• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Pemilihan Bra yang Tepat Bisa Cegah Kista Payudara?

Pemilihan Bra yang Tepat Bisa Cegah Kista Payudara?

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli
undefined

Halodoc, Jakarta – Menurut data kesehatan yang dipublikasikan oleh Journal Cancer, Epidemiology, Biomarkers and Cancer menegaskan tidak ada hubungan antara penggunaan bra dan kista payudara—apalagi kanker payudara. 

Penggunaan bra ini termasuk segala aspek pemakaian bra, mulai dari ukuran cup, pemakaian bra dengan kawat, pertama kali menggunakan bra, berapa lama bra digunakan per hari, sampai jenis bra tertentu. Informasi selengkapnya mengenai kaitan antara bra dan kista payudara ada di bawah ini!

Tidak Ada Hubungan Antara Kista dan Bra

Jurnal yang sama mengungkapkan kalau sejatinya penggunaan bra adalah untuk menyangga payudara. Mengenakan bra dapat mengurangi ketegangan pada ligamen suspensori Cooper dan mengurangi nyeri punggung. 

Sokongan bra pada payudara dapat mengurangi risiko kerusakan jaringan lemak pada payudara yang terkait dengan aktivitas fisik yang intens, serta mengurangi gejala nyeri yang mengganggu pada wanita yang menyusui bayi.

Anggapan yang menyatakan kalau bra terkait dengan kista payudara disebutkan karena bra dapat membatasi perkembangan jaringan payudara, sehingga membahayakan drainase limfatik. Namun, hal ini tidak benar adanya dan belum ada penelitian signifikan yang menguatkan hal ini.

Baca juga: Hati-Hati, Salah Ukuran Bra Ada Dampaknya

Studi yang dilakukan Pusat Kanker Fred Hutchinson pada tahun 2014 menemukan bahwa tidak ada aspek pemakaian bra yang terkait dengan risiko kanker payudara. Jika kamu merasa penggunaan bra menyakitkan, itu bukan merupakan indikasi kanker. Besar kemungkinan kamu tidak menggunakan ukuran bra yang sesuai.

Mengenal Kista Payudara 

Kista payudara adalah kondisi jinak dan bukan kanker. Kista merupakan salah satu penyebab paling umum dari benjolan payudara yang dapat berkembang di salah satu atau kedua payudara. Kista berkembang secara alami ketika payudara berubah seiring bertambahnya usia karena perubahan kadar hormon yang normal. Adalah umum memiliki lebih dari satu kista.

Kista payudara bisa terasa lunak atau keras dan bisa berukuran berapa saja, mulai dari beberapa milimeter hingga beberapa sentimeter. Kista biasanya berbentuk lonjong atau bulat dan dapat berkembang dengan cepat.

Bagi sebagian orang, kista bisa terasa tidak nyaman, bahkan menyakitkan. Sebelum menstruasi, kista dapat menjadi lebih besar dan terasa sakit dan nyeri saat kadar hormon berubah. Namun, banyak wanita dapat memiliki kista dan tidak merasakannya sama sekali.

Baca juga: Jenis dan Manfaat Bra yang Perlu Diketahui

Payudara terdiri dari lobulus (kelenjar penghasil susu) dan saluran (tabung yang membawa susu ke puting susu). Kelenjar susu dikelilingi oleh jaringan pendukung berserat dan lemak, yang dikenal sebagai jaringan payudara. Jaringan ini memberi ukuran dan bentuk pada payudara. 

Terkadang, kelenjar susu bisa penuh dengan cairan; ini adalah kista payudara. Kista dapat muncul secara alami seiring dengan perubahan payudara seiring bertambahnya usia, karena perubahan kadar hormon estrogen. 

Selama siklus menstruasi, estrogen menyebabkan cairan dihasilkan. Kista payudara paling umum terjadi pada wanita di atas 35 tahun. Setelah menopause (ketika menstruasi berhenti), ketika kadar estrogen turun, kista biasanya berhenti terbentuk. 

Wanita yang menjalani terapi penggantian hormon bisa jadi masih mendapatkan kista. Memiliki kista payudara tidak meningkatkan risiko terkena kanker payudara di masa depan. Namun, sangat penting untuk waspada terhadap perubahan payudara dan kembali ke dokter jika kamu melihat ada perubahan signifikan pada payudara.

Ingin tahu lebih lanjut mengenai kista payudara ataupun kanker payudara dapat ditanyakan langsung di HalodocDokter yang ahli di bidangnya akan berusaha memberikan solusi terbaik untukmu. Caranya, cukup download aplikasi Halodoc lewat Google Play atau App Store. Melalui fitur Contact Doctor kamu bisa memilih mengobrol lewat Video/Voice Call atau Chat kapan dan di mana saja.

Referensi:

Harvard Health Publishing. Diakses pada 2020. Myth busted: bra wearing not linked to breast cancer.
Breast Cancer Now. Diakses pada 2020. Breast Cyst.