Ad Placeholder Image

Baking Soda dan Baking Powder, Ketahui Perbedaan dan Manfaatnya

8 menit
Ditinjau oleh  Redaksi Halodoc   09 Juni 2026

Baik baking soda maupun baking powder sama-sama bermanfaat dalam proses pembuatan kue, tetapi keduanya tidak bisa saling menggantikan karena dapat memengaruhi cita rasa makanan.

Baking Soda dan Baking Powder, Ketahui Perbedaan dan ManfaatnyaBaking Soda dan Baking Powder, Ketahui Perbedaan dan Manfaatnya

DAFTAR ISI


Baking powder adalah salah satu bahan paling umum yang ditemukan di dapur di seluruh dunia. Tanpa kehadiran bubuk putih halus ini, kue-kue yang kita nikmati tidak akan memiliki tekstur yang ringan dan empuk. Namun, bagi banyak orang, baking powder tetap menjadi misteri kimiawi. Apa sebenarnya zat ini, dan bagaimana dampaknya bagi kesehatan manusia jika dikonsumsi dalam jangka panjang atau digunakan untuk tujuan lain di luar memasak?

Sebagai seorang apoteker, saya sering menerima pertanyaan mengenai penggunaan bahan-bahan dapur untuk keperluan kesehatan, seperti meredakan asam lambung atau sebagai masker wajah DIY. Penting untuk memahami bahwa meskipun baking powder dianggap aman (GRAS – Generally Recognized as Safe) oleh otoritas pangan, ia memiliki sifat kimiawi tertentu yang dapat memengaruhi keseimbangan tubuh, terutama jika kamu memiliki kondisi medis tertentu seperti hipertensi atau gangguan ginjal.

Dalam artikel ini, kita akan mengupas tuntas apa itu baking powder, bagaimana cara kerjanya sebagai agen pengembang, serta risiko dan manfaatnya dari perspektif medis. Memahami bahan ini akan membantu kamu membuat keputusan yang lebih bijak dalam diet harian dan perawatan tubuh.

Nah, mau tahu lebih lanjut mengenai fakta kesehatan di balik bahan pengembang ini? Berikut ulasannya!

Apa itu Baking Powder?

Baking powder adalah agen ragi kimia lengkap yang digunakan untuk memberikan volume dan tekstur ringan pada makanan panggang. Secara komposisi, baking powder mengandung basa (biasanya natrium bikarbonat), asam (seperti krim tartar atau natrium aluminium sulfat), dan agen pengering (biasanya pati jagung) untuk mencegah kedua bahan tersebut bereaksi sebelum waktunya.

Tidak seperti ragi biologis yang membutuhkan waktu berjam-jam untuk memfermentasi gula dan menghasilkan gas, baking powder bekerja hampir seketika saat terkena kelembapan dan panas. Keberadaannya sangat krusial dalam pembuatan muffin, pancake, biskuit, dan kue kering. Tanpanya, adonan akan menjadi padat dan keras.

Perbedaan Utama: Baking Powder vs Baking Soda

Seringkali orang bingung membedakan keduanya, padahal secara kimiawi mereka berbeda. Baking soda adalah natrium bikarbonat murni. Agar bisa bekerja, baking soda membutuhkan bahan tambahan yang bersifat asam (seperti yogurt, lemon, atau cuka) untuk memicu pelepasan gas karbon dioksida.

Sebaliknya, baking powder sudah mengandung komponen asam di dalamnya. Jadi, kamu hanya perlu menambahkan cairan (seperti air atau susu) untuk memicu reaksinya. Jika kamu tidak sengaja menukar keduanya dalam resep, hasilnya bisa gagal total: adonan mungkin tidak mengembang atau meninggalkan rasa pahit seperti logam di lidah.

Kandungan Kimia dan Cara Kerja dalam Tubuh

Baking powder bekerja melalui reaksi asam-basa. Ketika terpapar air, natrium bikarbonat bereaksi dengan garam asam untuk melepaskan gas karbon dioksida. Gas ini terperangkap dalam adonan, membentuk gelembung-gelembung kecil yang kemudian mengembang saat dipanaskan di oven.

