• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Apa Saja Hal yang Bisa Menyebabkan Siklotimia?

Apa Saja Hal yang Bisa Menyebabkan Siklotimia?

Ditinjau oleh: dr. Verury Verona Handayani
undefined

Halodoc, Jakarta - Siklotimia merupakan sebuah gangguan suasana hati yang langka. Siklotimia menyebabkan naik turunnya emosi, tapi tidak seekstrim gangguan bipolar. Dengan siklotimia, seseorang mengalami periode suasana hati bergeser naik dan turun melewati garis normal. 

Seseorang mungkin merasa berada di puncak emosi untuk sementara waktu, kemudian berpindah pada titik terendah ketika ia merasa agak sedih. Di antara kondisi siklotimia tinggi dan rendah ini, kamu mungkin merasa stabil dan baik-baik saja. Sebenarnya apa yang menjadi penyebab siklotimia? 

Penyebab Terjadinya Siklotimia

Sama seperti kebanyakan gangguan kesehatan mental, penyebab pasti siklotimia sebenarnya belum diketahui. Hanya saja komponen genetik dari siklotimia cukup kuat. Untuk kondisi siklotimia, depresi berat, gangguan perubahan suasana, serta riwayat keluarga menunjukkan risiko lebih besar untuk berkembang. 

Risiko berkembangnya siklotimia sebesar 2-3 kali lebih besar pada anak kembar identik yang didiagnosis dengan gangguan tersebut. Inilah yang menjadi penyebab bahwa genetik memiliki pengaruh kuat dari gangguan suasana hati. 

Baca juga: Deteksi Lebih Dini Gangguan Mental Skizofrenia

Faktor lingkungan juga bisa berkontribusi terhadap diagnosis siklotimia. Seperti halnya gangguan bipolar dan depresi berat, peristiwa kehidupan tertentu dapat meningkatkan peluang seseorang mengembangkan siklotimia. Ini termasuk pada hal-hal pelecehan fisik atau seksual atau pengalaman traumatis lainnya dan periode stres yang berkepanjangan. 

Kurang dari setengah orang yang hidup dengan gangguan siklotimia mengalami gangguan bipolar. Pada sebagian besar, siklotimia merupakan gangguan kronis yang tetap lazim terjadi sepanjang hidup. Namun, sebagian lainnya tampaknya dapat menghilang dengan sendirinya seiring berjalannya waktu. 

Siklotimia dapat berdampak pada rusaknya hubungan sosial, keluarga, pekerjaan, dan hubungan percintaan. Selain itu, impulsif yang berkaitan dengan gejala hipomanik dapat menyebabkan pilihan hidup yang buruk, masalah hukum, dan kesulitan keuangan. Seseorang yang mengidap gangguan siklotimia lebih cenderung melakukan penyalahgunaan zat. 

Untuk mengurangi efek negatif dari siklotimia di kehidupan sehari-hari, pengidap perlu minum obat sesuai petunjuk dokter, tidak menggunakan alkohol atau obat terlarang, serta mengelola suasana hati. Selain itu, tidur yang cukup dan berolahraga secara teratur dapat membantu perawatan gangguan ini. 

Baca juga: Lebaran dan Holiday Blues, Ini 4 Cara Menghadapinya

Gejala Seseorang Mengidap Siklotimia

Pada siklotimia, suasana hati berfluktuasi (naik-turun secara ekstrem) dari depresi ringan ke hypomania dan berulang seterusnya. Pada kebanyakan orang, pola suasana hati tidak teratur dan tidak dapat diprediksi. Hypomania atau depresi dapat berlangsung berhari-hari atau berminggu-minggu. 

Di antara suasana hati naik dan turun, seseorang mungkin memiliki suasana hati yang normal selama lebih dari sebulan, atau siklusnya bisa terus-menerus dari hipomanik ke depresi, tanpa adanya periode normal di antaranya. Dibandingkan dengan gangguan mood yang lebih serius, gejala siklotimia lebih ringan. Gejala depresi pada gangguan siklotimia tidak pernah mencapai kriteria untuk depresi berat. Suasana hati yang meningkat pun tidak pernah mencapai episode manik. 

Sklotimia sering kali tidak terlacak dan tidak diobati. Gejala yang dialami kebanyakan orang cukup ringan, sehingga mereka merasa tidak perlu mencari perawatan kesehatan mental. Gejala depresi dengan gangguan siklotimia biasanya lebih sering terjadi dan kondisinya tidak menyenangkan, bahkan melebihi gejala hipomania. Perasaan depresi atau ketidakstabilan biasanya yang menyebabkan orang dengan siklotimia mencari bantuan profesional.

Baca juga: Percaya Diri Berlebihan Ternyata Berbahaya, Ini Dampaknya

Jika kamu merasakan adanya gejala depresi dan membutuhkan bantuan profesional, kamu dapat menghubungi psikolog melalui aplikasi Halodoc. Yuk, segera download aplikasi Halodoc sekarang!

Referensi:
Psycom. Diakses pada 2020. Cyclothymia.
WebMD. Diakses pada 2020. Cyclothymia (Cyclothymic Disorder).
Mayo Clinic. Diakses pada 2020. Cyclothymia (cyclothymic disorder).