• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • 3 Cara Ajarkan Anak Tentang Penularan Demam Berdarah

3 Cara Ajarkan Anak Tentang Penularan Demam Berdarah

Ditinjau oleh: dr. Verury Verona Handayani

Halodoc, Jakarta - Cuaca sudah memasuki awal-awal dari musim hujan yang mulai sering terjadi. Hal tersebut dapat menimbulkan banyak genangan air di sekitar rumah. Sehingga, nyamuk dapat dengan mudah untuk berkembang biak dengan meletakkan telurnya pada genangan tersebut. Telur tersebut dapat menjadi jentik yang akhirnya tumbuh menjadi nyamuk lainnya.

Maka dari itu, penting untuk mencegah gigitan nyamuk agar tidak menularkan penyakit seperti demam berdarah. Salah satu caranya adalah dengan mengajarkan anak-anak ibu tentang penularan demam berdarah. Dengan mengetahui segala hal terkait penyakit tersebut, diharapkan lebih efektif untuk menghindari gigitan nyamuk. Berikut beberapa caranya!

Baca juga: 5 Gejala DBD yang Tak Boleh Diabaikan

Mengajarkan Anak Terkait Penularan Demam Berdarah

Demam berdarah dengue adalah salah satu penyakit yang berbahaya disebarkan oleh gigitan nyamuk Aedes aegypti saat membawa virus dengue. Penting untuk mendapatkan penanganan dini jika seseorang terserang penyakit tersebut, terutama pada anak-anak. Hal tersebut karena sistem imun anak-anak yang masih terbilang lemah untuk menangkal penyakit.

Maka dari itu, sebagai orangtua, ibu harus benar-benar mengajarkan anak tentang penularan dari demam berdarah karena dapat menimbulkan penyakit berbahaya. Dengan menimbulkan kesadaran tersebut, diharapkan anak dapat menghindari tempat-tempat yang banyak nyamuk dan membantu orangtuanya untuk mengatasi penyebaran dari nyamuk penyebab demam berdarah.

  1. Ajarkan Cara Penyebaran Penyakit Demam Berdarah

Salah satu cara yang dapat ibu lakukan untuk mengajarkan anak terkait penularan dari demam berdarah adalah dengan memberitahu cara penyebarannya. Nyamuk aedes aegypti mempunyai corak hitam-putih pada perutnya. Saat nyamuk melakukan gigitan, virus akan masuk ke tubuh dan menimbulkan penyakit. Gigitan nyamuk umumnya terjadi pada siang hari berbeda dengan lainnya. Dengan begitu, anak akan sadar tentang pentingnya melindungi diri dari gigitan nyamuk tersebut.

Ibu juga dapat bertanya pada dokter dari Halodoc terkait cara mengajarkan anak untuk penularan demam berdarah yang dapat menimbulkan bahaya saat menyerang. Caranya terbilang mudah, ibu cukup download aplikasi Halodoc di smartphone pada Apps Store atau Play Store!

Baca juga: Lakukan Hal Ini untuk Mengobati Gejala Demam Berdarah

  1. Cara Pencegahan yang Efektif

Ibu juga dapat mengajarkan anak tentang cara yang efektif untuk mencegah penularan penyakit demam berdarah. Salah satu cara yang dapat ibu lakukan adalah mengajarkan anak untuk menghindari beberapa tempat yang dapat menjadi tempat tinggal nyamuk, seperti semak-semak. Selain itu, jika anak akan berkegiatan di luar selain sekolah, cobalah untuk memakaikannya baju panjang dan yang berwarna terang untuk meminimalisir gigitan nyamuk.

Selain itu, ibu juga dapat memberitahunya tentang pentingnya menggunakan lotion anti nyamuk jika dirasa area di sekitarnya terdapat banyak serangga tersebut. Beberapa lokasi di sekolah mungkin saja terdapat banyak genangan air yang memicu pertumbuhan jumlah nyamuk. Dengan menggunakan losion tersebut, nyamuk tidak berani untuk menggigit kulit anak ibu.

  1. Konsumsi Makanan Penguat Imun

Cara lainnya untuk menghindari penularan demam berdarah pada anak adalah dengan memberikan makanan yang dapat menguatkan sistem imun tubuh. Dengan memberitahu anak apabila makanan yang diberikan mampu mencegah terjadinya demam berdarah, mungkin anak menjadi lebih lahap memakannya. Beberapa makanan tersebut adalah pepaya, jeruk, kelapa muda, hingga jambu biji.

Baca juga: Kenali Gejala Awal Demam Berdarah pada Anak

Itulah beberapa hal yang dapat ibu ajarkan pada anak terkait penularan demam berdarah yang dapat membahayakan. Dengan memberitahu anak ibu tentang semua hal tersebut, diharapkan dirinya lebih awas untuk menjaga kesehatan tubuh dari gigitan nyamuk. Sehingga, demam berdarah dapat dengan mudah dihindari.

Referensi:
First Cry. Diakses pada 2020. Dengue in Children – Signs, Diagnosis & Treatment.
Good Knight. Diakses pada 2020. Dengue Fever In Children – Prevention, Symptoms And Treatment.