• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • 6 Fakta yang Perlu Diketahui Tentang Flu Singapura

6 Fakta yang Perlu Diketahui Tentang Flu Singapura

Ditinjau oleh: dr. Fadhli Rizal Makarim

Halodoc, Jakarta – Flu Singapura sering disalahartikan oleh banyak orang sebagai penyakit cacar air karena memang gejala dari kedua penyakit ini yang mirip. Namun, kamu perlu tahu bahwa flu Singapura dan cacar air sebenarnya penyakit yang berbeda. Memang, baik flu Singapura maupun cacar air terjadi karena virus. Namun, jenis virusnya berbeda.

Penyakit flu Singapura, yang dikenal sebagai HFMD atau Hand Foot and Mouth Disease terjadi karena virus enterovirus yang menyerang bagian tangan, kaki, atau mulut. Sementara itu, penyakit cacar air terjadi karena virus Varicella dan menyerang seluruh bagian tubuh, mulai dari wajah hingga kaki. 

Fakta Seputar Penyakit Flu Singapura

Nah, supaya kamu tidak salah lagi membedakan antara penyakit flu Singapura dan penyakit cacar air, berikut ini fakta tentang penyakit flu Singapura yang perlu diketahui:

1. Timbul Ruam dan Lenting sebagai Gejala

Saat mengalami flu Singapura, gejala yang umum terjadi adalah timbulnya ruam pada beberapa bagian tubuh dan lenting seperti cacar air. Ini yang menyebabkan flu Singapura sering dinilai serupa dengan penyakit cacar air. Dilansir dari WebMD, lenting air dan ruam menjadi luka atau blister pada bagian mulut jika didiamkan tanpa pengobatan. 

Baca juga: Bukan Demam Biasa, Ibu Perlu Tahu tentang Flu Singapura

Jika kamu mendapati adanya gejala ini, segera lakukan pengobatan di rumah sakit terdekat. Bisa saja, kamu mengalami flu Singapura, bukan penyakit cacar air seperti yang sering dikira banyak orang karena gejalanya yang mirip. Gunakan aplikasi Halodoc agar kamu bisa segera mendapatkan penanganan di rumah sakit terdekat. 

2. Masa Inkubasi Virus Flu Singapura

Dikutip dari Mayo Clinic, masa inkubasi virus flu Singapura berlangsung selama 3-6 hari sebelum akhirnya memunculkan gejala-gejala. Biasanya pengidap mengalami demam tinggi terlebih dahulu, diikuti dengan sakit tenggorokan dan berkurangnya nafsu makan. Setelah satu atau dua hari, muncul luka yang terasa menyakitkan pada bagian mulut dan tenggorokan, diikuti munculnya ruam pada bagian tangan, kaki, dan pantat.

3. Flu Singapura Rentan Menyerang Anak Kecil

Flu Singapura lebih rentan terjadi pada anak usia 2 hingga 5 tahun. Hal ini disebabkan karena kekebalan tubuh anak yang masih lemah sehingga mudah terserang penyakit. Namun, tidak menutup kemungkinan orang dewasa juga mengalami penyakit flu Singapura.

Baca juga: Hati-Hati, 5 Penyakit Ini Bisa Ditularkan Melalui Ciuman

4. Flu Singapura Mudah Menular

Penularan flu Singapura mirip dengan virus influenza, yaitu melalui kontak langsung. Ketika pengidap bersin, bernapas, batuk, maupun pilek tentu virus flu Singapura mudah berpindah pada seseorang yang memiliki kekebalan tubuh yang lemah. 

5. Flu Singapura Bisa Dicegah dengan Menjaga Kebersihan

Meski menular, ternyata flu Singapura bisa dicegah dengan membiasakan menjaga kebersihan dan hidup bersih, baik di rumah maupun lingkungan luar rumah. Dilansir dari Healthline, mencuci tangan secara teratur menjadi cara yang efektif sebagai pencegahan penularan flu Singapura. Selalu biasakan anak untuk mencuci tangan dengan sabun selepas beraktivitas, setelah memakai toilet, dan sebelum makan. 

Baca juga: Hati-Hati, Ini Bahayanya Flu Australia

6. Flu Singapura Menyebabkan Dehidrasi

Luka yang muncul pada rongga mulut membuat kamu kehilangan nafsu makan maupun minum. Hal ini memicu terjadinya dehidrasi. Nah, cara agar terhindar dari komplikasi adalah pastikan tubuh mendapatkan asupan cairan yang cukup, ya!

Itulah beberapa fakta tentang flu Singapura yang dapat diketahui. Jika ada yang masih kurang jelas, kamu bisa bertanya langsung dengan dokter lewat aplikasi Halodoc untuk mendapatkan informasi yang akurat.

 

Referensi:
WebMD. Diakses pada 2020. Hand, Foot, and Mouth Disease
Mayo Clinic. Diakses pada 2020. Hand-Foot-and-Mouth-Disease
Healthline. Diakses pada 20202. Hand, Foot, and Mouth Disease