• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Alasan Pengidap Eksim Atopik Berisiko Terkena Pompholyx

Alasan Pengidap Eksim Atopik Berisiko Terkena Pompholyx

Ditinjau oleh: dr. Verury Verona Handayani
undefined

Halodoc, Jakarta - Gangguan kulit pompholyx merupakan suatu kondisi kulit yang dapat menyebabkan munculnya lepuh di telapak tangan dan kaki. Lepuhan pada telapak kaki dan tangan ini terasa gatal dan terkadang lepuhan berisi cairan,.

Lepuhan akibat pompholyx ini biasanya berlangsung selama sekitar dua hingga empat minggu. Selain itu, kondisi ini juga mungkin berkaitan dengan alergi musiman atau stres. Salah satu pemicu kondisi kulit ini yaitu dermatitis atopik. Beberapa orang dengan dermatitis atopik dapat mengembangkan pompholyx. 

Baca juga: Adakah Pencegahan untuk Pompholyx?

Penyebab Terjadinya Pompholyx pada Kulit

Sebenarnya belum diketahui secara pasti apa yang menyebabkan pompholyx. Hanya saja kondisi ini dapat dikaitkan dengan kelainan kulit yang serupa (dermatitis atopik), serta kondisi alergi seperti demam. Inilah beberapa faktor risiko yang mungkin mempengaruhi terjadinya pompholyx:

  • Stres. Pompholyx tampaknya mudah terjadi selama masa stres emosional maupun fisik. 
  • Paparan logam tertentu. Ini termasuk kobalt dan nikel, yang biasanya ada dalam lingkungan industri. 
  • Kulit sensitif. Orang yang mengalami ruam setelah kontak dengan iritasi tertentu lebih mungkin mengalami pompholyx. 
  • Dermatitis atopik. Beberapa orang dengan kondisi kulit dermatitis atopik dapat mengembangkan pompholyx. 

Lepuh kecil dan gatal merupakan tanda yang paling nyata terasa dari kondisi kulit pompholyx. Sebelum lepuh benar-benar muncul, mungkin akan terasa sensasi terbakar. Kulit di sekitar lepuh mungkin terasa lebih berkeringat dari biasanya, kuku menebal, dan berubah warna. 

Baca juga: Faktor yang Tingkatkan Risiko Pompholyx

Lepuh dapat hilang dalam 2 hingga 3 minggu. Namun, kulit di bawahnya bisa berubah warna kemerahan dan lunak untuk sementara waktu. Kondisi kulit pompholyx bisa ringan atau berat. Jika kamu memiliki kasus yang parah pada kaki, lecet yang diakibatkannya dapat membuat kamu kesulitan berjalan. Sementara itu, lepuh pada tangan akan membuat kamu kesulitan beraktivitas, seperti mengetik, memasak, atau mencuci piring. 

Hal yang perlu diwaspadai adalah terkadang lepuh bisa terinfeksi, terutama jika kamu sering menggaruknya. Tanda lepuh terinfeksi adalah rasa sakit, pembengkakan, krusta, dan lecet. 

Cara Mencegah Pompholyx

Bagi kebanyakan orang dengan pompholyx akan merasa  tidak nyaman dan gatal. Rasa sakit dan gatal dapat membatasi penggunaan tangan atau kaki. Menggaruknya secara intens hanya akan meningkatkan risiko infeksi bakteri pada kulit yang mengalami kondisi kulit ini. 

Meskipun belum ada cara pasti untuk mencegah eksim, rutinitas perawatan kulit yang baik dapat membantu melindungi kulit dari gangguan kondisi kulit di kemudian hari. Cara mencegah pompholyx ataupun eksim atopik meliputi:

  • Aplikasikan pelembap secara konsisten sesaat setelah mandi atau berendam. Ini dapat mencegah hilangnya kelembapan dan kekeringan yang berlebihan pada kulit. 
  • Kenakan pakaian lembut dan longgar yang terbuat dari serat alami, seperti katun. Hindari bahan pakaian yang dapat menyebabkan gatal atau menyulitkan kulit bernapas, termasuk wol. 
  • Hindari menggaruk area yang gatal, karena ini dapat merusak kulit dan justru memperburuk kondisi. 
  • Kurangi paparan alergen, seperti bulu hewan peliharaan dan serbuk sari 
  • Gunakan pelembap udara, terutama saat udara dingin dan kering. Ini akan menambah kelembapan udara, sehingga kulit pun terlindungi dari kekeringan. 

Baca juga: Kulit Gatal dan Terasa Terbakar, Waspada Pompholyx

Meskipun gangguan kesehatan kulit ini dapat sembuh sepenuhnya, kondisi ini bisa kambuh. Terutama karena penyebab pompholyx ini belum diketahui secara pasti. Jika kamu mengalami adanya gejala pompholyx, segeralah bicarakan pada dokter melalui aplikasi Halodoc untuk penanganan yang lebih tepat. Yuk, download aplikasinya sekarang!

Referensi:
Medical News Today. Diakses pada 2020. What is dyshidrotic eczema?
Healthline. Diakses pada 2020. Dyshidrotic Eczema.
Mayo Clinic. Diakses pada 2020. Dyshidrosis.