• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Ini Alasan Pecandu Alkohol Rentan Terkena Avascular Necrosis

Ini Alasan Pecandu Alkohol Rentan Terkena Avascular Necrosis

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli

Halodoc, Jakarta – Alkohol sudah dikenal sebagai minuman yang dapat memberikan dampak buruk bagi kesehatan. Apalagi bila dikonsumsi setiap hari secara berlebihan. Itulah mengapa para pecandu alkohol rentan terkena berbagai penyakit. Salah satunya adalah avascular necrosis. Yuk, simak alasan mengapa pecandu alkohol rentan terkena avascular necrosis di bawah ini.

Avascular necrosis adalah kondisi ketika jaringan tulang mati karena kurangnya suplai darah. Kondisi yang disebut juga osteonecrosis ini awalnya menyebabkan kerusakan kecil pada tulang, tetapi lama-kelamaan juga bisa menyebabkan kehancuran tulang. 

Siapa saja sebenarnya berisiko mengalami avascular necrosis, tetapi kondisi ini paling sering ditemukan pada orang yang berusia antara 30–50 tahun.

Baca juga: Ini Gejala Umum saat Terkena Avascular Necrosis

Penyebab Avascular Necrosis

Avascular necrosis terjadi ketika aliran darah ke tulang terganggu atau berkurang. Nah, pengurangan pasokan darah ke tulang ini dapat disebabkan oleh beberapa kondisi berikut:

  • Trauma Sendi atau Tulang

Cedera, seperti sendi terkilir dapat merusak pembuluh darah di sekitarnya, hingga akhirnya tulang tidak bisa mendapatkan pasokan darah yang dibutuhkan. Perawatan kanker yang melibatkan radiasi juga dapat melemahkan tulang dan merusak pembuluh darah.

  • Penumpukan Lemak di Pembuluh Darah

Lemak atau lipid dapat menyumbat pembuluh darah kecil, sehingga mengurangi aliran darah yang memberi nutrisi pada tulang.

  • Penyakit Tertentu

Penyakit, seperti anemia sel sabit dan penyakit Gaucher juga dapat menyebabkan berkurangnya aliran darah ke tulang. Namun, ada sekitar 25 persen kasus avascular nekrosis yang tidak diketahui penyebabnya.

Mengapa Pecandu Alkohol Rentan Terkena Avascular Necrosis?

Sebenarnya ada beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko avascular necrosis. Salah satu di antaranya adalah konsumsi alkohol berlebihan. Ini karena mengonsumsi beberapa minuman beralkohol sehari selama beberapa tahun dapat menyebabkan terbentuknya timbunan lemak di pembuluh darah yang dapat mengurangi aliran darah ke tulang. Inilah mengapa pecandu alkohol rentan terkena avascular necrosis.

Faktor Risiko Avascular Necrosis Lainnya

Selain konsumsi alkohol berlebihan, beberapa faktor lainnya yang juga dapat meningkatkan risiko avascular necrosis adalah:

  • Trauma. Seperti yang sudah disebutkan sebelumnya, mengalami cedera, seperti dislokasi pinggul atau patah tulang dapat membuat kamu berisiko mengalami avascular necrosis. 

  • Konsumsi Steroid. Penggunaan steroid dosis tinggi, seperti prednisone adalah penyebab umum dari avascular necrosis. Alasannya belum diketahui, tetapi salah satu hipotesis adalah bahwa kortikosteroid dapat meningkatkan kadar lipid dalam darah, sehingga mengurangi aliran darah.

  • Penggunaan Bifosfonat. Penggunaan jangka panjang obat-obatan untuk meningkatkan kepadatan tulang mungkin berkontribusi pada pengembangan osteonecrosis rahang. Komplikasi yang jarang terjadi ini dialami oleh beberapa orang yang menjalani pengobatan dengan obat-obatan dalam dosis tinggi untuk kanker, seperti multiple myeloma dan kanker payudara metastasis.

  • Perawatan Medis Tertentu. Terapi radiasi untuk kanker dapat melemahkan tulang. Menjalani transplantasi organ, terutama transplantasi ginjal juga dapat meningkatkan risiko avascular necrosis.

Baca juga: Kadar Kolesterol dan Hubungannya dengan Avascular Necrosis

Cara Mencegah Avascular Necrosis

Tidak ada cara yang lebih baik untuk mencegah avascular necrosis selain menghindari faktor yang menjadi penyebabnya. Jadi, bagi kamu yang terbiasa mengonsumsi alkohol secara berlebihan, cobalah untuk mulai mengurangi konsumsi alkohol. Memang tidak mudah untuk mengatasi kecanduan alkohol. Namun, bila kamu sudah menetapkan diri untuk berhenti minum dan bersedia mendapatkan dukungan yang kamu perlukan, niscaya kamu bisa pulih dari kecanduan zat tersebut.

Baca juga: Kecanduan Alkohol Tingkatkan Risiko Sindrom Mallory Weiss

Kamu juga bisa berdiskusi dengan dokter Halodoc mengenai cara-cara untuk berhenti minum alkohol. Melalui Video/Voice Call dan Chat, kamu bisa menghubungi dokter kapan dan di mana saja tanpa perlu ke luar rumah. Yuk, download aplikasi Halodoc sekarang juga di App Store dan Google Play.

Referensi:
Mayo Clinic. Diakses pada 2020. Avascular necrosis.