• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Aritmia Bisa Jadi Pemicu Gagal Jantung Kongestif

Aritmia Bisa Jadi Pemicu Gagal Jantung Kongestif

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli
undefined

Halodoc, Jakarta - Kesehatan jantung haruslah selalu menjadi perhatian semua orang terkait manfaat yang sangat vital dari organ tersebut. Jantung berguna untuk memompa darah ke seluruh tubuh agar semua bagian tubuh dapat berjalan dengan normal. Namun, jika jantung kesulitan untuk memompa darah, gangguan yang parah hingga kematian mungkin saja terjadi. Hal lainnya yang dapat terjadi adalah gagal jantung kongestif.

Saat seseorang mengalami gagal jantung kongestif, organ tersebut dapat berhenti bekerja untuk sementara. Pengidap penyakit ini dapat mengalami gejala awal berupa pembengkakan pada kaki dan juga lebih mudah untuk merasa lelah. Disebutkan juga jika seseorang yang mengidap gangguan aritmia dapat menyebabkan penyakit yang berhubungan dengan jantung tersebut. Berikut pembahasan lebih lengkapnya!

Baca juga: Beda Gagal Jantung dan Gagal Jantung Kongestif

Gagal Jantung Kongestif Dapat Sebabkan Aritmia

Aritmia adalah gangguan yang berhubungan dengan masalah irama jantung seseorang yang terjadi akibat masalah impuls listrik. Hal ini dapat menyebabkan detak jantung tidak berfungsi dengan baik, sehingga jantung berdetak terlalu cepat, terlalu lambat, ataupun tidak teratur. Seseorang yang mengidap gangguan ini mungkin saja tidak menimbulkan bahaya. Namun, hal ini juga dapat menjadi gejala dari penyakit yang lebih berbahaya.

Sementara itu, gagal jantung kongestif adalah gangguan yang memengaruhi kekuatan dari otot jantung seseorang untuk memompa darah ke seluruh tubuh. Kelainan berbahaya ini dapat terjadi saat seseorang mengalami gangguan aritmia, yaitu bradikardia atau takikardia dengan contoh fibrilasi atrium. Pada beberapa kasus, saat laju aritmia benar-benar diatur, fungsi jantung akan meningkat, sehingga gagal jantung dapat dihindari.

Memang, aritmia dan gagal jantung kongestif saling berhubungan erat satu sama lain. Gangguan jantung tersebut dapat meningkatkan risiko terjadinya aritmia atrium, khususnya pada fibrilasi atrium dan atrial flutter. Namun, saat aritmia terjadi, gangguan gagal jantung tersebut dapat menjadi lebih buruk dan menimbulkan disfungsi ventrikel kiri. Maka dari itu, jika kamu mengidap salah satu gangguan tersebut, ada baiknya untuk segera mendapatkan penanganan.

Hal lainnya yang harus kamu tahu adalah seseorang yang mengidap gagal jantung kongestif yang menyerang bersamaan dengan aritmia, risiko untuk mengalami kematian jantung mendadak sangat tinggi, bahkan menjadi penyebab utama. Selain itu, penyakit yang dapat memperparah gangguan tersebut, seperti gangguan ginjal, dapat memengaruhi detak jantung yang berhubungan dengan komplikasi tersebut.

Selain itu, kamu juga dapat bertanya pada dokter dari Halodoc terkait gagal jantung kongestif yang dapat disebabkan oleh kelainan aritmia. Dengan mendapatkan jawaban langsung dari ahlinya, kamu tidak perlu ragu lagi akan hal tersebut. Cukup dengan download aplikasi Halodoc, kamu dapat berinteraksi langsung dengan dokter ahli jantung!

Baca juga: Apa Itu Gagal Jantung Kongestif?

Cara Diagnosis Gagal Jantung Kongestif

Jika kamu kerap merasa tidak nyaman di area dada, ada baiknya untuk memeriksakan diri ke spesialis jantung. Dokter spesialis ini akan melakukan pemeriksaan fisik dengan mendengarkan jantung menggunakan stetoskop untuk mendeteksi irama jantung yang tidak normal akibat aritmia. Untuk mengonfirmasi diagnosis awal, tes diagnostik tertentu mungkin diperlukan agar katup atau bilik jantung dan pembuluh darah dipastikan sehat atau mengalami gangguan.

Tes yang dapat dilakukan untuk mendiagnosis gangguan ini adalah:

  • Elektrokardiogram

Metode ini dapat merekam ritme pada jantung, seperti detak jantung yang terlalu cepat atau lambat hingga tidak teratur. Dengan pemeriksaan in,i akan ditunjukkan jika dinding bilik jantung kemungkinan lebih tebal dari biasanya. Hal ini dapat menjadi peringatan serangan jantung.

  • Ekokardiogram

Pemeriksaan gagal jantung kongestif ini menggunakan gelombang suara untuk merekam struktur dan gerakan jantung. Cara ini mampu menentukan seberapa baik aliran darah seseorang, kerusakan otot yang terjadi, hingga otot jantung yang tidak berkontraksi secara normal.

Baca juga: Idap Gagal Jantung Kongestif, Apa Bahayanya pada Tubuh?

Itulah pembahasan mengenai gagal jantung kongestif yang dapat disebabkan oleh aritmia. Maka dari itu, jika kamu merasakan detak jantung yang terlalu cepat atau lambat bahkan tidak teratur, ada baiknya untuk memeriksakan diri ke dokter. Saat didiagnosis dengan cepat, penanganannya dapat dilakukan segera sehingga komplikasi dapat dicegah.

Referensi:
EP Europace. Diakses pada 2020. European Heart Rhythm Association/Heart Failure Association joint consensus document on arrhythmias in heart failure, endorsed by the Heart Rhythm Society and the Asia Pacific Heart Rhythm Society.
Healthline. Diakses pada 2020. Congestive Heart Failure (CHF).
Radcliffe Cardiology. Diakses pada 2020. Developments In The Management Of Atrial Arrhythmias In Congestive Heart Failure.