperlukan jika kamu mengalami infeksi bakteri. Jika infeksi bakteri tidak kunjung membaik, dokter akan mengkombinasikan dengan obat-obatan lain.

  6. Suntikan alergi. Suntikan ini diberikan untuk mengurangi reaksi tubuh terhadap alergen tertentu yang memperparah gejala sinusitis. 

Sejumlah perawatan yang dilakukan bertujuan untuk mengurangi peradangan pada sinus. mencegah saluran hidung terus-menerus mengeluarkan cairan, mengatasi penyebab dari sinusitis, serta mencegah kambuhnya sinusitis. Dalam hal ini, kamu bisa bertemu dokter di rumah sakit pilihan melalui aplikasi Halodoc untuk menentukan penanganan apa yang cocok untuk kamu jalani.

Baca juga: 5 Penyebab Sinusitis Kronis

Sinusitis Kronis, Gejala Apa yang Ditimbulkan?

Gejala awal yang muncul adalah pilek dan hidung tersumbat yang mirip dengan gejala flu. Maka dari itu, sinusitis kronis jarang disadari pada tahap awal kemunculannya. Setelah memasuki tahap lanjut, gejala akan disertai dengan adanya cairan kental berwarna, pembengkakan pada area wajah, berkurangnya sensitivitas indera penciuman, nyeri pada telinga, nyeri pada rahang atas dan gigi, radang tenggorokan, sering merasa kelelahan, serta napas yang berbau tidak sedap. 

Referensi:
WebMD. Diakses pada 2019. Sinusitis Treatments and Home Remedies.
Cleveland Clinic. Diakses pada 2019. Chronic Sinusitis.