• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Anak Sering Buang Air Kecil, Apakah Berbahaya?

Anak Sering Buang Air Kecil, Apakah Berbahaya?

Ditinjau oleh: dr. Fadhli Rizal Makarim

Halodoc, Jakarta - Sebenarnya, buang air kecil menjadi proses yang alami terjadi dalam tubuh. Buang air kecil adalah keluarnya zat-zat yang sudah tidak diperlukan lagi di dalam tubuh dalam bentuk cairan. Proses ini tidak boleh ditahan, karena bisa menyebabkan terjadinya infeksi saluran kemih. 

Orang dewasa normal buang air kecil sebanyak 6 hingga 8 kali dalam sehari. Lalu, bagaimana dengan anak? Apakah normal jika ia sering buang air kecil? Frekuensi orang buang air kecil dalam sehari tidak sama, baik orang dewasa maupun anak-anak. Semakin besar usia, kecenderungan anak untuk buang air kecil semakin berkurang dibandingkan dengan ketika ia bayi. Kondisi ini terkait dengan membesarnya ukuran kandung kemih.

Normalkah Anak Sering Buang Air Kecil?

Selain karena usia dan pembesaran kantung kemih, frekuensi banyak sedikitnya buang air kecil pada anak dipengaruhi oleh aktivitas yang ia lakukan. Semakin aktif anak sehari-hari, maka keringat yang ia keluarkan semakin banyak. Dampaknya, ia semakin jarang buang air kecil, karena sekresi zat yang tidak dibutuhkan tubuh sudah dikeluarkan melalui keringat. 

Baca juga: Kenali 5 Penyebab Sering Buang Air Kecil

Faktor lain yang turut berpengaruh termasuk minuman yang dikonsumsi anak. Tentu saja, semakin sering ia minum, maka frekuensi buang air kecil semakin meningkat. Kondisi ini juga terjadi pada orang dewasa. Tidak hanya air putih, ada makanan dan minuman yang memiliki dampak pada peningkatan frekuensi buang air kecil. Ini termasuk minuman bersoda, buah tomat, jeruk, lemon, dan sitrus. Bahkan, stres dapat membuat anak sering buang air kecil. 

Jadi, sebenarnya tidak masalah jika anak sering buang air kecil, karena memang ada beberapa faktor yang turut berperan menjadi pemicunya. Frekuensi sering buang air kecil yang dialami anak pun biasanya akan berlangsung antara 1 sampai 3 hari. Selebihnya, kondisi ini akan kembali normal, alias anak tidak lagi sering buang air kecil. 

Kondisi Seperti Apa yang Membahayakan?

Lalu, kondisi yang seperti apa yang berbahaya untuk anak yang sering buang air kecil? Ternyata, jika anak terus buang air kecil lebih dari 10 kali dalam waktu 24 jam. Biasanya, ini mengindikasikan adanya infeksi saluran kencing. Kondisi ini perlu ibu waspadai, apalagi jika anak terus-menerus pipis tetapi tidak banyak minum. Hati-hati, karena ini memicu terjadinya dehidrasi. 

Baca juga: Sering Buang Air Kecil di Malam Hari, Berbahayakah?

Infeksi saluran kemih dan dehidrasi rentan terjadi pada anak. Biasanya, anak cenderung menahan keinginan untuk pipis dan masih belum terlalu memperhatikan apakah asupan cairan hariannya sudah sesuai dengan kebutuhan. Tentu saja, ini menjadi tugas ibu dan ayah. Cek warna urine sang buah hati. Apabila warnanya pekat, ini artinya Si Kecil kekurangan asupan cairan. Lalu, ketika mengajak anak berjalan-jalan ke luar rumah, jangan lupa bertanya apakah ia ingin buang air kecil, sehingga anak tidak menahan keinginan untuk pipis. 

Baca juga: Terlalu Sering Kencing, Indikasi Tubuh Tidak Sehat?

Kalau anak menunjukkan adanya tanda sering buang air kecil yang tidak biasa alias lebih dari 10 kali, ibu bisa membawanya ke dokter. Jangan lupa, gunakan aplikasi Halodoc untuk membuat janji dengan dokter di rumah sakit terdekat, agar ibu tidak perlu lagi mengantre dan sang buah hati bisa segera mendapatkan penanganan. 

Referensi: 
Livestrong. Diakses pada 2020. Normal Urinary Frequency per Day for Children.
Verywell Family. Diakses pada 2020. Frequent Urination and Your Child’s Health.
Summit Medical Group. Diakses pada 2020. Urination.