• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Apakah Penyakit GERD Bisa Disembuhkan Total?

Apakah Penyakit GERD Bisa Disembuhkan Total?

Ditinjau oleh: dr. Fadhli Rizal Makarim
Apakah Penyakit GERD Bisa Disembuhkan Total?

Halodoc, Jakarta - Penyakit GERD adalah gangguan pencernaan yang memengaruhi kinerja otot antara kerongkongan dan perut. Area tersebut disebut sfingter esofagus. Jika seseorang memiliki GERD, maka gejala yang muncul adalah perut terasa mulas atau gangguan pencernaan. 

Pada kebanyakan kasus, pengidap GERD bisa meredakan gejala dengan melakukan perubahan pola makan dan gaya hidup. Namun, ada juga yang membutuhkan pengobatan hingga pembedahan atau operasi. GERD umumnya penyakit yang kambuhan. Bisakah GERD sembuh total?

Baca juga: Penyebab Minum Air Kelapa Bisa Redakan Sakit Maag

Pengobatan GERD Hanya untuk Menghilangkan Gejala

Sembuh total artinya menyembuhkan atau memulihkan kesehatan menjadi sedia kala. Pengobatan GERD dilakukan untuk mengelola atau menghilangkan gejala atau rasa sakit. Saat penyakit sembuh, gejala tidak kembali setelah pengobatan. Menyembuhkan penyakit bisa terjadi saat penyebabnya diatasi. 

Hal ini tidak bisa terwujud pada obat untuk GERD. Ketika pengidap GERD berhenti minum obat atau tidak lagi menjalankan gaya hidup sehat, maka gejala dan rasa sakitnya pun akan kembali. Sering kali kondisi menjadi lebih buruk dibanding sebelum pengidap melakukan pengobatan. 

Hingga saat ini belum diketahui bagaimana GERD bisa disembuhkan secara total. Untuk mengetahuinya, perlu memahami beberapa fakta tentang penyakit ini, yaitu:

Fakta 1: Kadar asam lambung umumnya menurun seiring bertambah usia. 

Sekresi asam lambung menurun seiring bertambahnya usia. Lebih dari 30 persen pria dan wanita yang berusia di atas 60 tahun mengalami gastritis atrofi, kondisi yang ditandai dengan sedikit atau tidak adanya sekresi asam. Ada pula studi yang menemukan bahwa 40 persen wanita di atas usia 80 tahun tidak menghasilkan asam lambung sama sekali. 

Baca juga: Inilah Penyakit yang Bisa Menyebabkan Sakit Maag

Fakta 2: Gejala mulas dan GERD meningkat seiring bertambah usia.

GERD meningkat seiring bertambah usia. Jumlah asam di kerongkongan akan menyebabkan masalah GERD. Hal ini karena lapisannya yang halus tidak terlindungi dari asam seperti lapisan lambung. Seseorang tidak harus memiliki asam berlebih di perut untuk mengalami mulas.

Selain itu, pengurangan gejala bukan berarti penyebab utama masalah sedang ditangani. Terlalu sering obat pereduksi asam berfokus pada penekanan gejala tanpa memperhatikan apa yang menyebabkan gejala awalnya. 

Perubahan Pola Makan dan Gaya Hidup Saja Tidak Cukup

Jika perubahan pola makan dan gaya hidup tidak signifikan memperbaiki gejala GERD, maka diskusikan pada dokter melalui aplikasi Halodoc. Pada beberapa kasus, tergantung pada tingkat keparahan GERD, beberapa pengidap juga diresepkan obat untuk mengontrol episode refluks.

Ketika ada masalah struktural di kerongkongan, misalnya, prosedur pembedahan yang memperbaiki sfingter esofagus mungkin diperlukan. Prosedur ini mengatasi penyebab struktural penyakit GERD, sehingga membantu menyembuhkan penyakit. Siapapun yang mengidap GERD yang parah dianjurkan untuk berdiskusi dengan dokter untuk mendapatkan informasi yang lebih banyak. 

Baca juga: Kenali Perbedaan Antara Dispepsia dan GERD

Kesimpulannya, GERD adalah penyakit kompleks dengan banyak faktor yang terlibat dalam penyebabnya. Jika penyebabnya tidak diobati, penyembuhan untuk penyakit ini sangat tidak mungkin. Pendekatan medis arus utama untuk mengobati sakit maag dan GERD hanya dengan resep obat penghenti asam. Selama masalah ini terjadi, tanpa mengatasi penyebab yang mendasarinya, maka tidak akan menyembuhkan penyakit GERD dan justru bisa memperburuknya. 

Kebanyakan orang yang mulai menggunakan obat antasida akhirnya mengonsumsinya selama sisa hidupnya. Diperlukan komitmen tingkat tinggi dari pengidap GERD untuk mempertahankan pola makan dan gaya hidup yang sehat untuk “mengalahkan” penyakit GERD yang kompleks ini. 

Referensi:
WebMD. Diakses pada 2021. GERD.
Gem Hospital. Diakses pada 2021. Is there a Cure for GERD?