• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Apakah Pengidap Campak Diperbolehkan untuk Mandi?

Apakah Pengidap Campak Diperbolehkan untuk Mandi?

Ditinjau oleh: dr. Verury Verona Handayani
Apakah Pengidap Campak Diperbolehkan untuk Mandi?

Halodoc, Jakarta - Campak adalah salah satu infeksi masa kanak-kanak yang disebabkan oleh virus. Penyakit ini cukup umum terjadi, apalagi di negara seperti Indonesia, dan untungnya vaksin telah tersedia sebagai langkah pencegahan. 

Beberapa gejala paling khas dari campak adalah munculnya bercak putih kebiruan di dalam mulut. Ada juga ruam kulit yang terbentuk saat seseorang alami campak. Beberapa orang pun kemudian bertanya-tanya pada dokter atau perawat, apakah ruam ini boleh terkena air. Karena mitos yang beredar di masyarakat pun banyak orang yang tidak tahu persis bagaimana perawatan yang tepat untuk ruam akibat campak. Alhasil, pengidap campak sering kali merasakan gejala yang sangat tidak nyaman. 

Baca juga: 5 Penanganan Pertama saat Anak Alami Campak

Lantas, Boleh Pengidap Campak Mandi?

Saat anak mengalami campak dan ia mengalami gejala seperti flu, maka kamu perlu melakukan pengobatan dan perawatan seperti halnya merawat flu. Sebenarnya, pengidap campak diperbolehkan untuk mandi, tetapi disarankan untuk menggunakan air hangat supaya ia bisa tetap nyaman. Jangan sampai anak malah gatal-gatal karena tidak mandi sama sekali. 

Selain itu, ada beberapa cara lain yang perlu dipahami untuk meredakan gejala campak, yaitu: 

  • Berikan parasetamol untuk menurunkan suhu tinggi atau demam dan meredakan nyeri atau nyeri.
  • Memberi anak minum banyak cairan untuk memastikan mereka tidak mengalami dehidrasi karena demam dan untuk menjaga tenggorokannya tetap nyaman. Sangat disarankan juga untuk memberikan mereka minuman elektrolit yang akan menggantikan ion-ion tubuh mereka yang hilang, tetapi pastikan berikan secara perlahan.
  • Jika anak mengalami gejala yang membuat matanya tidak nyaman, rawat mata yang sakit dengan bola kapas yang dibasahi air hangat dan tempelkan pada kelopak mata untuk membersihkan keraknya.
  • Redupkan lampu dan tutup gorden jika mata anak terasa sakit.

Namun yang paling penting adalah segera memeriksakan kondisi anak di rumah sakit terdekat. Karena hanya dokter yang paham bagaimana cara meredakan gejala campak yang terjadi. Kamu pun kini bisa buat janji dengan dokter di rumah sakit lewat Halodoc. Dengan buat janji kunjungan dokter di Halodoc, kamu jadi tak perlu repot antre saat di rumah sakit karena kamu bisa hanya datang saat waktu pemeriksaan saja. 

Baca juga: Benarkah Campak Bisa Sembuh dengan Sendirinya?

Komplikasi Umum Akibat Campak 

Ada beberapa komplikasi campak yang mungkin terjadi, antara lain:

  • Infeksi Telinga. Salah satu komplikasi campak yang paling umum adalah infeksi bakteri telinga.
  • Bronkitis, Radang Tenggorokan atau Croup. Campak dapat menyebabkan radang kotak suara (laring) atau radang dinding bagian dalam yang melapisi saluran udara utama paru-paru (saluran bronkial).
  • Radang Paru-Paru. Pneumonia adalah komplikasi umum dari campak. Orang dengan sistem kekebalan yang lemah dapat mengembangkan jenis pneumonia yang sangat berbahaya yang terkadang berakibat fatal.
  • Radang Otak. Sekitar 1 dari 1.000 orang yang mengidap campak mengalami komplikasi yang disebut ensefalitis. Ensefalitis ini bisa terjadi tepat setelah campak, atau mungkin tidak terjadi sampai berbulan-bulan kemudian.
  • Masalah Kehamilan. Jika pengidap campak adalah ibu hamil, maka ia perlu melakukan perawatan khusus agar terhindar dari penyakit campak karena penyakit tersebut dapat menyebabkan persalinan prematur, berat badan lahir rendah, dan kematian ibu. 

Baca juga: Berapa Lama Waktu Penyembuhan Campak?

Ingat, campak sangat mudah menyebar, jadi jika anak terjangkit, kamu harus melarang mereka bersekolah sampai mereka sembuh. Ini biasanya berlangsung sekitar 7-10 hari setelah gejala pertama muncul, tetapi mintalah nasihat dari dokter agar gejalanya bisa dikontrol dan tidak semakin parah. 

Referensi:
Good to Know. Diakses pada 2021. Measles.
Mayo Clinic. Diakses pada 2021. Measles.
National Health Service UK. Diakses pada 2021. Measles.