Dari sisi farmakologi, natrium bikarbonat yang terkandung di dalamnya bersifat antasida, yang berarti dapat menetralkan asam. Namun, karena baking powder juga mengandung residu garam asam dan pati, ia tidak boleh digunakan secara sembarangan sebagai pengganti obat maag medis. Jika kamu mengalami masalah lambung kronis, sangat disarankan untuk konsultasi ke dokter Halodoc yang tersedia 24 jam guna mendapatkan diagnosis yang tepat daripada melakukan pengobatan mandiri dengan bahan dapur.

Tips Memilih Baking Powder yang Lebih Sehat
  1. Pilih varian “Aluminum-Free” untuk menghindari asupan logam aluminium yang berlebihan.
  2. Gunakan secukupnya sesuai resep, karena konsumsi berlebih dapat mengganggu keseimbangan elektrolit.
  3. Simpan di tempat sejuk dan kering agar daya kembangnya tetap terjaga secara optimal.

Aspek Kesehatan: Kadar Natrium dan Tekanan Darah

Salah satu kekhawatiran terbesar bagi praktisi kesehatan terkait konsumsi produk yang mengandung baking powder adalah kadar natriumnya. Satu sendok teh baking powder mengandung sekitar 480 mg natrium. Bagi penderita hipertensi atau penyakit jantung, jumlah ini cukup signifikan karena kontribusinya terhadap batas harian konsumsi natrium (sekitar 2.300 mg per hari untuk orang dewasa sehat).

Natrium yang tinggi dapat menyebabkan retensi cairan dalam tubuh, yang meningkatkan beban kerja jantung dan tekanan pada pembuluh darah. Oleh karena itu, bagi kamu yang sedang menjalani diet rendah garam, perhatikan konsumsi makanan olahan atau kue-kue yang menggunakan bahan pengembang kimia secara masif.

Efek Baking Powder terhadap Sistem Pencernaan

Dalam jumlah kecil di makanan, baking powder umumnya tidak menyebabkan masalah. Namun, pada beberapa individu yang sensitif, gas yang dihasilkan oleh reaksi kimia ini di dalam perut dapat menyebabkan kembung (bloating) atau sering bersendawa. Ini terjadi karena pelepasan gas karbon dioksida yang cepat di lingkungan asam lambung.

Selain itu, penggunaan baking powder sebagai “pengobatan rumahan” untuk meredakan mulas sangat tidak dianjurkan oleh para ahli medis. Kandungan asam tambahan dan pati jagung di dalamnya bisa memperburuk kondisi iritasi lambung pada sebagian orang. Untuk mengatasi gejala gangguan lambung dengan aman, kamu bisa beli obat online di Halodoc yang memang diformulasikan khusus untuk menetralisir asam lambung tanpa efek samping bahan tambahan makanan.

Bahaya Penggunaan Baking Powder untuk Kulit dan Wajah

Ada tren di media sosial yang menyarankan penggunaan baking powder atau baking soda sebagai eksfoliator wajah atau penghilang jerawat. Sebagai profesional kesehatan, saya harus memperingatkan bahwa ini sangat berbahaya bagi kesehatan kulit. Kulit manusia memiliki pH alami sekitar 4,5 hingga 5,5 (sedikit asam) untuk menjaga skin barrier.

Baking powder bersifat basa (alkali) dengan pH sekitar 8 hingga 9. Mengaplikasikannya langsung ke kulit akan merusak lapisan pelindung alami kulit, menyebabkan iritasi parah, kemerahan, kulit mengelupas, hingga infeksi bakteri. Kulit yang kehilangan keasamannya akan lebih rentan terhadap serangan patogen dan dehidrasi kronis.

Studi Mengenai Keamanan Bahan Pengembang

The American Journal of Clinical Nutrition menerbitkan studi yang menjelaskan bahwa asupan natrium tersembunyi dari bahan tambahan makanan seperti ragi kimia dapat berkontribusi signifikan terhadap risiko penyakit kardiovaskular jika tidak dipantau.

