• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Apakah Benar Puasa Ampuh untuk Menurunkan Berat Badan?

Apakah Benar Puasa Ampuh untuk Menurunkan Berat Badan?

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli

Halodoc, Jakarta - Puasa di bulan Ramadan bisa menjadi momen yang tepat untuk menurunkan berat badan. Sambil beribadah, bobot tubuh pun bisa dipangkas. Lumayan kan, sambil menyelam minum air. Akan tetapi, tunggu dulu, benarkah puasa terbilang ampuh untuk menurunkan berat badan? 

Sebenarnya tak ada jawaban yang “seratus persen” benar untuk menjawab pertanyaan di atas. Yuk, simak ulasan di bawah ini untuk lebih lengkapnya. 

Baca juga:  Benarkah Buka Puasa dengan yang Manis Timbulkan Kantuk?

Glukosa dan Lemak Bahan Bakar Tubuh

Makanan punya salah satu fungsi penting bagi tubuh, yaitu menyediakan bahan bakar bagi tubuh. Bahan bakar sel-sel tubuh berasal dari asupan glukosa yang kita makan. Nantinya, tubuh akan melepaskan glukosa ke dalam darah dan menyalurkannya ke seluruh tubuh. 

Glukosa tak semua disalurkan, tubuh akan menyimpan sebagian glukosa sebagai glikogen (disimpan di dalam hati dan otot). Ketika persedian ini habis (kira-kira 8–12 jam tanpa makanan), tubuh akan membakar lemak sebagai sumber energi.

Boleh dibilang lemak menjadi sumber energi terakhir yang bisa digunakan tubuh sebagai bahan bakar. Nah, ketika lemak sudah digunakan atau terbakar, hal inilah yang membuat berat badan tubuh akan berkurang. Makanya jangan heran, bila berat badan akan menurun ketika tubuh sedang berpuasa. 

Pertanyaannya, efektifkah puasa untuk menurunkan berat badan? 

Baca juga: Hindari Makan Berlebihan saat Berbuka Puasa, Ini Sebabnya

Berat Badan Pasti Turun, Masa Sih?

Selain puasa di bulan Ramadhan, banyak orang menjajal puasa (tidak berkaitan dengan ibadah) sebagai cara menurunkan berat badan. Pertimbangannya jelas, karena tak ada asupan kalori yang masuk, bisa jadi puasa menjadi cara efektif untuk menurunkan berat badan.

Rasa-rasanya sih Puasa mungkin terlihat sebagai metode yang cukup efektif untuk menurunkan berat badan. Namun, benarkah faktanya demikian?

Ada berbagai rencana diet populer yang ditawarkan, mulai dari puasa 12 jam, 16 jam, hingga puasa 24 jam. Beberapa jenis diet mengharuskan seseorang untuk tetap mengonsumsi air putih selama berpuasa. Namun, ada juga yang memperbolehkan mengonsumsi minuman lain, asalkan dengan kalori rendah atau bahkan nol kalori. 

Akan tetapi, sayangnya tak semua orang beruntung memperoleh hasil yang diinginkan. Puasa tidak selalu lebih baik daripada metode penurunan berat badan lainnya, termasuk mengurangi asupan kalori harian dengan jumlah sedikit. Enggak percaya?

Ada studi menarik yang bisa kita simak. Studinya berjudul “Effect of Alternate-Day Fasting on Weight Loss, Weight Maintenance, and Cardioprotection Among Metabolically Healthy Obese Adults”, dimuat dalam Journal of the American Medical Association. Apa hasilnya?

Menurut riset tersebut, orang-orang dengan obesitas yang berpuasa sebentar atau dalam waktu tertentu (intermittent fasting) selama 12 bulan, kehilangan sedikit lebih banyak berat badan daripada mereka yang berdiet dengan cara yang lebih tradisional.

Baca juga: Tetap Fit di Bulan Puasa, Lakukan Gaya Hidup Sehat Ini

Masih mengutip riset di atas, orang yang memilih metode puasa untuk menurunkan berat badan, cenderung lebih mudah menyerah ketimbang mereka yang memilih cara lebih tradisional, seperti diet kalori

Para peneliti menyimpulkan, puasa mungkin lebih sulit untuk dipertahankan seiring waktu. Selain itu, para ahli juga mengkhawatirkan ajang “balas dendam” setelah berbuka. Tak menutup kemungkinan, nafsu makan yang berlebihan setelah berbuka, justru mengacaukan tujuan berpuasa, yaitu menurunkan berat badan. Alih-alih ingin menurunkan bobot tubuh, malah kenaikan berat badan yang justru diperoleh. 

Kesimpulannya, puasa memang bisa membantu seseorang untuk menurunkan berat badan. Akan tetapi, metode ini tak manjur bagi setiap individu. Banyak faktor yang berpengaruh, mulai dari kondisi fisik seseorang, pola makan yang diterapkan, hingga aktivitas fisik yang dilakukan.

Ingat, sejatinya tak ada cara tunggal untuk menurunkan berat badan. Setidaknya membutuhkan sinergi dari tiga faktor, yaitu pola makan, olahraga, dan istirahat.

Mau tahu lebih jauh mengenai hubungan puasa dan berat badan? Atau memiliki keluhan kesehatan lainnya selama puasa Ramadan? Kamu bisa kok bertanya langsung pada dokter ahli melalui aplikasi Halodoc. Lewat fitur Chat dan Voice/Video Call, kamu bisa mengobrol dengan dokter ahli kapan dan di mana saja tanpa perlu ke luar rumah. Yuk, download Halodoc sekarang juga di App Store dan Google Play!

Referensi:
Medical News Today. Diakses pada 2020. What happens if you fast for a day?
Journal of the American Medical Association (JAMA). Diakses pada 2020. Effect of Alternate-Day Fasting on Weight Loss, Weight Maintenance, and Cardioprotection Among Metabolically Healthy Obese Adults.