• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Awas, 4 Penyakit Ini Sering Kambuh saat Puasa

Awas, 4 Penyakit Ini Sering Kambuh saat Puasa

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli

Halodoc, Jakarta – Tidak lama lagi, umat Islam di seluruh dunia akan menyambut bulan Ramadan dan menjalani ibadah puasa. Secara umum, menjalani puasa disebut bisa memberi manfaat yang baik dan menyehatkan tubuh. Namun hati-hati, salah menerapkan pola makan selama bulan puasa malah bisa meningkatkan risiko berbagai penyakit menyerang. 

Saat berpuasa, pola makan akan mengalami perubahan. Umat Islam wajib menahan haus dan lapar mulai dari terbitnya matahari, hingga terbenam matahari. Artinya, jam makan dan minum yang masuk ke dalam tubuh pun akan mengalami perubahan. Lantas, apa saja gangguan kesehatan yang mungkin muncul selama seseorang menjalani ibadah puasa? Simak pembahasannya di bawah ini!

Baca juga: Biar Enggak Lemas Saat Puasa, Ikuti 4 Tips Ini

Gangguan Kesehatan saat Puasa 

Menjalani puasa adalah hal yang wajib dijalani oleh seorang muslim. Selain memiliki hukum wajib, berpuasa ternyata menyimpan banyak rahasia yang baik untuk tubuh. Berpuasa disebut bisa menjadi “detoks” untuk organ-organ tubuh, menstabilkan tekanan darah, hingga baik untuk kesehatan kulit. Namun, pola makan yang salah selama berpuasa malah bisa meningkatkan risiko penyakit muncul.

Ada beberapa jenis penyakit yang sering kambuh akibat pola makan yang salah selama bulan puasa. Setelah seharian menahan lapar dan haus, seseorang sering kalap alias makan dan minum secara berlebihan saat berbuka puasa. Tidak hanya itu, makanan dan minuman yang dikonsumsi pun seringnya sembarangan dan tidak menyehatkan. 

Ada kebiasaan makan yang sering muncul saat berbuka puasa, seperti konsumsi makanan berlemak, kurang makan serat, serta hanya mengonsumsi minuman manis dan tidak minum cukup air putih. Kebiasaan-kebiasaan itulah yang bisa meningkatkan risiko gangguan kesehatan, seperti:  

  • Penyakit Asam Lambung 

Penyakit asam lambung, seperti GERD atau mag sangat rentan kambuh saat bulan puasa. Ada berbagai kebiasaan yang bisa memicu penyakit ini kambuh, di antaranya kebiasaan melewatkan makan sahur, makan berlebihan saat berbuka puasa, konsumsi makanan pedas atau asam saat sahur dan berbuka, serta terlalu banyak konsumsi minuman kafein. 

Gejala yang sering muncul sebagai tanda penyakit ini bisa terasa menyakitkan dan mengganggu. Penyakit asam lambung ditandai dengan nyeri ulu hati, bersendawa, serta perut kembung karena dipenuhi gas. 

Baca juga: Asam Lambung Naik saat Puasa? Begini Cara Mencegahnya

  • Diare 

Tidak hanya menyebabkan asam lambung naik, makan sembarangan juga bisa meningkatkan risiko penyakit diare muncul. Umumnya, diare muncul akibat kebiasaan tidak menjaga kebersihan makanan dan tidak mencuci tangan sebelum makan. Penyakit ini juga berisiko kambuh karena kebiasaan mengonsumsi makanan yang terlalu pedas saat sahur dan berbuka puasa.

  • Tifus 

Selain diare, mengonsumsi makanan yang tidak terjaga kebersihannya juga bisa meningkatkan risiko penyakit tifus. Penyakit ini disebabkan oleh infeksi Salmonella typhi yang terdapat pada makanan atau minuman terkontaminasi. Bakteri ini masuk ke dalam saluran cerna dan berkembang biak, kemudian menimbulkan gejala berupa demam tinggi, nyeri perut, serta sembelit atau diare.

  • Sakit Kepala 

Sakit kepala dan pusing bisa menjadi gejala penyakit yang sering muncul selama menjalani puasa. Umumnya, kondisi ini disebabkan oleh dehidrasi alias kurang cairan di dalam tubuh. Risiko dehidrasi meningkat akibat tubuh kehilangan lebih banyak cairan daripada cairan yang masuk. Dehidrasi bisa menyebabkan rasa haus berlebih, mulut dan kulit kering, kelelahan, urine berwarna lebih gelap dan berbau, pusing, demam, hingga sistem imun menurun. 

Baca juga: Puasa Bermanfaat Bagi Kesehatan, Ini Buktinya

Cari tahu lebih lanjut seputar tips menjaga kesehatan selama bulan puasa dengan bertanya kepada dokter di aplikasi Halodoc. Dokter bisa dengan mudah dihubungi melalui Video/Voice Call dan Chat kapan dan di mana saja. Dapatkan informasi kesehatan dan tips sehat berpuasa dari dokter terpercaya. Yuk, download Halodoc sekarang di App Store dan Google Play! 

Referensi:
NCBI. Diakses pada 2020. Is Ramadan fasting related to health outcomes? A review on the related evidence.
Cleveland Clinic. Diakses pada 2020. Fasting: How Does It Affect Your Heart and Blood Pressure?
Healthline. Diakses pada 2020. Diarrhea During Fasting and Other Side Effects.
Web MD. Diakses pada 2020. Is Fasting Healthy?
Hamad. Diakses pada 2020. Fasting and the risk of dehydration during Ramadan.