Penelitian tersebut menekankan pentingnya membaca label nutrisi, bahkan pada bahan-bahan dasar kue. Konsumsi makanan yang tinggi natrium dari berbagai sumber, termasuk baking powder, terbukti berkorelasi dengan peningkatan tekanan darah sistolik pada kelompok lanjut usia.

Kesimpulannya, baking powder adalah penemuan luar biasa dalam dunia kuliner yang memberikan kemudahan dalam membuat makanan. Meski begitu, penggunaannya harus tetap proporsional dan tidak disalahgunakan untuk keperluan medis atau kecantikan tanpa pengawasan ahli.

Jika kamu merasa memiliki reaksi negatif setelah mengonsumsi makanan tertentu atau ragu mengenai keamanan suatu bahan tambahan bagi kondisi kesehatanmu, jangan ragu untuk bertanya pada ahlinya. Kamu bisa mendapatkan informasi lebih lanjut atau obat-obatan pendukung dengan praktis di Toko Kesehatan Halodoc.

Selain itu, kamu juga bisa berkonsultasi dengan dokter terkait masalah pencernaan atau kulit yang sedang dialami melalui aplikasi Halodoc kapan saja.

Referensi:
Mayo Clinic. Diakses pada 2026. Sodium: How to tame your salt habit.
Healthline. Diakses pada 2026. Baking Soda vs. Baking Powder: What’s the Difference?.
Cleveland Clinic. Diakses pada 2026. Why You Should Never Use Baking Soda on Your Skin.
NCBI – PubChem. Diakses pada 2026. Sodium Bicarbonate Compound Summary.

FAQ

1. Apakah baking powder bisa kadaluwarsa?

Ya, baking powder bisa kehilangan efektivitasnya setelah 6-12 bulan. Untuk mengetesnya, campurkan satu sendok teh bubuk ke dalam air panas. Jika tidak berbuih atau berbusa, berarti sudah tidak aktif.

2. Apakah baking powder mengandung gluten?

Sebagian besar baking powder bebas gluten karena menggunakan pati jagung sebagai agen pengering. Namun, selalu cek label kemasan untuk memastikan tidak ada kontaminasi silang gandum.

3. Bolehkah ibu hamil mengonsumsi makanan yang mengandung baking powder?

Boleh, selama dalam batas wajar. Namun, karena ibu hamil sering mengalami retensi cairan dan pembengkakan, membatasi natrium (termasuk dari baking powder) sangat dianjurkan.

4. Apa pengganti baking powder jika sedang habis?

Kamu bisa menggunakan campuran baking soda dengan krim tartar (perbandingan 1:2) atau menggunakan air soda (seltzer water) sebagai pengganti cairan dalam resep tertentu.


Punya Keluhan Kesehatan atau Bingung Mengenai Kandungan Makanan? Tanya ke HILDA Dulu!

Kamu punya keluhan kesehatan setelah mengonsumsi makanan tertentu, tapi bingung mulai dari mana? Tidak perlu bingung! Kini, kamu bisa coba tanya [HILDA](https://halodoc.onelink.me/cQvV/63hms9yn)!

HILDA ([Halodoc Intelligent Digital Assistant](https://halodoc.onelink.me/cQvV/63hms9yn)) adalah asisten AI dari Halodoc yang siap membantu menjawab pertanyaan kesehatan umum, kasih gambaran langkah awal, dan arahin kamu ke pilihan dokter yang sesuai dengan kebutuhan.

[HILDA](https://www.halodoc.com/hilda) akan memandu kamu dalam memilih dokter spesialis yang tepat, menemukan obat yang dibutuhkan, dan menemukan layanan yang relevan.

HILDA dapat menjawab pertanyaan umum tentang Halodoc dan berbagi informasi kesehatan umum yang kamu butuhkan.

Hal yang perlu diingat, HILDA tidak digunakan untuk menggantikan saran medis dari dokter, ya.