• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • 8 Tanda Demam pada Anak Harus Dibawa ke Dokter

8 Tanda Demam pada Anak Harus Dibawa ke Dokter

Ditinjau oleh: dr. Verury Verona Handayani
undefined

Halodoc, Jakarta – Anak demam mungkin membuat orangtua merasa khawatir. Karenanya, banyak cara yang akan dilakukan untuk membantu menurunkan demam pada anak. Biasanya, hal yang dilakukan untuk menurunkan demam adalah mengompres, memberi banyak air putih untuk diminum, serta konsumsi obat penurun panas.

Pada kondisi yang ringan, demam pada anak biasanya akan mereda setelah mendapat perawatan di rumah. Namun, ayah dan ibu harus mengetahui tanda dan kapan anak demam harus dibawah ke rumah sakit untuk mendapat pertolongan medis. Sangat penting untuk selalu memantu kondisi Si Kecil dan jangan menunda pengobatan jika gejala yang muncul semakin memburuk.

Baca juga: Demam pada Anak Naik Turun, Ibu Lakukan Ini

Tanda Demam pada Anak yang Harus Diwaspadai

Demam merupakan respons tubuh yang bisa menjadi tanda dari beberapa kondisi, mulai dari yang tidak berbahaya sampai tanda penyakit. Kondisi yang ditandai dengan naiknya suhu tubuh ini cukup umum dialami oleh anak-anak. Demam bisa menjadi tanda ada hal asing yang terjadi pada tubuh, misalnya infeksi atau serangan bakteri.

Si Kecil dikatakan demam jika mengalami peningkatan suhu tubuh, yaitu lebih dari 38,5 derajat Celsius. Saat anak mengalami demam, perawatan di rumah bisa dilakukan, yaitu dengan mengompres, banyak konsumsi air putih, kenakan pakaian yang nyaman, serta konsumsi obat penurun panas. Namun, penting bagi orangtua untuk terus memantau gejala dan kondisi tubuh Si Kecil.

Baca juga: 4 Hal yang Sering Menyebabkan Demam pada Anak

Jika demam mulai memburuk dan diikuti dengan beberapa gejala tambahan, sebaiknya segera bawa anak ke rumah sakit terdekat. Jangan menunda pengobatan jika anak mulai menunjukkan beberapa gejala, di antaranya:

1.      Demam semakin tinggi dan anak mengalami kejang.

2.      Sulit dibangunkan atau kesadarannya semakin menurun. Segera bawa ke dokter jika demam menyebabkan anak menjadi kurang aktif, selalu mengantuk, atau bahkan tidak merespons saat diberikan stimulus.

3.      Menjadi sangat rewel, menangis terus-menerus, dan tidak bisa ditenangkan. Hal ini bisa menjadi tanda Si Kecil sangat kesakitan dan demam merupakan gejala penyakit yang lebih berat.

4.      Mual, muntah, menolak minum, atau tidak mau menyusu. Risiko dehidrasi pada anak bisa meningkatkan pada kondisi ini, sebaiknya segera bawa Si Kecil ke rumah sakit tertentu.

Ayah dan ibu bisa menemukan daftar rumah sakit terdekat dengan aplikasi Halodoc. Atur lokasi dan temukan rumah sakit yang sesuai dengan kebutuhan segera. Halodoc juga bisa digunakan untuk membuat janji bersama dokter. Ayo, download aplikasi Halodoc sekarang di App Store dan Google Play!

5.      Mimisan, gusi berdarah, muntah hitam atau berdarah, bab hitam atau berdarah, atau bintik perdarahan di kulit pada anak yang demam juga harus diwaspadai. Segera bawa anak ke rumah sakit terdekat sebab gejala ini bisa mengarah pada demam berdarah dengue.

6.      Pada bayi, demam harus diwaspadai jika sudah sangat tinggi, yaitu lebih dari 40 derajat celcius.

7.      Demam yang terjadi dalam jangka lama atau lebih dari satu minggu juga harus diwaspadai.

8.      Anak demam dan muncul bercak ungu kebiruan di kulit sebaiknya segera dibawa ke rumah sakit.

Baca juga: Waspadai Kejang Demam pada Anak

Mengingat demam pada anak bisa memicu kondisi atau komplikasi yang berbahaya, sebaiknya jangan sepelekan hal ini. Semakin cepat ditangani, risiko muncul gangguan kesehatan yang serius bisa dikurangi. Selain itu, segera membawa anak demam ke dokter juga bisa membantu mengetahui secara pasti apa yang menjadi penyebab naiknya suhu tubuh.


Referensi:
WebMD. Diakses pada 2021. Fever in Babies.
Emedicine Health. Diakses pada 2021. Fever in Children.
Mayo Clinic. Diakses pada 2021. Fever.
Kids Health. Diakses pada 2021. For Parents. Fevers.