22 January 2019

Apakah Peyronie Bisa Berpengaruh pada Kualitas Hubungan Intim?

Apakah Peyronie Bisa Berpengaruh pada Kualitas Hubungan Intim?

Halodoc, Jakarta – Hampir rata-rata laki-laki yang mengidap Mr P tidak memiliki kualitas hubungan intim yang memuaskan. Ini dikarenakan jaringan parut yang menyebabkan Mr P bengkok ketika ereksi, sehingga dapat menghalangi ejakulasinya sendiri dan kepuasan pasangan.

Seberapa besar masalah yang ditimbulkan karena penyakit peyronie sangat tergantung pada parahnya Mr P-nya tertekuk. Jika seseorang memiliki kelengkungan 10 derajat, maka itu akan berdampak kecil pada fungsi. Tapi, ketika seseorang mencapai lekuk 30 derajat atau lebih, maka saat itulah mulai terjadi problem yang signifikan.

Bahkan, menurut Ryan Berglund, MD, asisten profesor bedah di Glickman Urological and Kidney Institute di Cleveland Clinic, jika sudut menekuknya lebih besar akan sangat mustahil untuk melakukan penetrasi. Penyakit peyronie juga bisa membuat ereksi menyakitkan.

Banyak laki-laki yang mengidap peyronie juga memiliki beberapa tingkat disfungsi ereksi. Mengidap penyakit peyronie bukan berarti kamu mengidap disfungsi ereksi demikian juga sebaliknya, mengidap disfungsi ereksi bukan berarti kamu mengidap peyronie. Namun memang, yang sering terjadi adalah seseorang dengan penyakit peyronie kerap juga mengalami disfungsi ereksi.

Baca juga: Ini Penyebab Peyronie pada Mr P

Perawatan untuk penyakit peyronie kerap mengalami hambatan karena sedikit laki-laki yang mau mengakui kondisi Mr P-nya, sehingga pengobatan pun jadi terkendala. Terkait dengan kondisi Mr P yang bengkok, ada baiknya pasangan membicarakan dan mendiskusikan mengenai situasi ini untuk mendapatkan kepuasannya masing-masing.

Dalam beberapa kasus, posisi-posisi tertentu memberikan rasa sakit saat berhubungan intim ataupun sensasi yang kurang maksimal. Ada baiknya pasangan mengeksplorasi posisi untuk mendapatkan posisi yang pas.

Pengobatan Peyronie

Dalam beberapa kasus, penyakit peyronie hilang tanpa diobati. Banyak ahli perawatan kesehatan menyarankan mengobati penyakit tanpa operasi selama 12 bulan pertama setelah penyakit ini pertama kali diketahui.

Laki-laki dengan jaringan parut kecil dan lengkungan yang tidak terlalu signifikan, biasanya tidak perlu diobati. Tapi, bila kondisi sudah cukup parah di mana ada rasa sakit setiap kali ereksi dan lengkungannya juga sangat bengkok, ada baiknya melakukan perawatan sesuai dengan rekomendasi dari dokter.

Baca juga: Waspada Mr P Bengkok Tanda Mengidap Peyronie

Tamoxifen, sebagai obat anti-estrogen non-steroid ini telah digunakan untuk mengobati tumor desmoid, seperti plak pada penyakit peyronie. Kemudian, ada juga colchicine sebagai pengobatan anti-pembengkakan yang telah terbukti sedikit membantu peyronie. Sama seperti colchicine yang merupakan obat antioksidan yang mengurangi pembengkakan untuk membantu menyembuhkan luka.

Menyuntikkan obat tepat ke dalam plak membawa dosis obat yang lebih tinggi untuk masalah daripada ketika obat diminum. Suntikan plak sering digunakan untuk pengidap peyronie fase akut yang tidak yakin ingin menjalani operasi.

Mengobati penis dengan USG, radiasi, gelombang kejut, panas, dan verapamil pada kulit juga sedang dipelajari. Ini sebagian besar tidak terbukti dan tidak direkomendasikan oleh para ahli di lapangan.

Baca juga: Bentuk Mr P Aneh? Mungkin Kena Peyronie

Pembedahan dicadangkan untuk laki-laki dengan cacat Mr P yang parah dan melumpuhkan yang membuatnya sulit untuk berhubungan intim. Biasanya, dokter merekomendasikan untuk menunda operasi sampai plak dan lengkung berhenti memburuk dan pasien telah bebas rasa sakit selama setidaknya 9 hingga 12 bulan.

Kalau ingin mengetahui lebih banyak mengenai peyronie dan seberapa jauh efeknya terhadap kualitas hubungan intim, bisa tanyakan langsung ke Halodoc. Dokter-dokter yang ahli di bidangnya akan berusaha memberikan solusi terbaik untukmu. Caranya, cukup download aplikasi Halodoc lewat Google Play atau App Store. Melalui fitur Contact Doctor, kamu bisa memilih mengobrol lewat Video/Voice Call atau Chat.