Ad Placeholder Image

Bisa Jadi Tanda Penyakit, Ini 7 Penyebab Telapak Kaki Terasa Panas

9 menit
Ditinjau oleh  Redaksi Halodoc   09 Juni 2026

“Sensasi panas pada telapak kaki yang terus-menerus terjadi, bisa disebabkan oleh neuropati perifer, infeksi jamur, hingga diabetes.”

Bisa Jadi Tanda Penyakit, Ini 7 Penyebab Telapak Kaki Terasa PanasBisa Jadi Tanda Penyakit, Ini 7 Penyebab Telapak Kaki Terasa Panas

Ringkasan: Telapak kaki terasa panas atau burning feet syndrome merupakan sensasi terbakar pada area kaki yang seringkali menandakan adanya kerusakan saraf atau neuropati perifer. Kondisi ini dapat dipicu oleh berbagai faktor medis mulai dari komplikasi diabetes melitus, kekurangan vitamin B12, hingga gangguan fungsi ginjal yang memerlukan penanganan medis tepat.

Apa Itu Telapak Kaki Terasa Panas?

Telapak kaki terasa panas adalah kondisi medis yang dikenal dengan istilah burning feet syndrome atau sindrom Grierson-Gopalan. Keluhan ini muncul saat saraf-saraf kecil di bagian kaki mengirimkan sinyal rasa sakit berupa panas ke otak secara terus-menerus. Intensitas panas yang dirasakan penderita dapat bervariasi mulai dari tingkat ringan hingga berat yang mengganggu aktivitas tidur.

Kondisi ini seringkali dikaitkan dengan kerusakan pada sistem saraf tepi yang menghubungkan sumsum tulang belakang dengan ekstremitas bawah. Meskipun sensasi panas dirasakan pada kulit, permukaan kulit penderita seringkali tidak terasa panas saat disentuh oleh orang lain. Fenomena ini menunjukkan bahwa masalah utama terletak pada transmisi sinyal saraf, bukan pada suhu fisik jaringan kulit itu sendiri.

“Neuropati perifer merupakan penyebab paling umum dari sensasi terbakar di kaki, di mana serabut saraf mengalami kerusakan sehingga mengirimkan sinyal nyeri yang tidak tepat ke otak.” — World Health Organization (WHO), 2023

Gejala Penyerta Kaki Panas

Gejala telapak kaki terasa panas jarang muncul sebagai keluhan tunggal karena biasanya disertai dengan manifestasi neurologis lainnya. Penderita sering melaporkan adanya sensasi seperti ditusuk-tusuk jarum atau kesemutan (parestesia) yang menjalar dari telapak hingga punggung kaki. Pada beberapa kasus, area yang terdampak juga mengalami mati rasa atau kebas secara bertahap.

Kelemahan otot kaki dan perubahan warna kulit menjadi kemerahan juga dapat ditemukan pada penderita dengan gangguan sirkulasi darah. Gejala ini cenderung memburuk pada malam hari saat penderita sedang beristirahat atau dalam kondisi rileks. Pembengkakan ringan dan rasa berat pada tungkai bawah terkadang menyertai sensasi terbakar tersebut, terutama jika dipicu oleh retensi cairan.

Penyebab Telapak Kaki Terasa Panas

Penyebab telapak kaki terasa panas sangat bervariasi, namun faktor yang paling dominan adalah komplikasi dari penyakit diabetes melitus (neuropati diabetik). Kadar gula darah yang tinggi secara kronis dapat merusak dinding pembuluh darah kecil yang memberi nutrisi pada saraf kaki. Akibatnya, fungsi saraf terganggu dan mulai menimbulkan sensasi panas yang tidak normal.

Selain diabetes, beberapa faktor risiko dan kondisi medis lain yang dapat memicu keluhan ini meliputi:

  • Defisiensi nutrisi, terutama kekurangan vitamin B12, vitamin B6, dan folat yang krusial bagi kesehatan saraf.
  • Konsumsi alkohol berlebihan yang menyebabkan kerusakan saraf secara langsung (neuropati alkoholik).
  • Penyakit ginjal kronis yang menyebabkan penumpukan racun dalam darah (uremia) dan merusak saraf perifer.
  • Hipotiroidisme atau kondisi kelenjar tiroid yang kurang aktif sehingga mengganggu keseimbangan hormon tubuh.
  • Infeksi jamur pada kaki (tinea pedis atau kutu air) yang menimbulkan rasa gatal disertai panas pada kulit.
  • Tarsal Tunnel Syndrome, yaitu terjepitnya saraf tibia posterior pada area pergelangan kaki.
  • Paparan zat kimia atau logam berat seperti timbal, merkuri, dan arsenik dalam jangka panjang.

Bagaimana Prosedur Diagnosisnya?

