• Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • Apakah Pengidap Tuberkulosis Aman Menerima Vaksin COVID-19?
  • Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • Apakah Pengidap Tuberkulosis Aman Menerima Vaksin COVID-19?

Apakah Pengidap Tuberkulosis Aman Menerima Vaksin COVID-19?

3 menit
Ditinjau oleh: dr. Fadhli Rizal Makarim : 25 Maret 2022

“Vaksinasi COVID-19 bisa diterima oleh pengidap tuberkulosis. Namun, pengidap tuberkulosis harus dalam kondisi sehat dan penyakit yang terkontrol dengan baik. Kamu bisa bertanya dengan dokter jika kamu mendapatkan kesempatan untuk vaksinasi COVID-19.”

Apakah Pengidap Tuberkulosis Aman Menerima Vaksin COVID-19?

Halodoc, Jakarta – Menjalankan protokol kesehatan dengan menggunakan masker dan menjauhi kerumunan menjadi hal yang bisa dilakukan untuk mencegah penyebaran dan penularan COVID-19. Tidak itu saja, menerima vaksinasi COVID-19 secara lengkap juga menjadi cara lain yang bisa dilakukan untuk mencegah perburukan yang terjadi akibat paparan COVID-19 pada tubuh.

Vaksinasi COVID-19 merupakan tindakan pencegahan yang aman dan bisa dilakukan oleh pengidap tuberkulosis asalkan kondisi tubuh dalam keadaan sehat. Sebaiknya jika kondisi kesehatan tidak stabil, tanyakan langsung pada dokter untuk memastikan penerimaan vaksin COVID-19 sebagai pencegahan.

Syarat Vaksin COVID-19 bagi Pengidap Tuberkulosis

Tuberkulosis adalah penyakit yang disebabkan oleh infeksi bakteri Mycobacterium tuberculosis. Penyakit ini menular dan menyerang paru-paru serta organ tubuh lainnya, seperti ginjal, tulang belakang, hingga otak.

Penularan tuberkulosis terjadi melalui paparan percikan air liur yang keluar dari tubuh pengidap tuberkulosis. Namun, paparan harus terjadi dalam waktu yang cukup lama dan terus menerus. 

Semakin sering kamu melakukan kontak langsung dengan pengidap tuberkulosis maka semakin tinggi risiko penularan yang akan terjadi. Hal ini membuat penularan sangat rentan terjadi pada anggota keluarga atau kerabat yang tinggal dalam satu rumah oleh pengidap.

Tuberkulosis dan COVID-19 memiliki gejala yang hampir serupa, yaitu demam, batuk, hingga kesulitan bernapas. Kedua penyakit ini juga menyerang organ yang serupa, yaitu paru-paru. 

Pengobatan yang teratur membuat tuberkulosis menjadi lebih mudah diatasi. Namun, bagaimana dengan COVID-19? Apakah pengidap tuberkulosis boleh menerima vaksinasi COVID-19 untuk pencegahan perburukan penyakit?

Melansir dari World Health Organization, penyakit tuberkulosis bukanlah penyakit kontradiksi untuk menerima vaksin COVID-19. Pengidap tuberkulosis bisa menerima vaksin COVID-19 asalkan dapat memenuhi persyaratan untuk mendapatkan vaksin, seperti sehat dan kondisi kesehatan sedang terkontrol dengan baik.

Selain itu, jika pengidap tuberkulosis sedang menjalani perawatan tuberkulosis, sebaiknya pastikan pengobatan dan perawatan yang dijalankan stabil atau berjalan dengan baik. Setelah itu, pengidap tuberkulosis boleh menerima vaksin COVID-19. Biasanya, pengidap tuberkulosis yang menjalani perawatan boleh menerima vaksin sekitar 2 minggu setelah pengobatan.

Jika kamu merupakan pengidap tuberkulosis dan telah mendapatkan kesempatan untuk vaksinasi, tidak ada salahnya bertanya langsung pada dokter melalui aplikasi Halodoc untuk memastikan kondisi kesehatan. Yuk, download aplikasi Halodoc melalui App Store atau Google Play!

Perbedaan Gejala COVID-19 dan Tuberkulosis

Meskipun sama menyerang paru-paru, tidak ada salahnya mengenali lebih dalam mengenai perbedaan gejala yang disebabkan oleh COVID-19 dan tuberkulosis. COVID-19 menyebabkan pengidapnya mengalami sakit kepala, kehilangan kemampuan indera penciuman dan perasa, hidung berair, mual, muntah, hingga sakit tenggorokan. 

Beberapa gejala lain terlihat serupa, tetapi ada perbedaan yang perlu diketahui. Pengidap COVID-19 mengalami demam dan menggigil pada beberapa hari setelah paparan virus. Sedangkan, pada pengidap tuberkulosis demam dan menggigil akan terjadi biasanya disertai dengan munculnya keringat pada malam hari.

Kedua penyakit ini juga menyebabkan batuk pada pengidapnya. Namun, batuk pada COVID-19 akan disertai dengan keluhan kesulitan bernapas dan membaik ketika imun tubuh berhasil mengatasi virus. Sedangkan, batuk pada tuberkulosis akan dialami pengidapnya dalam waktu yang cukup lama dan biasanya mengandung mengandung lendir atau dahak yang bercampur darah.

Selain vaksinasi, pengidap tuberkulosis perlu menjalankan protokol kesehatan dengan baik dan disiplin untuk menghindari paparan infeksi virus corona. Menggunakan masker, menjauhi kerumunan, rutin mencuci tangan, mengonsumsi makanan sehat, dan menjalankan pengobatan tuberkulosis dengan baik menjadi cara lain untuk mencegah paparan COVID-19.

Referensi:

Pulmonology Journal. Diakses pada 2022. Tuberculosis and COVID-19 Interaction: A Review of Biological, Clinical and Public Health Effects.

World Health Organization. Diakses pada 2022. Tuberculosis and COVID-19.

BCCDC. Diakses pada 2022. Tuberculosis and COVID-19.

Universitas Gadjah Mada. Diakses pada 2022. UGM Expert: Reasons Why People Who Have Once been Infected with Covid-19, Do Not Have to be Vaccinated.