• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Alami Sakit Tenggorokan, Kapan Sebaiknya Perlu Periksa ke Dokter?

Alami Sakit Tenggorokan, Kapan Sebaiknya Perlu Periksa ke Dokter?

Ditinjau oleh: dr. Fadhli Rizal Makarim
undefined

Halodoc, Jakarta - Sakit tenggorokan adalah penyakit yang cukup umum terjadi, sekaligus bisa jadi gejala kondisi lain yang lebih serius. Meski umumnya sakit tenggorokan bisa sembuh dengan cukup istirahat dan perubahan pola hidup lebih sehat, sebaiknya kamu tidak meremehkan gangguan kesehatan ini.

Sebab, bisa jadi sakit tenggorokan yang kamu alami merupakan gejala penyakit serius, dan perlu segera memeriksakan diri ke dokter. Lantas, seperti apa tanda sakit tenggorokan yang perlu diwaspadai? Simak pembahasan berikut ini, ya!

Baca juga: Ketahui 3 Infeksi Penyebab Radang Tenggorokan

Sekilas tentang Sakit Tenggorokan

Sakit tenggorokan bisa terjadi karena banyak hal. Mulai dari bakteri, hingga faktor mekanis seperti kebiasaan bernapas lewat mulut dan konsumsi makanan penyebab iritasi juga dapat menjadi faktor penyebab sakit tenggorokan. Selain itu, paparan asap rokok, polusi udara, bahan kimia, trauma, benda asing yang tersangkut di tenggorokan, dan sering berteriak juga bisa menjadi faktor risiko.

Gejala yang dialami ketika sakit tenggorokan bisa bervariasi, tergantung penyebabnya. Secara umum, kondisi ini ditandai dengan rasa nyeri, gatal, dan tidak nyaman pada tenggorokan, yang seringkali memburuk saat berbicara atau menelan. 

Untuk membedakan sakit tenggorokan akibat virus atau bakteri memang tidak mudah. Namun, biasanya sakit tenggorokan akibat infeksi bakteri memiliki tanda-tanda dan gejala berupa amandel yang merah bengkak disertai bercak putih (eksudat), demam, dan sakit kepala muncul kemudian. 

Baca juga: Minum Es dan Makan Gorengan Bisa Bikin Radang Tenggorokan?

Sementara itu, untuk radang tenggorokan akibat virus lebih cenderung terjadi berbarengan atau setelah mengalami pilek, dengan gejala berupa demam, bersin-bersin, hidung berair, hidung tersumbat, sakit tenggorokan, dan batuk.

Namun, evaluasi dari dokter penting untuk mengkonfirmasi diagnosis pasti sakit tenggorokan guna mendapatkan pengobatan yang tepat. Jadi, saat mengalami sakit tenggorokan, sebaiknya download aplikasi Halodoc untuk membicarakannya pada dokter, ya. 

Waspadai Sakit Tenggorokan yang Seperti Ini

Salah satu bakteri jahat yang dapat mengakibatkan sakit tenggorokan adalah bakteri Streptococcus. Jika tidak diobati, sakit tenggorokan akibat infeksi bakteri tersebut dapat mengakibatkan komplikasi seperti inflamasi ginjal atau demam rematik. 

Demam rematik dapat menyebabkan nyeri dan bengkak pada persendian, ruam kulit dan kerusakan katup jantung. Sakit tenggorokan akibat infeksi bakteri Streptococcus bisa dialami oleh siapa saja, meski paling sering terjadi pada anak-anak.

Baca juga: Inilah Cara Mengatasi Radang Tenggorokan

Berikut ini gejala sakit tenggorokan yang perlu diwaspadai, dan sebaiknya segera ke dokter jika mengalaminya:

  • Sakit tenggorokan memiliki onset cepat dan berhubungan dengan demam atau nyeri di bagian depan leher.
  • Sakit tenggorokan yang menyebabkan kesulitan menelan (bukan hanya nyeri saat menelan) atau bernapas.
  • Sakit tenggorokan berlangsung selama lebih dari seminggu.
  • Sedang hamil dan gejala sakit tenggorokan terasa parah atau tidak membaik dalam tiga hari.
  • Tidak bisa minum obat, jantung terasa berdebar, pusing terasa seperti melayang, lidah atau bibir membengkak.

Jika kamu mengalami sakit tenggorokan dengan ciri-ciri seperti itu, sebaiknya segera periksakan diri ke dokter di rumah sakit terdekat. Dengan begitu, dokter membantu menemukan penyebab pasti dari sakit tenggorokan yang dialami, dan melakukan pengobatan yang sesuai dengan kondisi. 

Referensi:
WebMD. Diakses pada 2020. Sore Throat? Find Out if It’s a Cold, Strep Throat, or Tonsillitis. 
Healthline. Diakses pada 2020. Persistent Sore Throat: No Fever, Cough, Causes, STD. 
Medical News Today. Diakses pada 2020. Sore throat: Causes, symptoms, and when to see a doctor.