• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Ini Cara Menjaga Anak aman dari Difteri di Rumah Aja

Ini Cara Menjaga Anak aman dari Difteri di Rumah Aja

Ditinjau oleh: dr. Gabriella Florencia

Halodoc, Jakarta - Difteri adalah penyakit yang terjadi akibat infeksi bakteri yang menyebar dengan mudah dan terjadi dengan cepat. Penyakit ini memengaruhi hidung dan tenggorokan. Anak-anak di bawah usia 5 tahun dan orang dewasa di atas 60 tahun sangat berisiko tertular infeksi, karena sistem kekebalan tubuh mereka yang lemah. Oleh karena itu, kamu harus melakukan upaya pencegahan yang bisa dilakukan di rumah agar anak dan lansia tidak terserang penyakit ini. 

Orang-orang yang hidup dalam kondisi yang ramai atau tidak bersih, mereka yang kurang gizi, dan anak-anak dan orang dewasa yang tidak mendapatkan imunisasi terbaru berisiko terkena difteri. Berdasarkan lokasi sakitnya, ada dua jenis difteri yang bisa menyerang anak, yang pertama adalah difteri pernapasan yang memengaruhi tenggorokan, hidung, dan amandel. Kedua adalah difteri kulit yang memengaruhi kulit. Difteri adalah penyakit anak-anak yang umum terjadi pada awal 1920-an. Namun, untuknya vaksin untuk melawan difteri telah membuat penyakit ini jadi sangat langka. 

Baca juga: Mengenal Gejala Awal Difteri pada Anak yang Bisa Berbahaya

Begini Langkah Pencegahan Difteri

Mencegah difteri hampir sepenuhnya bergantung pada pemberian vaksin difteri/tetanus/ pertusis kepada anak-anak (DTaP) dan remaja dan orang dewasa yang tidak diimunisasi (Tdap). Setelah dosis tunggal Tdap, remaja dan orang dewasa harus menerima suntikan booster dengan vaksin difteri / tetanus (Td) setiap 10 tahun. Sebagian besar kasus difteri terjadi pada orang yang belum menerima vaksin sama sekali atau belum menerima dosis yang lengkap. 

Vaksin Tdap juga direkomendasikan untuk semua wanita hamil selama paruh kedua setiap kehamilan, terlepas dari apakah mereka memiliki vaksin sebelumnya atau tidak, atau kapan vaksin itu terakhir diberikan. Berikut jadwal imunisasi yang dibutuhkan untuk mencegah difteri, yaitu:

  • Vaksin DTaP pada usia 2, 4, dan 6 bulan.

  • Dosis booster diberikan pada 12 hingga 18 bulan.

  • Dosis booster diberikan lagi pada 4 hingga 6 tahun.

  • Vaksin Tdap diberikan pada 11-12 tahun.

  • Suntikan booster dari Td diberikan setiap 10 tahun setelah itu untuk menjaga perlindungan.

  • Vaksin Tdap selama paruh kedua kehamilan setiap wanita hamil.

Meskipun sebagian besar anak-anak menoleransi dengan baik, vaksin kadang-kadang menyebabkan efek samping ringan seperti kemerahan di tempat suntikan. Anak juga bisa demam tingkat atau menjadi rewel. Namun, orangtua wajib memberikan dosis imunisasi.

Orangtua bisa mendiskusikannya terlebih dahulu kepada dokter spesialis anak di Halodoc mengenai kapan waktu tepat anak mendapatkan vaksin. Ambil smartphone kamu sekarang, dan segera gunakan fitur chat untuk bicara dengan dokter!

Baca juga: 5 Fakta Difteri Anak yang Harus Dipahami Orangtua

Ingat, Difteri Sangat Menular

Difteri mudah ditularkan dari orang yang terinfeksi ke orang lain melalui bersin, batuk, bicara, atau bahkan tertawa. Difteri juga dapat menyebar ke seseorang yang mengambil tisu atau gelas minum yang digunakan oleh orang yang terinfeksi.

Orang yang terinfeksi bakteri difteri, bahkan jika mereka tidak memiliki gejala apa pun, dapat menginfeksi orang lain hingga 4 minggu. Masa inkubasi (waktu yang dibutuhkan seseorang untuk terinfeksi setelah terkena) untuk difteri adalah 2 hingga 4 hari, meskipun dapat berkisar dari 1 hingga 6 hari.

Baca juga: Kenapa Difteri Lebih Mudah Menyerang Anak-anak?

Jadi, pastikan orangtua menjaga anak agar terhindar dari penyakit ini dengan cara menjauhi anak dari orang yang tampak sakit. Ingat, anak-anak masih memiliki pertahanan imun yang lemah, sehingga ia membutuhkan pertolongan orangtua juga untuk bisa terhindar dari penyakit ini melalui gaya hidup yang bersih.

Jika kamu masih memiliki pertanyaan mengenai difteri, jangan ragu untuk mendiskusikannya dengan dokter di Halodoc. Kamu bisa bertanya pada dokter kapan saja dan di mana saja!

Referensi:
Centers for Diseases Control and Prevention. Diakses pada 2020. Diphtheria.
Kids Health. Diakses pada 2020. Diphtheria.
Stanford Children. Diakses pada 2020. Diphtheria in Children.