• Home
  • /
  • Apakah Orang Dewasa Bisa Alami Retardasi Mental?

Apakah Orang Dewasa Bisa Alami Retardasi Mental?

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli
Apakah Orang Dewasa Bisa Alami Retardasi Mental?

Halodoc, Jakarta – Retardasi mental atau sering disebut dengan gangguan intelektual adalah kondisi yang terjadi karena ada gangguan pada perkembangan otak. Pada kondisi ini, seseorang cenderung memiliki nilai IQ yang berada di bawah rata-rata orang normal. Gangguan ini juga menyebabkan pengidapnya tidak memiliki kemampuan yang baik dalam melakukan keterampilan sehari-hari. 

Umumnya, retardasi mental menyerang anak-anak di mana kemampuan otaknya tengah berkembang. Namun ternyata, penyakit ini juga bisa menyerang orang dewasa. Retardasi mental pada orang dewasa biasanya terjadi karena cedera kepala akibat kecelakaan atau terbentur benda keras. Berikut penjelasan seputar retardasi mental dan apa saja penyebabnya! 

Baca juga: Pemeriksaan untuk Diagnosis Retardasi Mental

Penyebab Retardasi Mental pada Orang Dewasa 

Gangguan pada kondisi otak atau perkembangan otak menjadi penyebab seseorang bisa mengalami retardasi mental. Umumnya, gangguan perkembangan otak terjadi sejak awal, bahkan sejak janin masih di dalam kandungan. Namun, ada kondisi tertentu yang membuat retardasi mental menyerang orang dewasa. 

Salah satu penyebab orang dewasa mengalami gangguan intelektual adalah cedera pada kepala. Hal ini bisa saja terjadi akibat kecelakaan lalu lintas atau aktivitas fisik seperti olahraga berat. Selain itu, kelainan pada otak juga bisa muncul akibat penyakit tertentu, terutama yang memengaruhi fungsi otak, misalnya meningitis atau tumor otak. 

Secara umum, retardasi mental biasanya menyerang usia muda, bahkan sejak janin masih di dalam kandungan. Risiko penyakit ini rentan menyerang bayi yang lahir dari ibu hamil kekurangan nutrisi, mengalami infeksi, preeklamsia, serta penggunaan obat tertentu selama masa kehamilan. Bayi yang lahir prematur juga berisiko lebih tinggi mengalami retardasi mental. Namun pada kasus tertentu, penyebab penyakit ini mungkin tidak diketahui. 

Kondisi ini umumnya ditandai dengan beberapa gejala. Meski begitu, gejala yang muncul akibat penyakit ini bisa berbeda-beda yang tergantung pada usia dan tingkat keparahan gangguan yang dialami. Namun secara umum, ada beberapa gejala yang mungkin muncul, seperti kesulitan berbicara, lambat mempelajari sesuatu, serta sulit mengendalikan emosi. 

Pengidap retardasi mental juga umumnya tidak mampu memahami konsekuensi atas tindakan yang diambil, memiliki penalaran yang buruk, sulit memecahkan masalah, serta daya ingat yang buruk. Kondisi pengidap penyakit ini umumnya berkaitan dan tergantung pada nilai IQ yang dimiliki. 

Baca juga: Ini Fakta-Fakta Lengkap Mengenai Retardasi Mental

Selain gejala yang muncul dan nilai IQ, retardasi mental juga harus didiagnosis melalui pemeriksaan oleh dokter. Umumnya, dokter akan melakukan pemeriksaan kondisi pengidap kelainan ini secara menyeluruh. Pada pengidap anak-anak, pemeriksaan juga akan melibatkan orangtua dalam sesi wawancara. 

Dokter pun akan melakukan observasi secara langsung dan menjalankan beberapa tes intelektual untuk melihat kemampuan diri dan penyesuaian dengan lingkungan. Pengidap kelainan ini umumnya akan menunjukkan dua gejala utama, yaitu nilai IQ di bawah rata-rata dan kemampuan menyesuaikan diri yang buruk. 

Namun, dokter mungkin akan melakukan beberapa tes penunjang untuk memastikan kondisi pengidap kelainan retardasi mental. Pemeriksaan pendukung yang dilakukan meliputi tes darah, tes urine, CT Scan, dan MRI, serta pemeriksaan aktivitas listrik otak atau elektroensefalografi (EEG).

Baca juga: Ketahui 5 Hal yang Sebabkan Retardasi Mental

Punya masalah kesehatan dan butuh saran dokter? Pakai aplikasi Halodoc saja. Kamu bisa dengan mudah menghubungi dokter melalui Video/Voice Call dan Chat kapan dan di mana saja tanpa perlu ke luar rumah. Dapatkan informasi seputar kesehatan dan tips hidup sehat dari dokter terpercaya. Yuk, download Halodoc sekarang di App Store dan Google Play! 

Referensi:
Kids Health. Diakses pada 2020. What is an Intellectual Disability? 
Healthline. Diakses pada 2020. Mental Retardation. 
Web MD. Diakses pada 2020. Intellectual Disability (Mental Retardation).