• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Ajak Bayi Berenang, Perhatikan 9 Hal Ini

Ajak Bayi Berenang, Perhatikan 9 Hal Ini

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli

Halodoc, Jakarta - Selain menyenangkan, berenang memiliki beragam manfaat bagi bayi. Misalnya, melatih otot di seluruh tubuh bayi, meningkatkan keterampilan motorik bayi, hingga menguatkan ikatan anak dengan keluarganya.

Nah, meski kegiatan ini memiliki banyak manfaat, tetapi ada berbagai hal yang perlu diketahui sebelum mengajak bayi berenang. Singkat kata, ibu perlu persiapan matang ketika ingin mengajak bayi berenang. 

Nah, berikut beberapa hal yang yang perlu diperhatikan saat mengajak bayi berenang. 

Baca juga: Usia Ideal Mengajari Bayi Berenang

1. Mulai dari Kolam Sederhana

Andaikan usia bayi masih di bawah 6 bulan, sebaiknya ibu mengenalkan kegiatan berenang melalui media kolam renang plastik. Bila tidak tersedia, ibu bisa mengenalkan kegiatan berenang menggunakan bathtub di rumah. Sebelum mengisi air, pastikan bagian kolam renang plastik atau bathtub bersih dari kotoran. 

2. Pilih Kolam Renang yang Tepat

Memilih kolam renang yang tepat merupakan hal yang harus diperhatikan sebelum mengajak bayi. Misalnya, bila bayi masih berusia 6 bulan ke bawah, jangan sekali-kali membawanya ke kolam renang umum (semua usia). Apa alasannya? 

Ingat, air di kolam renang umum terlalu dingin untuk bayi di usia ini. Bayi di usia 6 bulan ke atas hanya boleh berenang yang suhu airnya sekitar 32 derajat Celsius. Bila ibu melihat tubuh Si Kecil mulai menggigil, segera angkat dan hangatkan tubuhnya dengan handuk.

Selain itu, kolam renang umum tentunya dipenuhi oleh berbagai orang dengan kesehatan dan kebersihan yang beraneka ragam. Nah, kondisi inilah yang bisa menimbulkan masalah pada bayi nantinya. Alasannya, sistem imun bayi belum cukup kuat. Oleh karena itu, pilihlah kolam renang yang benar-benar bersih untuk mengurangi risiko infeksi. 

3. Tanyakan pada Dokter

Sebelum mengajak bayi berenang, cobalah tanyakan pada dokter demi keamanan dan kesehatan Si Kecil. Ibu perlu tahu, air kolam renang umum biasanya mengandung klorin. Zat ini sebaiknya dihindari bila bayi memiliki kulit kering atau eksim. Sebab klorin dikhawatirkan bisa menimbulkan iritasi pada kulit bayi nantinya. 

Nah, cobalah tanyakan pada dokter mengenai hal tersebut. Kamu bisa kok bertanya langsung pada dokter melalui aplikasi Halodoc. 

4. Pahami Teknik CPR

Sudah tak asing bukan dengan CPR atau cardiopulmonary resuscitation? Singkat kata, CPR merupakan pemberian nafas buatan. Tak ada salahnya mempelajari teknik CPR sebelum mengajak bayi atau anak berenang. Tujuannya jelas, untuk mencegah hal berisiko yang tak diinginkan. 

5. Gunakan Pelampung

Kenakanlah pelampung pada bayi atau anak, meski ibu selalu berada didekatnya. Gunakan pelampung yang direkomendasikan oleh profesional. Jangan sekali-kali menggunakan mainan tiup untuk menjaga bayi di dalam air. 

Baca juga: Agar Lebih Jago di Air, Pastikan Umur Bayi Tepat Sebelum Berenang

6. Jangan Kepalanya

Jangan memasukan seluruh tubuh (kepala hingga kaki) bayi ke dalam air ke dalam air. Meski bayi secara alami akan menahan napas, tetapi air mungkin saja tertelan atau masuk ke dalam hidungnya. Nah, inilah yang membuat bayi lebih rentan pada bakteri dan virus di dalam air kolam renang.

  1. Diawasi Profesional

Sebelum memutuskan untuk berenang di kolam renang atau tempat lainnya, pastikan tempat tersebut diawasi oleh profesional dan fasilitas penyelamat yang memadai.

8. Jangan Mudah Teralihkan

Ibu harus benar-benar fokus ketika menemani bayi atau anak berenang. Jangan mudah teralihkan oleh berbagai hal, terutama smartphone. Fokuskan perhatian hanya pada anak demi keselamatan dan kenyamanannya. 

9. Perhatikan Saluran Pembuangan

Untuk kolam rumah dan spa, pastikan saluran pembuangan memiliki penutup anti-jebakan atau sistem keselamatan saluran pembuangan lainnya, seperti automatic pump shut off. 

Menurut  U.S. Consumer Product Safety Commission, saluran air kolam merupakan salah satu dari lima hal berbahaya yang tersembunyi di area rumah. Pengisap air di kolam renang cukup kuat untuk menahan orang dewasa di bawah air. Ingat, tutup saluran kolam yang hilang atau rusak sering kali menyebabkan masalah. 

Mau tahu lebih jauh mengenai masalah di atas? Atau memiliki keluhan kesehatan lainnya? Kamu bisa kok bertanya langsung pada dokter melalui aplikasi Halodoc. Lewat fitur chat dan voice/video call, kamu bisa mengobrol dengan dokter ahli kapan dan di mana saja tanpa perlu ke luar rumah. Yuk, download aplikasi Halodoc sekarang juga di App Store dan Google Play!

Referensi:

Baby Center. Diakses pada 2020. Water safety.  
Parents. Diakses pada 2020. How to Introduce a Baby to Swimming.