• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Apakah Pengidap Gondongan Bisa Menularkannya ke Orang Lain?

Apakah Pengidap Gondongan Bisa Menularkannya ke Orang Lain?

Ditinjau oleh: dr. Fadhli Rizal Makarim

Halodoc, Jakarta – Jangan sepelekan pipi yang membengkak dan disertai dengan rasa nyeri ketika menelan atau mengunyah. Kondisi ini bisa menjadi salah satu tanda dari gejala parotitis atau dikenal dengan gondongan. Penyakit gondongan menjadi gangguan kesehatan ketika terjadi peradangan pada area kelenjar air liur atau kelenjar parotis yang disebabkan adanya infeksi virus.

Baca juga: Enggak Cuma di Leher, Gondongan Juga Bisa Menyebar Otak

Berbagai faktor pemicu yang menjadi penyebab mengapa kamu mengalami penyakit gondongan, seperti belum mendapatkan vaksin MMR atau memiliki daya tahan tubuh yang rendah. Selain itu, melakukan kontak langsung dengan pengidap gondongan dan tidak menjaga kebersihan tangan menjadi penularan gondongan yang kerap terjadi. Ketahui cara penyebaran penyakit gondongan dan pencegahannya.

Gondongan Dapat Menular

Kelenjar parotis atau kelenjar air liur berfungsi untuk memproduksi air liur. Ketika kelenjar parotis terpapar oleh virus, maka kondisi ini menyebabkan seseorang mengalami gondongan. Gondongan disebabkan oleh infeksi virus dari golongan paramyxovirus. Ada beberapa faktor yang meningkatkan terjadinya penyakit gondongan, seperti belum pernah menerima vaksin MMR, memiliki daya tahan tubuh yang rendah, dan bepergian ke daerah yang menjadi lokasi wabah gondongan.

Sebaiknya berhati-hati saat mengunjungi pengidap gondongan. Gondongan menjadi salah satu penyakit menular. Melansir dari Centers for Disease Control and Prevention, penyakit gondongan dapat menular melalui percikan air liur dan lendir yang keluar dari mulut, hidung, dan juga tenggorokan. Proses penularan gondongan sangat rentan terjadi melalui:

  1. Batuk, bersin, dan saat berbicara.
  2. Menggunakan barang-barang pribadi secara bersamaan, misalnya gelas atau sendok makan.
  3. Melakukan aktivitas kontak langsung dengan pengidap, misalnya berolahraga, menari, atau berciuman.
  4. Menyentuh benda-benda yang ada di sekitar pengidap.

Proses penyebaran virus penyebab gondongan dapat terjadi setelah beberapa hari pengidap terpapar virus dan belum menunjukkan tanda-tanda gejala. Jadi, sebaiknya berhati-hati dan selalu menjaga kebersihan tangan maupun tubuh.

Baca juga: Bukan Cuma Kekurangan Yodium, Ini Penyebab Gondongan

Ketahui Gejala Gondongan

Umumnya, gejala akan muncul setelah 2-3 minggu seseorang terpapar virus penyebab gondongan. Melansir Medical News Today, bahkan hampir 20 persen pengidap gondongan tidak menunjukkan gejala. Gejala awal yang terjadi pada pengidap gondongan hampir serupa dengan penyakit flu, seperti badan nyeri, sakit kepala, demam ringan, penurunan nafsu makan, hingga kelelahan. 

Namun, gejala bisa meningkat setelah beberapa hari dan yang paling umum terjadi adalah pembengkakan dan rasa nyeri yang muncul pada area kelenjar air liur atau kelenjar parotis. Gejala akan disertai dengan rasa nyeri ketika menelan, kesulitan menelan, demam tinggi, mulut kering, hingga merasakan nyeri pada area sendi.

Segera kunjungi rumah sakit terdekat dan lakukan penanganan medis apabila gejala semakin berkembang dan menyebabkan leher terasa sangat kaku, kejang, hingga penurunan kesadaran. Kamu bisa membuat janji dengan dokter melalui aplikasi Halodoc agar proses pemeriksaan lebih cepat dilakukan. 

Pencegahan Gondongan

Pengobatan yang cukup efektif untuk mengatasi gondongan dengan meningkatkan sistem imun tubuh pengidap. Perbanyak istirahat, mengonsumsi makanan sehat, perbanyak mengonsumsi air putih menjadi beberapa cara yang bisa dilakukan untuk mengatasi penyakit gondongan.

Cara untuk menurunkan gejala yang dialami, sebaiknya konsumsi makanan yang lunak, mengompres area yang bengkak dengan air hangat, dan konsumsi obat pereda nyeri. Penyakit gondongan menjadi salah satu penyakit yang bisa dicegah. Mendapatkan vaksin MMR menjadi salah satu pencegahan yang cukup efektif untuk menghindari penyakit gondongan. 

Vaksin MMR dapat diberikan dua kali saat anak berusia 15-18 bulan dan saat berusia 5 tahun. Vaksin MMR juga dapat diberikan saat usia dewasa pada orang-orang yang berisiko terpapar penyakit gondongan.

Baca juga: Pencegahan Gondongan dengan Imunisasi, Ini Prosedurnya

Bagi pengidap gondongan, sebaiknya hindari berada di tempat ramai untuk menghentikan penyebaran virus penyebab gondongan. Tidak ada salahnya untuk beristirahat di rumah hingga gejala menurun dan kesehatan kembali pulih.

Referensi:
Centers for Disease Control and Prevention. Diakses pada 2020. Transmission of Mumps
Medical News Today. Diakses pada 2020. What to Know About Mumps
Mayo Clinic. Diakses pada 2020. Mumps
National Health Service UK. Diakses pada 2020. Mumps