• Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • Berbagai Pilihan Obat Keputihan Berdasarkan Penyebabnya
  • Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • Berbagai Pilihan Obat Keputihan Berdasarkan Penyebabnya

Berbagai Pilihan Obat Keputihan Berdasarkan Penyebabnya

Ditinjau oleh: dr. Fadhli Rizal Makarim : 22 Juli 2021
Berbagai Pilihan Obat Keputihan Berdasarkan PenyebabnyaBerbagai Pilihan Obat Keputihan Berdasarkan Penyebabnya

“Meski terbilang wajar dan umum terjadi pada wanita, ada beberapa gejala keputihan abnormal yang perlu diwaspadai. Keputihan abnormal tersebut bisa saja mengindikasikan adanya penyakit tertentu dalam tubuh. Oleh sebab itu, keputihan seperti ini harus segera diatasi agar tidak menimbulkan komplikasi.”

Halodoc, Jakarta – Meski dapat membuat tidak nyaman, biasanya keputihan tidak selalu berbahaya. Pada wanita yang memasuki masa subur, keputihan dapat terjadi pada waktu sebelum dan sesudah menstruasi, memasuki masa ovulasi, ataupun saat hamil dan menyusui.

Namun, ada kalanya yang terjadi pada sebagian wanita adalah keputihan abnormal. Umumnya, keputihan ini ditandai dengan berwarna kekuningan hingga kehijauan, berbau, dan disertai rasa gatal atau perih.

Nah, keputihan seperti ini yang perlu diwaspadai dan segera diatasi. Tujuannya agar tidak menimbulkan masalah lainnya pada vagina atau organ reproduksi lainnya.

Lantas, bagaimana sih cara mengatasi keputihan abnormal berdasarkan penyebabnya? 

Baca juga: Normal atau Tidak, Keputihan setelah Melahirkan

Cara Mengatasi Keputihan Berdasarkan Penyebab

Keputihan yang tergolong normal tidak memerlukan penanganan medis khusus. Akan tetapi, keputihan abnormal lain lagi ceritanya. Keputihan harus diatasi berdasarkan penyebabnya agar tidak menimbulkan komplikasi.

Nah, berikut beberapa cara mengatasi keputihan abnormal, yaitu: 

1. Konsumsi Obat Antibiotik

Ada berbagai hal yang bisa menyebabkan keputihan, salah satunya infeksi bakteri. Nah, cara mengatasi keputihan akibat infeksi bakteri perlu menggunakan obat antibiotik. Salah satu obat yang bisa digunakan, yaitu clindamycin. Obat antibiotik ini tersedia dalam bentuk krim oles atau pil.

2. Obat Antijamur

Bila keputihan disebabkan oleh jamur, dokter akan meresepkan obat antijamur untuk mengatasi keputihan. Beberapa contoh obatnya, seperti clotrimazole atau miconazole. Obat-obatan ini tersedia dalam bentuk gel atau krim yang dioleskan di bagian dalam vagina.

3. Metronidazole atau Tinidazole

Cara mengatasi keputihan abnormal juga bisa melalui obat-obatan seperti metronidazole atau tinidazole. Obat-obatan ini digunakan untuk mengatasi keputihan yang disebabkan oleh parasit penyebab penyakit trikomoniasis (penyakit menular seksual yang akibat infeksi parasit Trichomonas vaginalis).

4. Menghindari Alergen

Selain akibat infeksi, keputihan juga bisa disebabkan oleh reaksi alergi atau iritasi. Nah, cara mengatasi keputihan akibat kondisi ini bisa dengan menghindari alergen yang memicu alergi. Contohya dengan mengganti sabun, pembalut, deterjen, atau benda lain yang dapat memicu alergi. 

Baca juga: Atasi Keputihan dengan Konsumsi Makanan Ini

Nah, itulah cara mengatasi keputihan berdasarkan penyebabnya. Untuk lebih jelasnya lagi, kamu bisa bertanya langsung pada dokter melalui aplikasi Halodoc

Kapan Perlu Menemui Dokter?

Jangan sekali-kali meremehkan keputihan abnormal yang tidak kunjung membaik. Kondisi tersebut mungkin dapat menandakan adanya masalah yang jauh lebih serius. Oleh sebab itu, segera temui dokter bila mengalami keputihan dengan gejala di bawah ini. 

  • Keputihan yang disertai demam atau nyeri di daerah panggul atau perut.
  • Merasa terinfeksi penyakit menular seksual.
  • Mengalami perubahan mendadak dalam jumlah, warna, bau, atau konsistensi keputihan.
  • Mengalami gatal-gatal, kemerahan, dan bengkak di area genital.
  • Berpikir bahwa keputihan abnormal terkait dengan obat-obatan yang sedang dikonsumsi.
  • Gejala yang memburuk atau bertahan lebih dari satu minggu meski telah dilakukan perawatan di rumah.
  • Lecet atau luka lain di vagina atau vulva.
  • Mengalami sensasi terbakar saat buang air kecil atau gejala abnormal lainnya ketika kencing lainnya. 

Baca juga: Berikut Jenis Keputihan Berdasarkan Warna

Nah, andaikan mengalami gejala-gejala di atas dan tak kunjung membaik, segera periksakan diri ke rumah sakit terdekat untuk mendapatkan penanganan yang tepat. Sebelumnya, buat janji dengan dokter di aplikasi Halodoc sehingga tidak perlu mengantre sesampainya di rumah sakit.

Referensi:
NHS Choices UK. Diakses pada Juli. 2021 Health A-Z. Vaginal Discharge
National Institutes of Health – MedlinePlus. Diakses pada 2021. Vaginal itching and discharge – adult and adolescent
Mayo Clinic. Diakses pada 2021. Yeast Infection (Vaginal)
PERDOSKI. Diakses pada 2021. Penting! Mengenal Keputihan Normal dan Abnormal Pada Wanita