Ad Placeholder Image

Atasi Berak Batu: Cara Mudah Agar BAB Lancar Kembali.

Ditinjau oleh  Redaksi Halodoc   07 Mei 2026

Tips Mudah Atasi Berak Batu, BAB Jadi Lancar Lagi

Atasi Berak Batu: Cara Mudah Agar BAB Lancar Kembali.Atasi Berak Batu: Cara Mudah Agar BAB Lancar Kembali.

Berak Batu: Memahami Konstipasi dengan Feses Keras dan Kering

Istilah “berak batu” adalah cara umum masyarakat menggambarkan kondisi sembelit atau konstipasi yang parah, di mana feses menjadi sangat keras, kering, dan sering kali berbentuk seperti kerikil kecil. Kondisi ini membuat proses buang air besar (BAB) menjadi sangat sulit dan menyakitkan, disertai rasa tidak nyaman pada perut. Konstipasi jenis ini dapat terjadi akibat berbagai faktor yang memengaruhi pencernaan.

Penyebab Umum Berak Batu

Feses yang keras dan kering merupakan indikasi adanya gangguan pada sistem pencernaan. Beberapa penyebab paling umum yang mengakibatkan kondisi berak batu meliputi:

  • Kurang Asupan Serat. Serat berperan penting dalam menambah volume feses dan membuatnya lebih lunak, sehingga mudah bergerak di usus. Asupan serat yang tidak memadai dari buah-buahan, sayuran, dan biji-bijian dapat membuat feses sulit dibentuk dan menjadi keras.
  • Kurang Cairan (Dehidrasi). Tubuh yang kekurangan cairan akan cenderung menyerap lebih banyak air dari feses di usus besar. Akibatnya, feses menjadi kering, keras, dan sulit dikeluarkan. Minum air yang cukup sangat penting untuk menjaga konsistensi feses.
  • Kurang Aktivitas Fisik. Aktivitas fisik yang minim atau gaya hidup sedentari dapat memperlambat gerakan usus. Usus yang kurang aktif akan lebih lambat mendorong feses, memberikan lebih banyak waktu bagi air untuk diserap, sehingga feses mengeras.
  • Menunda Buang Air Besar. Kebiasaan menunda BAB saat dorongan muncul dapat menyebabkan feses tinggal lebih lama di usus besar. Semakin lama feses berada di sana, semakin banyak air yang diserap, dan semakin keras konsistensinya.
  • Faktor Lain. Stres dapat memengaruhi fungsi usus. Beberapa jenis obat-obatan, seperti obat antasida tertentu, diuretik, antidepresan, atau suplemen zat besi, juga dapat menyebabkan efek samping konstipasi. Selain itu, kondisi medis tertentu seperti masalah tiroid atau sindrom iritasi usus besar juga bisa menjadi pemicu.

Gejala Berak Batu

Seseorang yang mengalami kondisi berak batu umumnya merasakan beberapa gejala khas:

  • Feses sangat keras, kering, kecil-kecil, atau berbentuk seperti kerikil.
  • Kesulitan atau harus mengejan kuat saat buang air besar.
  • Rasa sakit atau tidak nyaman pada perut bagian bawah.
  • Perasaan BAB tidak tuntas, seperti masih ada sisa feses.
  • Frekuensi BAB yang sangat jarang, kurang dari tiga kali dalam seminggu.
  • Perut terasa kembung dan begah.

Cara Mengatasi Berak Batu

Mengatasi kondisi berak batu memerlukan perubahan gaya hidup dan terkadang bantuan medis. Langkah-langkah yang bisa dilakukan antara lain:

  • Tingkatkan Asupan Serat. Konsumsi makanan kaya serat seperti buah-buahan (pepaya, pisang, pir), sayuran hijau, sereal gandum utuh, dan kacang-kacangan. Peningkatan serat harus dilakukan secara bertahap untuk menghindari kembung.
  • Minum Air yang Cukup. Pastikan tubuh terhidrasi dengan baik dengan minum minimal 8 gelas air putih sehari. Cairan yang cukup membantu melunakkan feses.
  • Rutin Beraktivitas Fisik. Lakukan olahraga ringan hingga sedang secara teratur, setidaknya 30 menit setiap hari. Aktivitas fisik membantu merangsang gerakan usus.
  • Jangan Menunda BAB. Segera ke toilet saat ada dorongan untuk buang air besar. Menunda hanya akan membuat feses semakin keras.
  • Manajemen Stres. Lakukan teknik relaksasi seperti yoga, meditasi, atau aktivitas yang menyenangkan untuk mengurangi stres.
  • Konsultasi Medis. Jika perubahan gaya hidup tidak efektif atau konstipasi berlanjut, dokter mungkin merekomendasikan obat pelunak feses atau laksatif, namun penggunaannya harus sesuai anjuran medis.

Pencegahan Berak Batu

Pencegahan merupakan kunci untuk menghindari kondisi berak batu yang tidak nyaman. Cara terbaik untuk mencegahnya adalah dengan menerapkan gaya hidup sehat secara konsisten:

  • Membiasakan diri mengonsumsi makanan tinggi serat setiap hari.
  • Memastikan asupan cairan harian tercukupi.
  • Aktif bergerak dan berolahraga secara teratur.
  • Merespons dorongan BAB secepatnya.
  • Hindari konsumsi makanan olahan tinggi lemak dan rendah serat.

Kapan Harus ke Dokter?

Meskipun berak batu seringkali dapat diatasi dengan perubahan gaya hidup, ada beberapa kondisi yang mengharuskan seseorang untuk segera mencari bantuan medis. Segera konsultasikan dengan dokter jika mengalami:

  • Konstipasi parah yang berlangsung lebih dari dua minggu dan tidak membaik dengan penanganan mandiri.
  • Adanya darah pada feses atau perdarahan rektal.
  • Nyeri perut yang hebat atau kram yang parah.
  • Penurunan berat badan tanpa sebab yang jelas.
  • Konstipasi yang disertai demam atau muntah.

Kesimpulan: Pentingnya Perhatian Terhadap Kesehatan Pencernaan

Kondisi berak batu atau konstipasi dengan feses keras adalah masalah pencernaan yang umum namun bisa sangat mengganggu. Memahami penyebabnya, seperti kurang serat, cairan, dan aktivitas fisik, merupakan langkah awal untuk penanganan yang tepat. Menerapkan perubahan gaya hidup sehat seperti meningkatkan asupan serat dan cairan, serta rutin berolahraga, adalah solusi yang efektif.

Jika kondisi berak batu tidak membaik atau disertai gejala mengkhawatirkan, sangat dianjurkan untuk segera berkonsultasi dengan profesional medis. Melalui aplikasi Halodoc, dapat dengan mudah berbicara dengan dokter, mendapatkan resep, atau membuat janji temu untuk pemeriksaan lebih lanjut guna memastikan kesehatan pencernaan tetap optimal.