
Bukan Melupakan, Ini 5 Definisi Move On yang Perlu Diketahui
“Pengalaman patah hati membuat sebagian orang kesulitan move on. Ini bisa disebabkan oleh salah mendefinisikan arti move on itu sendiri. Move on bukan proses melupakan, tetapi berbaikan dengan masa lalu.”

DAFTAR ISI
- Apa Itu Move On Sebenarnya?
- Tahapan Psikologis dalam Proses Move On
- Dampak Patah Hati Terhadap Kesehatan Fisik
- Cara Sehat dan Efektif untuk Move On
- Kapan Harus Menghubungi Tenaga Profesional?
- Studi Terkait
- FAQ
Istilah “move on” sering kali kita dengar dalam percakapan sehari-hari, terutama saat seseorang sedang mengalami fase putus cinta atau kehilangan. Namun, banyak orang salah kaprah dengan menganggap bahwa move on adalah tentang melupakan mantan pasangan atau kejadian pahit secara total. Padahal, secara psikologis, move on memiliki makna yang jauh lebih dalam dan kompleks daripada sekadar menghapus memori.
Penting untuk memahami bahwa kegagalan dalam berproses setelah kehilangan dapat berdampak signifikan pada kesehatan mental dan fisik. Rasa sedih yang berlarut-larut tanpa penanganan yang tepat bisa memicu stres kronis, gangguan tidur, hingga penurunan sistem imun tubuh. Oleh karena itu, edukasi mengenai definisi dan langkah-langkah pemulihan diri sangat diperlukan agar kamu bisa kembali berfungsi secara optimal dalam kehidupan sosial dan pekerjaan.
Dalam artikel ini, kita akan membedah secara tuntas apa itu move on dari perspektif medis dan psikologis, serta bagaimana langkah-langkah yang bisa kamu ambil untuk menjaga kesehatan tubuh selama fase transisi ini. Memahami proses ini akan membantu kamu menata kembali prioritas hidup dan menjaga kesejahteraan diri secara menyeluruh.
Nah, mau tahu apa saja ulasan lengkap mengenai definisi dan cara mengelola perasaan saat harus melangkah maju? Berikut ulasannya!
Apa Itu Move On Sebenarnya?
Secara harfiah, move on berarti “pindah” atau “melangkah maju”. Dalam konteks hubungan dan kesehatan mental, move on adalah proses penerimaan terhadap kenyataan bahwa sebuah hubungan atau situasi telah berakhir, dan memilih untuk tidak membiarkan masa lalu tersebut menghambat pertumbuhan diri di masa depan. Move on bukan berarti amnesia emosional; kamu tetap ingat apa yang terjadi, namun rasa sakit yang menyertainya tidak lagi mendominasi hidupmu.
Dari sudut pandang neurosains, patah hati mengaktifkan area otak yang sama dengan rasa sakit fisik. Inilah alasan mengapa putus cinta terasa sangat menyakitkan secara nyata di dada atau perut. Melakukan move on berarti melatih otak untuk melepaskan ketergantungan pada hormon dopamin dan oksitosin yang biasanya didapatkan dari pasangan, dan mulai memproduksi hormon kebahagiaan dari sumber-sumber baru yang lebih sehat.
Tahapan Psikologis dalam Proses Move On
Psikolog sering merujuk pada “Five Stages of Grief” oleh Elisabeth Kübler-Ross untuk menjelaskan proses ini. Memahami tahapan ini membantu kamu menyadari bahwa apa yang kamu rasakan adalah normal:
- Penyangkalan (Denial): Merasa bahwa perpisahan ini tidak nyata atau hanya sementara.
- Kemarahan (Anger): Menyalahkan diri sendiri, mantan pasangan, atau keadaan atas apa yang terjadi.
- Penawaran (Bargaining): Mencoba mencari jalan keluar mustahil atau berjanji akan berubah asalkan hubungan kembali.
- Depresi (Depression): Merasa sangat sedih, kehilangan nafsu makan, dan tidak bertenaga.
- Penerimaan (Acceptance): Mulai memahami bahwa perpisahan adalah jalan terbaik dan siap untuk menata hidup kembali.
Dampak Patah Hati Terhadap Kesehatan Fisik
Stres emosional yang tinggi saat berupaya move on dapat memicu berbagai keluhan fisik. Tubuh akan melepaskan hormon kortisol secara berlebihan, yang jika dibiarkan dapat menyebabkan gangguan pencernaan, sakit kepala, hingga jantung berdebar. Kondisi ekstrim yang dikenal sebagai Takotsubo Cardiomyopathy atau sindrom patah hati bahkan bisa menyerupai gejala serangan jantung.
Selama fase ini, sangat penting bagi kamu untuk menjaga asupan nutrisi dan istirahat yang cukup. Jika kamu merasa tubuh menjadi mudah lelah atau sulit berkonsentrasi karena stres emosional, kamu bisa beli obat online di Halodoc untuk mendapatkan suplemen vitamin atau produk kesehatan pendukung lainnya yang membantu menjaga daya tahan tubuh tetap stabil.
Tips Mengelola Stres Saat Move On
- Tetap terhidrasi dengan minum air putih yang cukup untuk mengurangi kelelahan.
