Apel Baik untuk Sembelit, Benarkah?

Ditinjau oleh: dr. Fadhli Rizal Makarim
Apel Baik untuk Sembelit, Benarkah?

Halodoc, Jakarta – Sembelit memang bikin tidak nyaman karena memberikan rasa “nanggung” saat buang air besar. Sembelit bisa disebabkan oleh beberapa faktor, salah satu yang utama adalah kurangnya asupan serat dan kurang minum air. Meskipun umum terjadi pada setiap orang, sembelit tidak boleh dibiarkan tanpa penanganan. Jika tidak segera diperbaiki, sembelit dapat berkembang menjadi konstipasi kronis yang justru bisa lebih terasa menyakitkan. 

Baca Juga: Selain Kurang Serat, Apa Saja Penyebab Terjadinya Sembelit?

Ketika mengalami sembelit, beberapa orang memilih konsumsi obat pencahar karena mampu melancarkan BAB dalam beberapa jam kemudian. Namun, beberapa orang lainnya memilih cara yang lebih alamiah dengan konsumsi serat atau perbanyak minum air. Pepaya adalah jenis buah yang paling sering dicari-cari ketika mengalami sembelit. Ternyata, bukan pepaya saja yang ampuh mengatasi sembelit. Buah apel juga mengandung cukup serat yang mampu melancarkan pencernaan. Ini penjelasan selengkapnya.

Benarkah Apel Mampu Mengatasi Sembelit?

Apel adalah buah yang kaya akan serat. Satu apel berukuran sedang dengan kulit menyala  mengandung sekitar 4,4 gram serat, sehingga sudah mencakup 17% dari asupan serat harian yang kita butuhkan. Sekitar 2,8 gram serat dalam apel bersifat tidak larut, sementara 1,2 gram lainnya merupakan serat larut dalam bentuk serat makanan yang disebut pektin. Di dalam usus, pektin dengan cepat difermentasi oleh bakteri untuk membentuk asam lemak yang menarik air ke usus besar.

Proses itu yang kemudian mampu melunakkan tinja dan mengurangi waktu pemberhentian di usus. Bagi kamu yang tidak menyukai pepaya atau ingin mencoba alternatif lain, apel bisa dipilih untuk meningkatkan kandungan serat dalam makanan dan mengatasi sembelit. Kamu dapat mengonsumsinya secara utuh, dibuat menjadi jus atau dijadikan salad. 

Baca Juga: Tidak Ingin Sembelit? Hindari 5 Makanan Ini

Apel mengandung beberapa senyawa yang meningkatkan pencernaan, termasuk serat, sorbitol, dan fruktosa. Buah semacam apel atau pir juga mengandung kadar air yang tinggi yang otomatis membantu meringankan pencernaan dan mencegah sembelit. Untuk mendapatkan manfaat maksimal dari apel dan pir, kamu perlu memakannya secara utuh bersama kulitnya.

Jika sembelit yang kamu alami tidak kunjung membaik meski telah ditangani dengan konsumsi obat maupun konsumsi serat, periksakan lebih lanjut untuk mencari tahu penyebabnya. Sebelum mengunjungi rumah sakit, kamu dapat membuat janji dengan dokter terlebih dahulu melalui aplikasi Halodoc.

Langkah Pencegahan Sembelit

Tentunya mengalami sembelit membuat rasa yang tidak nyaman. Untuk itu, kalau kamu tidak ingin mengalami sembelit, ini tips yang perlu diterapkan, yaitu:

  • Sertakan makanan berserat tinggi ke dalam menu makanan sehari-hari, seperti kacang-kacangan, sayuran, buah-buahan, dan sereal;

  • Hindari konsumsi makanan dengan jumlah serat rendah seperti makanan olahan, produk susu beserta olahannya dan daging terlalu banyak;

  • Minum banyak cairan;

  • Tetap seaktif mungkin dan cobalah berolahraga secara teratur;

  • Kelola stres dengan baik;

  • Jangan tunda keinginan untuk buang air besar.

Baca Juga: 5 Tips untuk Mencegah Sembelit

Cobalah untuk membuat jadwal rutin untuk buang air besar, terutama setelah makan. Pastikan anak-anak yang mulai mengonsumsi makanan padat mendapatkan banyak serat dalam menu harian mereka.

Referensi :

Mayo Clinic. Diakses pada 2019. Constipation.
Healthline. Diakses pada 2019. The 17 Best Foods to Relieve Constipation.
Medical News Today. Diakses pada 2019. Which foods are good for constipation?.