• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Apakah Penggunaan Kondom Ampuh Mencegah Sifilis?

Apakah Penggunaan Kondom Ampuh Mencegah Sifilis?

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli
undefined

Halodoc, Jakarta - Kesehatan tubuh secara keseluruhan patut terus dijaga, salah satunya termasuk alat kelamin. Hal tersebut karena seseorang dapat mengidap penyakit menular seksual yang dapat menimbulkan dampak buruk bagi bagian intim. Biasanya, PMS terjadi karena tidak menerapkan hubungan seks yang aman dan sering bergonta-ganti pasangan. Salah satu contoh penyakit menular seksual yang sering terjadi adalah sifilis.

Maka dari itu, saat melakukan hubungan seks dengan seseorang yang belum terlalu kamu kenal, pastikan untuk selalu menggunakan pengaman layaknya kondom. Cara ini dipercaya mampu untuk mengurangi risiko dari penyakit menular seksual dan mencegah terjadinya kehamilan yang tidak diinginkan. Namun, efektifkah penggunaan kondom untuk cegah sifilis? Untuk mengetahui lebih jelasnya, baca ulasan lengkap berikut ini!

Baca juga: Inilah Gejala Sifilis Sesuai dengan Tahap Perkembangannya

Cegah Sifilis dengan Penggunaan Kondom

Kondom adalah salah satu alat kontrasepsi yang biasa digunakan untuk mencegah kehamilan dan sekaligus mencegah penularan dari penyakit seksual. Benda yang terbilang mudah dan murah didapatkan ini terbuat dari karet yang biasanya digunakan oleh pria untuk melindungi kontak kulit langsung karena hal tersebut salah satu cara penyebaran penyakit pada kelamin. 

Memang, kondom efektif pada kisaran 98 persen untuk melindungi dari kebanyakan penyakit menular seksual, seperti klamidia dan kencing nanah. Meski begitu, alat kontrasepsi tersebut tidak melindungi kamu dari semua jenis gangguan kelamin. Beberapa PMS yang tidak efektif dengan penggunaan kondom adalah herpes, kutil kelamin, serta sifilis, yang penyebarannya melalui kontak dari kulit ke kulit.

Sifilis yang terjadi dapat muncul sebagai luka yang keras, bulat, dan biasanya tidak menimbulkan rasa sakit. Hal yang harus kamu ketahui adalah penggunaan kondom tidak dapat mencegah penyakit kelamin dengan efektif. Meski begitu, saat memakai kondom, risiko untuk tertular gangguan ini dapat menurun, terlebih jika bagian luka tertutup oleh kondom. Namun jika luka terdapat pada penis yang tidak tertutup, risiko tertular tetap ada.

Baca juga: Waspada, Sifilis Bisa Sebabkan Kelumpuhan

Maka dari itu, jika kamu kerap berganti-ganti pasangan atau memiliki pasangan lebih dari satu, cobalah untuk melakukan pemeriksaan kelamin secara teratur. Hal ini sangat penting untuk dilakukan mengingat jika banyak orang yang mengidapnya tidak menunjukkan gejala apa pun saat mengidap penyakit menular seksual, termasuk juga sifilis. Lakukan pemeriksaan setiap tiga hingga enam bulan untuk memastikan jika kamu dan pasangan sehat.

Dengan melakukan pemeriksaan penyakit menular seksual secara teratur, tidak hanya menghindari penularan gangguan tersebut secara bolak-balik, tetapi juga dapat mencegah agar infeksi yang ada tidak berdampak lebih besar pada kesehatan. Seseorang yang mengidap beberapa penyakit kelamin jika tidak diobati terlalu lama dapat menyebabkan kemandulan. Karena itu, penanganan lebih dini perlu dilakukan untuk menghindari komplikasi yang berbahaya lainnya.

Itulah pembahasan mengenai penggunaan kondom yang ternyata tidak terlalu ampuh untuk mencegah sifilis. Maka dari itu, selalu pastikan kamu dan pasangan rutin untuk memeriksakan diri, terlebih lagi jika aktif secara seksual. Dengan begitu, kesehatan kelamin terus terjaga tanpa menimbulkan dampak buruk yang dapat berujung pada komplikasi berbahaya.

Baca juga: Kenali Skrining Sifilis untuk Deteksi Sejak Dini

Jika kamu masih memiliki pertanyaan terkait sifilis atau penyakit menular seksual lainnya, dokter dari Halodoc siap membantu untuk menjelaskannya. Caranya mudah sekali, cukup dengan download aplikasi Halodoc di smartphone yang digunakan untuk mendapatkan kemudahan terkait akses kesehatan!

Referensi:
CDC. Diakses pada 2020. Syphilis - CDC Fact Sheet (Detailed).
Self. Diakses pada 2020. These Are The STIs That Condoms Don't Protect Against.