• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Benarkah Parfum Pheromone Bisa Memikat Lawan Jenis?

Benarkah Parfum Pheromone Bisa Memikat Lawan Jenis?

Ditinjau oleh: Redaksi Halodoc
undefined

Halodoc, Jakarta – Beberapa waktu belakangan ini, parfum pheromone sedang sangat digandrungi. Menurut kabar, parfum ini ampuh untuk memikat lawan jenis. Begitu populer melalui laman media sosial, apakah benar parfum terbaru ini efektif untuk memikat lawan jenis saat digunakan? Sebenarnya, apa itu pheromone dan bagaimana cara kerjanya?

Sekilas Tentang Pheromone dan Fungsinya

Pada dasarnya, pheromone adalah suatu zat kimia yang terdapat pada hewan. Zat ini akan merangsang saraf yang berkaitan dengan perilaku hewan lain dari jenis atau spesies yang sama. Pheromone akan disekresikan ketika hewan tiba pada masa musim kawin untuk merangsang gaira seksual lawan jenisnya. Sebuah studi membuktikan bahwa pada musim kawin, sebagian besar serangga akan berkomunikasi menggunakan senyawa kimia ini.

Aroma pheromone yang dihasilkan oleh setiap spesies hewan tentu berbeda-beda. Inilah yang membuat para ilmuwan lantas memercayai bahwa pheromone sangat efektif sebagai alat komunikasi yang akan sangat berpengaruh terhadap respon perilaku hewan sejenis. Kegunaan inilah yang kemudian dimanfaatkan manusia untuk membuat parfum untuk memikat lawan jenis.

Apakah Manusia Juga Menghasilkan Pheromone?

Belum ada penelitian yang membuktikan bahwa manusia juga mensekresikan pheromone seperti halnya hewan untuk memikat lawan jenis. Pasalnya, senyawa kimia yang dilepaskan oleh tubuh manusia memiliki struktur yang cukup rumit untuk bisa dikategorikan sebagai pheromone, seperti yang disekresikan pada hewan.

Baca juga: Kondom Jodoh Mr. P Kamu, Pilih yang Tepat

Meski begitu, penelitian yang telah dilakukan oleh Florida State University beberapa waktu lalu mengemukakan bahwa wanita yang berada pada masa ovulasi akan mengeluarkan aroma khas yang mampu meningkatkan kadar hormon testosteron pada pria. Hormon testosteron sendiri berperan sebagai peningkat nafsu seksual atau yang lebih dikenal dengan istilah libido, baik pada wanita maupun pria.

Lalu, Benarkah Parfum Pheromone Bisa Memikat Lawan Jenis?

Pada hewan, pheromone menjadi sarana komunikasi saat musim kawin tiba. Aroma ini akan tercium melalui organ vomeronasal, suatu organ sensoris yang terletak pada bagian dalam indera penciuman. Namun, keberadaan pheromone pada manusia masih diperdebatkan oleh para ilmuwan.

Beberapa studi menunjukkan bahwa manusia tidak mampu mencium aroma zat kimia yang dikeluarkan oleh manusia yang lain. Bagaimana reaksi manusia terhadap pheromone juga masih diuji dalam berbagai penelitian. Ilmuwan asal Utah University dan Chicago University berpendapat bahwa pheromone akan mengaktifkan area pada otak yang mengatur perilaku seksual, suasana hati, dan hormon.

Studi yang dilakukan di Swedia menyimpulkan bahwa hormon seks mengandung senyawa kimia yang ternyata memiliki dampak yang sama seperti halnya pheromone, seperti meningkatkan denyut jantung, nafas, dan suhu tubuh pada seseorang. Namun, ternyata tidak ditemukan tanda bahwa hormon ini mampu meningkatkan daya tarik dan gairah seksual.

Dengan demikian, pheromone yang dibuat dalam bentuk parfum untuk memikat lawan jenis belum terbukti benar kegunaannya pada manusia. Zat-zat seperti pheromone rusa atau babi yang ditambahkan pada parfum tidak menghasilkan dampak signifikan pada manusia. Ini disebabkan karena pheromone hanya bekerja pada spesies yang sejenis. Ditambah lagi, pengujian efektivitas pheromone pada manusia belum banyak dilakukan.

Baca juga: Inilah Manfaat Pelumas Saat Berhubungan Intim untuk Kesehatan

Mungkin, kamu bisa bertanya langsung pada dokter mengenai pheromone pada manusia atau bagaimana proses meningkatkan kadar testosteron lawan jenis tanpa perlu menggunakan parfum untuk memikat lawan jenis. Supaya lebih mudah, kamu bisa bertanya lewat aplikasi Halodoc. Namun, kamu perlu download aplikasi Halodoc ini dulu di App Store atau Google Play Store, ya!