Ad Placeholder Image

Alami Sesak Napas Akibat Asfiksia, Ini Prosedur untuk Mengatasinya

3 menit
Ditinjau oleh  dr. Rizal Fadli   04 November 2021

“Asfiksia tak hanya dapat menyebabkan sesak napas, tetapi bisa membahayakan nyawa. Penanganan bisa dilakukan dengan CPR, manuver Heimlich, terapi oksigen, hingga pemberian obat-obatan.”

Alami Sesak Napas Akibat Asfiksia, Ini Prosedur untuk MengatasinyaAlami Sesak Napas Akibat Asfiksia, Ini Prosedur untuk Mengatasinya

Halodoc, Jakarta – Namanya mungkin asing, tetapi asfiksia adalah kondisi yang harus diwaspadai karena bisa berakibat fatal. Kondisi ini terjadi ketika kadar oksigen dalam tubuh berkurang, yang menyebabkan kesadaran menurun dan nyawa pun terancam. 

Hal-hal yang bisa menyebabkan asfiksia sangat beragam. Bisa jadi karena tersedak, tercekik, tenggelam, atau terpapar bahan kimia berbahaya. Apapun penyebabnya, asfiksia perlu ditangani sesegera mungkin. Seperti apa penanganannya? Yuk simak pembahasannya!

Penanganan Sesak Napas Akibat Asfiksia

Penanganan yang bisa dilakukan untuk mengatasi sesak napas akibat asfiksia tergantung pada penyebabnya. Beberapa prosedur yang umum dilakukan adalah:

  1. Resusitasi Jantung Paru atau CPR

Resusitasi jantung paru, atau lebih dikenal dengan sebutan CPR, adalah prosedur yang umum dilakukan untuk mengatasi asfiksia. Prosedur ini melibatkan kompresi dada untuk meningkatkan sirkulasi darah dan oksigen dalam tubuh. Biasanya, CPR dilakukan ketika jantung berhenti berdetak.

  1. Manuver Heimlich

Ini adalah teknik pertolongan pertama yang biasa dilakukan untuk seseorang yang tersedak. Prosedurnya melibatkan dorongan perut di bawah diafragma, untuk mengeluarkan benda yang tersangkut di saluran udara seseorang.

  1. Terapi Oksigen

Seperti namanya, terapi ini merupakan proses pemberian bantuan oksigen ke paru-paru. Biasanya menggunakan beberapa alat, seperti ventilator, tabung pernapasan, dan masker atau tabung hidung yang menyediakan oksigen.

  1. Obat-obatan.

Selain berbagai prosedur tadi, dokter juga biasanya memberikan obat-obatan untuk mengatasi asfiksia. Terutama bila terjadi sebagai reaksi alergi, serangan asma parah, atau overdosis obat. 

Bisakah Kondisi Ini Dicegah?

Berlatih untuk lebih hati-hati dalam melakukan berbagai hal bisa jadi cara terbaik untuk mencegah asfiksia. Berikut ini beberapa upaya yang bisa dilakukan:

  • Untuk mencegah tenggelam, hindari berenang ketika cuaca buruk. Kenakan pelampung dan pelajari cara berenang bila perlu. Selalu awasi bayi dan anak-anak ketika di dekat air, termasuk bak mandi.
  • Untuk mencegah keracunan bahan kimia, pasang detektor karbon monoksida di rumah. Hindari penggunaan alat berbahan bakar bensin atau arang di dalam rumah.
  • Untuk mencegah anafilaksis, hindari makanan atau zat pemicu alergi. Saat makan di restoran, pastikan untuk memeriksa bahan-bahan yang digunakan.
  • Untuk mencegah asma kambuh dan menyebabkan sesak napas, pastikan untuk menjalani pengobatan sesuai yang diinstruksikan dokter. Bawalah obat dan inhaler ke mana pun pergi, serta hindari pemicu asma.
  • Untuk mencegah tersedak, hindari memasukkan benda asing ke dalam mulut. Saat makan, kunyah perlahan dan hindari berbicara. Selalu awasi anak-anak selama waktu makan. Pastikan mereka duduk tegak dan makan dalam potongan kecil.
  • Saat memakaikan baju pada bayi dan anak-anak, perhatikan tali di sekitar leher. Hindari membiarkan mereka bermain dengan pita, tali, atau senar. Jaga agar area tidur mereka bebas dari bahan yang lembut dan longgar.
  • Untuk mencegah sesak napas karena posisi tubuh yang salah saat tidur, tempatkan bayi dalam posisi telentang saat tidur. Pastikan hidung dan mulutnya tidak terhalang apapun.
  • Untuk mencegah asfiksia karena overdosis, gunakanlah obat-obatan sesuai dosis dan aturan pakai yang tertera pada kemasan.

Itulah pembahasan mengenai asfiksia, prosedur penanganan, dan upaya pencegahannya. Dapat diketahui bahwa asfiksia merupakan kondisi ketika tubuh kekurangan oksigen, dan ini berbahaya. 

Karena asfiksia bisa terjadi karena banyak hal, penting untuk lebih berhati-hati saat beraktivitas. Untuk mencegah hal ini terjadi pada bayi dan anak-anak, pastikan untuk selalu mengawasinya dan menjauhkan benda-benda berbahaya dari jangkauan. 

Ketika mengalami asfiksia, segera cari bantuan medis terdekat. Namun, bila mengalami masalah kesehatan lain, kamu bisa download aplikasi Halodoc untuk buat janji dengan dokter di rumah sakit terdekat, ya!

Referensi:
Healthline. Diakses pada 2021. What is Asphyxiation?
Medical News Today. Diakses pada 2021. What To Know About Asphyxiation.