• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Alasan Newborn Tidak Mengeluarkan Air Mata

Alasan Newborn Tidak Mengeluarkan Air Mata

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli

Halodoc, Jakarta – Bayi baru lahir tidak mengeluarkan air mata saat menangis, karena saluran air mata bayi masih berkembang setelah lahir. Hal itu normal jika bayi tidak meneteskan air mata selama beberapa bulan pertama.

Beberapa bayi yang baru lahir juga mengalami sumbatan dalam saluran air matanya yang berarti air mata bisa keluar, tetapi tidak dapat mengalir dengan baik. Air mata yang terkumpul dapat membuat cairan kuning lengket. Kondisi ini dapat diobati oleh dokter anak dengan obat tetes atau salep. Dokter juga akan mengajari ibu cara membersihkan mata bayi dan memijat saluran air mata, jika diperlukan.

Adakah Komplikasi dari Tidak Mengeluarkan Air Mata?

Pada bayi yang usianya lebih tua, gangguan pada saluran air mata dapat menyebabkan demam. Selain gangguan pada saluran air mata, menangis tanpa air mata bisa menjadi tanda dehidrasi. Bisa jadi dehidrasi menjadi penyebab anak menangis tanpa air mata, ketika anak demam diiringi muntah dan diare,

Jika demam bayi tidak kunjung turun, bayi bisa jadi mengalami tanda-tanda dehidrasi lain, seperti mulut atau urine yang sangat kering dan terlihat lebih gelap dan baunya lebih kuat dari biasanya. Saluran air mata yang tersumbat dapat datang dan pergi dan biasanya hilang pada saat bayi mencapai ulang tahun pertamanya. Jika tidak, dokter mata anak mungkin perlu melebarkan salurannya agar tidak terus menyumbat.

Baca juga: 7 Fakta Tentang Bayi Baru Lahir

Jika ibu punya pertanyaan lebih lebih lanjut mengenai gangguan saluran air mata pada bayi, tanyakan langsung di Halodoc. Dokter yang ahli di bidangnya akan berusaha memberikan solusi terbaik untuk ibu. Caranya, cukup download aplikasi Halodoc lewat Google Play atau App Store. Melalui fitur Contact Doctor orang tua bisa memilih mengobrol lewat Video/Voice Call atau Chat kapan dan di mana saja.

Seperti apa gejala lain pada bayi yang memiliki gangguan pada saluran air mata? Gejala utamanya adalah mata berair dengan air mata menggenang di sudut mata kemudian tumpah ke pipi. Hal ini terjadi, bahkan ketika bayi tidak menangis. Gejala dapat bertambah buruk saat bayi kedinginan atau selama cuaca dingin, seperti produksi air mata meningkat.

Kadang-kadang, mata bayi mungkin terlihat lengket atau berkerak ketika mereka bangun. Terkadang, mata mungkin terlihat agak merah muda yang mungkin merupakan tanda konjungtivitis atau radang penutup mata.

Baca juga: Pelukan Ayah pada Newborn Dapat Membangun Ikatan

Gangguan Mata yang Lain pada Anak

Penyempitan atau penyumbatan saluran air mata yang mengalirkan air mata dari mata ke hidung dapat menyebabkan penumpukan air mata. Orang tua dapat melihat gejalanya ketika terjadi peningkatan air mata yang mengalir di wajah anak. Berikut ini gangguan penyakit mata yang lain pada anak:

  1. Mata Merah Muda (Konjungtivitis)

Mata merah muda pada bayi baru lahir dapat disebabkan oleh infeksi, saluran air mata yang tersumbat, atau karena iritasi. Kondisi ini paling berbahaya ketika disebabkan oleh infeksi.

  1. Katarak

Ketika lensa mata berkabut, kondisi ini mungkin perlu dioperasi untuk mengangkat katarak. Seorang bayi dapat dilahirkan dengan katarak atau mengembangkan penyakit ini kedepannya.

  1. Strabismus (Mata Menyilang)

Kondisi ini biasanya terjadi pada bayi dengan kontrol otot mata yang buruk atau rabun dekat. Ketidaksejajaran mata pada bayi biasanya suatu kondisi yang disebut pseudostrabismus. Seiring dengan tumbuh besarnya, penampilan mata juling pada bayi ini biasanya akan hilang.

  1. Amblyopia (Mata Malas)

Penurunan penglihatan pada satu atau kedua mata mungkin membutuhkan perawatan untuk mata yang lebih intens. 

  1. Glaukoma

Gejala glaukoma masa kanak-kanak dan bawaan (hadir saat lahir) dapat meliputi robekan berlebih, mata berawan, kerewelan, dan sensitivitas terhadap cahaya. Tekanan mata yang meningkat, kerusakan saraf optik, dan kehilangan penglihatan yang potensial adalah masalah yang kerap muncul pada anak-anak yang menunjukkan gejala glaukoma.

  1. Retinoblastoma

Ini merupakan jenis kanker langka dan gejalanya dapat termasuk refleks pupil putih ketika disinari di mana kondisi normal pupil biasanya berwarna merah ketika terkena cahaya. 

Referensi:
Babycenter.uk. Diakses pada 2019. Is it normal for my baby to cry without tears?
Mirror.co.uk. Diakses pada 2019. Why newborn babies don't cry tears - no matter how much they scream.
Parenting First Cry. Diakses pada 2019. When Do Babies Usually Start Crying with Tears?