• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Benarkah Anemia Bisa Menghambat Program Hamil?

Benarkah Anemia Bisa Menghambat Program Hamil?

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli
undefined

Halodoc, Jakarta - Anemia merupakan kondisi saat tubuh tidak memiliki sel darah merah yang cukup untuk mengantarkan oksigen ke seluruh organ di dalam tubuh. Kondisi ini menjadi salah satu masalah bagi wanita yang ingin merencanakan kehamilan. Salah satu asupan penting guna mencegah anemia adalah zat besi

Wanita yang tengah merencanakan kehamilan dan kekurangan zat besi berisiko mengalami anovulasi atau tubuh tidak melepaskan sel telur. Jika ovulasi tidak terjadi secara teratur, maka peluang untuk hamil menjadi semakin kecil. Ini fakta anemia dapat menghambat program hamil yang dilakukan, serta makanan pencegah anemia yang harus dikonsumsi wanita yang tengah merencanakan kehamilan.

Baca juga: Anemia pada Janin Dapat Ditangani dengan Transfusi Darah

Ini Fakta Anemia Dapat Menghambat Program Hamil

Susah hamil karena anemia dapat terjadi karena jumlah zat besi yang rendah memengaruhi kualitas sel telur. Jika sel telur yang dilepaskan kurang sehat atau tidak memiliki kualitas yang baik, maka proses pembuahan akan terganggu. Kemungkinan lainnya adalah, pembuahan bisa saja berhasil, tetapi kehamilan tidak dapat bertahan lama.

Anemia prakehamilan menjadi salah satu faktor utama dalam kasus keguguran, atau janin meninggal dalam kandungan. Salah satu hal yang menjadi pemicunya adalah, kadar zat besi yang rendah dalam tubuh. Rendahnya zat besi dalam tubuh dapat menurunkan peluang kehamilan hingga 60 persen. Oleh karena itu, jika kamu tengah merencanakan kehamilan, pastikan untuk mencukupi kebutuhan zat gizi harian, ya.

Baca juga: Makan Kerang Hijau Bisa Mencegah Anemia, Ini Faktanya

Makanan Pencegah Anemia untuk Wanita dengan Promil

Wanita yang berusia 19−50 tahun membutuhkan zat besi sebanyak 18 miligram per hari. Jumlah akan meningkat saat wanita mengalami kehamilan, yaitu minimal 27 miligram per hari. Anemia membuat wanita susah untuk memiliki momongan. Oleh karena itu, pastikan untuk mencukupi asupan zat gizi harian dengan mengonsumsi beberapa jenis makanan berikut ini, ya.

  • Bayam. Bayam adalah sumber zat besi yang baik bagi tubuh. Dalam semangkuk bayam, memiliki 6,5 miligram zat besi. Bukan itu saja, bayam juga mengandung kalsium, serat, protein, vitamin A, dan vitamin E. 
  • Tomat. Selain zat besi, tomat mengandung vitamin C yang mampu membantu kelancaran proses penyerapan zat besi dalam tubuh.
  • Telur. Konsumsi telur ayam tidak boleh terlalu banyak, cukup 1 butir per hari saja. Hal tersebut dikarenakan, telur memiliki kandungan kolesterol yang tidak baik bagi tubuh.
  • Daging merah. Selain zat besi, daging merah mengandung protein, omega-3 dan vitamin B kompleks yang baik menambah sel darah merah.

Baca juga: Bayi Terserang Anemia, Apakah Berbahaya?

Itulah fakta mengenai anemia dapat menghambat program kehamilan, serta makanan pencegah anemia yang harus dikonsumsi. Jika kamu ingin menunjang kesehatan dengan mengonsumsi suplemen atau multivitamin tambahan, silahkan download aplikasi Halodoc, dan gunakan fitur “beli obat” di dalamnya, ya. Tidak perlu repot keluar rumah, obat akan di antar ke tempat tujuan.

Referensi:
Mayo Clinic. Diakses pada 2021. Iron deficiency anemia during pregnancy: Prevention tips.
Hematology.org. Diakses pada 2021. Anemia and Pregnancy.
Healthline. Diakses pada 2021. How to Increase Your Red Blood Cell Count.