- Lakukan aktivitas fisik ringan seperti jalan pagi untuk memicu pelepasan endorfin.
- Batasi konsumsi kafein yang berlebihan karena dapat memperburuk perasaan cemas (anxiety).
Cara Sehat dan Efektif untuk Move On
Proses ini membutuhkan waktu dan kesabaran. Tidak ada batasan waktu yang pasti karena setiap orang memiliki ketahanan mental yang berbeda. Berikut adalah beberapa langkah yang bisa kamu terapkan:
1. Menerapkan No-Contact Rule
Berhenti mengikuti media sosial mantan atau berkomunikasi dengannya untuk sementara waktu. Ini memberikan ruang bagi otak untuk “detoks” dari keterikatan emosional masa lalu.
2. Fokus pada Self-Care
Gunakan waktu yang ada untuk merawat diri. Mulailah hobi baru, perbaiki pola makan, dan pastikan tidur 7-8 jam sehari. Kesehatan fisik yang baik akan mendukung stabilitas emosi.
3. Menulis Jurnal (Journaling)
Menuangkan perasaan ke dalam tulisan terbukti secara ilmiah dapat mengurangi beban emosional dan membantu kamu melihat masalah dari perspektif yang lebih objektif.
Kapan Harus Menghubungi Tenaga Profesional?
Jika dalam waktu lebih dari enam bulan kamu masih merasa hampa, sulit beraktivitas, atau memiliki pikiran untuk menyakiti diri sendiri, itu adalah tanda bahwa kamu memerlukan bantuan profesional. Jangan ragu untuk melakukan konsultasi ke dokter Halodoc yang tersedia 24 jam, kapan saja dan di mana saja guna mendapatkan rujukan ke psikolog atau psikiater yang tepat.
Studi Mengenai Kesehatan Mental dan Perpisahan
The Journal of Neurophysiology menerbitkan studi yang menjelaskan bahwa otak orang yang sedang patah hati menunjukkan aktivitas yang mirip dengan pecandu narkoba yang sedang mengalami gejala putus zat. Hal ini membuktikan bahwa proses move on memang membutuhkan perjuangan fisiologis, bukan sekadar masalah kemauan atau kekuatan mental saja.
Oleh karena itu, jangan terlalu keras pada diri sendiri. Proses penyembuhan ini bersifat non-linear; terkadang kamu merasa baik-baik saja, namun di hari lain perasaan sedih bisa muncul kembali. Penerimaan terhadap fluktuasi emosi ini adalah kunci utama untuk benar-benar pulih.
Pastikan kamu tetap memperhatikan kondisi kesehatanmu secara menyeluruh. Kamu bisa mendapatkan vitamin atau produk kesehatan di atas dengan praktis dan cepat di Toko Kesehatan Halodoc. Selain itu, kamu juga bisa berkonsultasi dengan dokter terkait masalah kesehatan yang sedang dialami melalui Halodoc.
Punya Keluhan Kesehatan tapi Bingung Mulai dari Mana? Tanya ke HILDA Dulu!
Kamu punya keluhan kesehatan karena stres atau kelelahan, tapi bingung harus melakukan apa? Tidak perlu bingung! Kini, kamu bisa coba tanya HILDA!
HILDA (Halodoc Intelligent Digital Assistant) adalah asisten AI dari Halodoc yang siap membantu menjawab pertanyaan kesehatan umum, kasih gambaran langkah awal, dan arahin kamu ke pilihan dokter yang sesuai dengan kebutuhan.
HILDA akan memandu kamu dalam memilih dokter spesialis yang tepat, menemukan obat yang dibutuhkan, dan menemukan layanan yang relevan.
HILDA dapat menjawab pertanyaan umum tentang Halodoc dan berbagi informasi kesehatan umum yang kamu butuhkan.
Hal yang perlu diingat, HILDA tidak digunakan untuk menggantikan saran medis dari dokter, ya.
Referensi:
Mayo Clinic. Diakses pada 2026. Broken Heart Syndrome: Symptoms and Causes.
Psychology Today. Diakses pada 2026. 5 Ways to Move On from a Past Relationship.
Harvard Health Publishing. Diakses pada 2026. The Heartbreak of Grief.
Kemenkes RI. Diakses pada 2026. Pentingnya Menjaga Kesehatan Mental bagi Kesejahteraan Hidup.
FAQ
1. Apakah move on adalah tentang melupakan mantan?
Tidak, move on adalah proses menerima apa yang telah terjadi dan berdamai dengan masa lalu sehingga hal tersebut tidak lagi menghalangi kebahagiaanmu saat ini.
2. Berapa lama waktu normal untuk move on?
Tidak ada durasi pasti karena setiap orang unik. Namun, jika kesedihan mendalam berlanjut lebih dari 6 bulan dan mengganggu fungsi harian, sebaiknya cari bantuan profesional.
3. Mengapa patah hati bisa menyebabkan sakit fisik?
Karena lonjakan hormon stres seperti kortisol dan adrenalin yang memengaruhi kerja jantung dan sistem saraf tubuh secara langsung.
4. Apakah menangis membantu proses move on?
Ya, menangis adalah cara alami tubuh untuk melepaskan ketegangan emosional dan stres, sehingga membantu perasaan menjadi sedikit lebih lega.


