• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Ibu, Ketahui Bahaya Bayi Terlalu Lama Menonton

Ibu, Ketahui Bahaya Bayi Terlalu Lama Menonton

Ditinjau oleh: dr. Fadhli Rizal Makarim

Halodoc, Jakarta - Fenomena pemberian gawai pada balita kini sepertinya sudah tidak lagi asing terasa. Perkembangan teknologi yang pesat, disusul dengan aktivitas yang padat membuat beberapa orangtua memutuskan untuk memberikan gawai pada sang buah hati sebagai sarana hiburan. Alasannya sederhana, mengatasi rasa bosan dan rewel ketika ibu atau ayah harus bekerja. 

Namun, tahukah ibu jika hal tersebut sebenarnya tidak dianjurkan? Pemberian gawai terlalu dini pada anak, yang mengakibatkan anak terlalu lama berinteraksi dengan benda canggih ini memicu munculnya dampak negatif yang mengarah pada gejala yang mirip dengan autisme

Dikutip dari studi terbaru yang dipublikasikan dalam JAMA Pediatrics, usia bayi yang menginjak 12 bulan dan dibiarkan berinteraksi terlalu lama dengan benda elektronik yang lebih berisiko mengalami gejala mirip autisme ini. Efeknya tidak langsung terlihat, melainkan bisa muncul dua tahun kemudian. 

Baca juga: Tips Bijak Mengatur Penggunaan Gadget pada Anak

Analisis dilakukan dengan bertanya pada pengasuh dan orangtua pada usia bayi antara 12 hingga 18 bulan. Metode studi dilakukan dengan Modified Checklist for Autism in Toddlers (M-CHAT). Hasilnya bisa dibilang mengejutkan, karena ternyata akses pada gawai yang terlalu lama atau terlalu sering memiliki risiko 4 persen lebih besar untuk mengalami gejala yang mirip dengan autisme. 

Sementara itu, anak dengan usia yang sama yang lebih suka bermain, membaca, atau tidak berinteraksi dengan gawai memiliki risiko yang lebih rendah untuk mengalami gejala yang sama hingga 9 persen. Gejala utamanya mengarah pada ketertarikan anak yang dinilai kurang untuk berinteraksi dengan lingkungan sosial atau orang lain di sekitarnya. 

Baca juga: Bahaya Kecanduan Gadget pada Anak Milenial

Dampak Lain Penggunaan Gawai pada Anak

Tidak hanya mengacu pada munculnya gejala yang mirip dengan autisme, orangtua harus mengetahui bahwa penggunaan gawai yang terlalu lama atau berlebihan pada balita, terlebih remaja tidak pernah memberikan dampak yang positif. Beberapa efek lain yang mungkin terjadi, yaitu:

  • Gangguan Tidur

Dilansir dari laman Parenting Firstcry, interaksi yang terlalu lama pada gawai membuat anak mengalami gangguan tidur yang mengarah pada kebiasaan begadang. Pasalnya, anak terbangun lebih lama untuk mengobrol atau chatting dengan teman, mengakses laman sosial media, bahkan bermain gim. 

  • Gangguan pada Aktivitas Otak

Fungsi ponsel yang paling utama ada pada gelombang elektromagnetik yang mengatur segala bentuk komunikasi yang terjalin. Otak memiliki impuls listrik sendiri dan komunikasi dilakukan dalam jaringan saraf. Pada anak, gelombang dari gawai ini dapat dengan mudah menembus ke dalam bagian otak karena tidak adanya pelindung yang kuat. 

Baca juga: Perlu Tahu, Inilah Pengaruh Gadget pada Perkembangan Anak

  • Memicu Terbentuknya Tumor

Anak-anak yang memiliki kecenderungan untuk menggunakan ponsel untuk waktu lama memiliki risiko lebih tinggi mengalami tumor, terutama pada area telinga dan otak. Pasalnya, tulang, jaringan, dan lapisan pelindung untuk organ seperti otak masih sangat tipis pada anak. Oleh karena itu, organ ini akhirnya menyerap lebih dari 60 persen radiasi yang dipancarkan dari ponsel. 

American Academy of Pediatrics merekomendasikan, untuk anak-anak di bawah 18 bulan, hindari penggunaan media layar kecuali dari video call. Ketika anak-anak berusia 18 hingga 24 bulan, orangtua harus mendampingi anak ketika mengenalkan gawai. Anak-anak berusia 2 sampai 5 tahun, batasi penggunaan gawai 1 jam per hari dan orangtua harus membantu anak memahami apa yang mereka lihat.

Selain itu, bagi anak-anak berusia 6 tahun atau lebih tua, berikan batasan yang konsisten untuk penggunaan gawai setiap harinya, yaitu paling lama 2 jam. Pastikan gawai tidak menggantikan waktu tidur anak dan tidak membatasi aktivitas fisik yang ia lakukan.

Jika anak mengalami gejala yang tidak biasa pada tubuhnya, tanyakan pada dokter ahli anak tindakan penanganan yang tepat atau berobat langsung ke rumah sakit terdekat. Pakai aplikasi Halodoc ya, bu, karena ibu bisa lebih mudah berobat ke rumah sakit atau chat dengan dokter kapan saja. 



Referensi: 
MomJunction. Diakses pada 2020. 4 Harmful Effects of Mobile Phones on Kids.
American Academy of Pediatrics. Diakses pada 2020. American Academy of Pediatrics Announces New Recommendations for Children's Media Use.
Parenting Firstcry. Diakses pada 2020. 8 Harmful Effects of Mobile Phones on Children.
JAMA Pediatrics. Diakses pada 2020. Association of Early-Life Social and Digital Media Experiences with Development of Autism Spectrum Disorder-Like Symptoms.