• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Tahapan Pengobatan untuk Atasi Penyakit Hashimoto

Tahapan Pengobatan untuk Atasi Penyakit Hashimoto

Ditinjau oleh: dr. Verury Verona Handayani

Halodoc, Jakarta - Bagi sebagian orang, istilah penyakit Hashimoto mungkin masih asing di telinga. Penyakit ini merupakan kelainan autoimun yang memengaruhi kelenjar tiroid. Penyakit Hashimoto, atau yang lebih akrab disapa dengan tiroiditis Hashimoto, bisa menyebabkan pengidapnya mengalami penurunan kadar hormon tiroid dalam tubuh. Karenanya hal-hal yang berkaitan dengan kerja hormon tiroid akan terganggu.

Baca juga: Ketahui 5 Komplikasi Akibat Penyakit Hashimoto

Bagaimana Langkah Pengobatan Penyakit Hashimoto?

Pada awal kemunculannya, pengidap penyakit Hashimoto tidak merasakan gejala selain adanya pembengkakan di bagian depan tenggorokan. Penyakit ini memerlukan waktu selama bertahun-tahun untuk berkembang dan menimbulkan kerusakan tiroid kronis. Ketika hal tersebut terjadi, dokter akan melakukan serangkaian pengobatan berikut:

  • Observasi

Hal pertama yang dilakukan dokter adalah memantau kondisi pengidap dengan memonitor kondisi kesehatan pengidap setiap hari. Tujuan dilakukannya observasi ini adalah agar pengidap tidak mengalami kekurangan hormon, sehingga kelenjar tiroid dalam tubuh dapat berfungsi dengan normal. 

  • Terapi hormon

Ketika dalam pemantauan pengidap ditemukan mengalami kekurangan hormon, dokter akan memberikan hormon tambahan guna mengobati gejala hipotiroidisme. Dosis terapi hormon sendiri akan disesuaikan dengan kadar hormon tiroid dalam tubuh pengidap. 

Selama menjalani pengobatan, perubahan gaya hidup diperlukan. Pasalnya, ada beberapa jenis makanan dan obat-obatan yang dapat menghambat penyerapan kerja terapi hormon. Beberapa jenis makanan dan obat-obatan yang perlu dihindari, yaitu makanan yang mengandung kacang kedelai, makanan dengan tinggi serat, suplemen zat besi, suplemen kalsium, obat penurun kadar kolesterol, serta obat tukak lambung.

Segera beritahu dokter jika kamu mengonsumsi makanan atau obat-obatan tersebut selama menjalani pengobatan, ya! Untuk mengetahui lebih jelas tentang sistem pengobatan penyakit Hashimoto, kamu dapat bertanya langsung dengan dokter di aplikasi Halodoc. Usahakan untuk bertanya dengan sejelas-jelasnya, agar tidak terjadi kekeliruan informasi.

Baca juga: Kenali 5 Penyakit yang Mengintai Kelenjar Tiroid

Perkembangan Gejala Penyakit Hashimoto

Meskipun pada tahap awal perkembangannya hanya terlihat adanya pembengkakan di bagian depan tenggorokan, penyakit ini memiliki serangkaian gejala. Di antaranya:

  • Terlihat selalu kelelahan dan lesu.

  • Sensitif terhadap udara dingin.

  • Sembelit atau konstipasi.

  • Kulit kering dan pucat.

  • Kuku mudah rapuh.

  • Rambut rontok.

  • Pembengkakan pada lidah.

  • Nyeri otot dan nyeri sendi.

  • Kelemahan pada otot.

  • Menurunnya berat badan.

  • Daya ingat menurun.

  • Meningkatnya volume darah saat menstruasi.

  • Detak jantung melambat.

Terganggunya kerja kelenjar tiroid juga dapat menyebabkan terjadinya pembengkakan kelenjar pada leher. Pembengkakan ini akan membuat pengidapnya kesulitan dalam menelan, serta merasa tenggorokan penuh sesak.

Baca juga: Hati-Hati, Dampak Hipertiroid Bisa Sebabkan 5 Kondisi Serius Ini

Apa Saja Faktor Risikonya?

Terjadinya penyakit Hashimoto ini diakibatkan oleh antibodi yang salah mengira tiroid sebagai ancaman, sehingga membuat sejumlah sel darah putih menyerang sel yang sehat. Selain itu, pengidap kondisi berikut akan lebih rentan mengidap penyakit Hashimoto:

  • Pengidap hepatitis autoimun, yaitu saat sistem kekebalan tubuh menyerang organ hati.

  • Pengidap penyakit celiac, yaitu penyakit gangguan pencernaan.

  • Pengidap penyakit anemia pernisiosa, yaitu penyakit yang disebabkan oleh kurangnya vitamin B12 dalam tubuh.

  • Pengidap rheumatoid arthritis, yaitu gangguan kesehatan yang mempengaruhi sendi.

  • Pengidap sindrom Sjogren, yaitu penyakit yang menyebabkan mata dan mulut kering.

  • Seseorang yang pernah menjalani operasi pada di sekitar area kelenjar tiroid.

Jika tidak segera ditangani, kekurangan hormon tiroid akan menimbulkan berbagai macam komplikasi kesehatan, seperti gagal jantung, anemia, peningkatan kadar kolesterol, penurunan gairah seksual, serta depresi. Parahnya lagi, jika penyakit Hashimoto terjadi pada ibu hamil, risiko bayi terlahir dengan gangguan jantung, otak, dan tinggal akan semakin tinggi.

Referensi:

American Thyroid Association. Diakses pada 2020. Hashimoto's Thyroiditis.
Huffpost. Diakses pada 2020. 8 Ways To Heal Hashimoto’s Today.
Mayo Clinic. Diakses pada 2020. Hashimoto Disease.