Diagnosis untuk menentukan penyebab telapak kaki terasa panas dimulai dengan pemeriksaan fisik secara menyeluruh pada area kaki dan tungkai. Dokter akan memeriksa refleks saraf, kekuatan otot, dan sensitivitas kulit terhadap sentuhan atau getaran. Riwayat medis pasien mengenai konsumsi obat-obatan, pola makan, dan gaya hidup juga akan ditelusuri secara mendalam.

Pemeriksaan penunjang medis seringkali diperlukan untuk memastikan sumber gangguan, antara lain:

  • Tes darah lengkap untuk mengukur kadar glukosa, fungsi ginjal, kadar vitamin B12, dan fungsi tiroid.
  • Elektromiografi (EMG) guna mengevaluasi aktivitas listrik di otot saat menerima sinyal dari saraf.
  • Studi Konduksi Saraf (NCV) untuk mengukur seberapa cepat sinyal listrik bergerak melalui saraf perifer.
  • Biopsi kulit saraf kecil jika dicurigai adanya gangguan pada serat saraf halus (small fiber neuropathy).

Cara Mengatasi Telapak Kaki Panas

Pengobatan telapak kaki terasa panas difokuskan pada penanganan penyebab dasarnya guna mencegah kerusakan saraf yang lebih luas. Bagi penderita diabetes, kontrol glukosa darah melalui diet dan pengobatan adalah langkah utama yang harus dilakukan. Pemberian suplemen vitamin B kompleks sering direkomendasikan jika keluhan disebabkan oleh defisiensi nutrisi tertentu.

Beberapa metode penanganan mandiri dan medis yang dapat dilakukan meliputi:

  • Merendam kaki dalam air dingin selama 15 menit untuk meredakan sensasi terbakar secara sementara.
  • Mengonsumsi obat pereda nyeri saraf sesuai anjuran dokter, seperti golongan antikonvulsan atau antidepresan tertentu.
  • Penggunaan krim topikal yang mengandung capsaicin atau lidokain untuk memblokir sinyal nyeri di permukaan kulit.
  • Perubahan gaya hidup dengan berhenti merokok dan membatasi konsumsi alkohol untuk meningkatkan sirkulasi darah.
  • Penggunaan alas kaki yang nyaman dengan bantalan cukup untuk mengurangi tekanan pada saraf kaki.

Langkah Pencegahan Dini

Pencegahan telapak kaki terasa panas dapat dilakukan dengan menjaga kesehatan sistem saraf dan sirkulasi darah sejak dini. Pemeriksaan kesehatan rutin untuk memantau kadar gula darah dan fungsi organ dalam sangat dianjurkan, terutama bagi individu dengan riwayat keluarga penderita diabetes. Konsumsi makanan bergizi seimbang yang kaya akan vitamin B12 seperti daging, telur, dan susu juga berperan penting.

Perawatan kaki harian juga harus diperhatikan dengan menjaga kebersihan kaki dan memastikan kaki dalam kondisi kering untuk mencegah infeksi jamur. Pemilihan sepatu yang tidak terlalu sempit dapat mencegah terjadinya penekanan berlebih pada saraf-saraf di area telapak kaki. Melakukan olahraga ringan secara teratur seperti jalan kaki atau bersepeda dapat membantu melancarkan aliran darah ke ekstremitas bawah.

“Deteksi dini terhadap gejala neuropati dan pengelolaan faktor risiko metabolik merupakan kunci utama dalam mencegah disabilitas permanen pada kaki.” — Kementerian Kesehatan RI, 2022

Kapan Harus ke Dokter?

Intervensi medis segera diperlukan jika sensasi panas pada telapak kaki muncul secara tiba-tiba dan menyebar dengan cepat ke area betis. Gejala yang disertai dengan luka terbuka pada kaki yang tidak kunjung sembuh merupakan tanda bahaya bagi penderita diabetes. Selain itu, jika rasa panas sudah mengganggu pola tidur atau menyebabkan kehilangan keseimbangan saat berjalan, pemeriksaan ahli saraf sangat diperlukan.

Segera lakukan pemeriksaan jika terdapat tanda-tanda infeksi seperti nanah, demam, atau perubahan warna kulit yang sangat gelap pada area kaki. Penanganan yang terlambat pada gangguan saraf dapat menyebabkan mati rasa permanen atau komplikasi serius lainnya. Diagnosa yang tepat di tahap awal akan meningkatkan peluang kesembuhan dan mencegah kerusakan saraf yang lebih parah.

Kesimpulan

Sensasi panas pada telapak kaki merupakan sinyal tubuh yang tidak boleh diabaikan karena seringkali berkaitan dengan gangguan saraf perifer atau kondisi metabolik sistemik. Penanganan yang efektif melibatkan kombinasi antara gaya hidup sehat, manajemen penyakit penyerta, dan pemenuhan nutrisi saraf yang cukup. Segera konsultasi ke dokter Halodoc yang tersedia 24 jam, kapan saja dan di mana saja untuk mendapatkan diagnosis yang tepat. Konsultasi dengan dokter di Halodoc untuk mendapatkan diagnosis yang tepat.