• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Waspada, Cedera Olahraga Dapat Sebabkan Pneumotoraks

Waspada, Cedera Olahraga Dapat Sebabkan Pneumotoraks

Ditinjau oleh: dr. Fadhli Rizal Makarim

Halodoc, Jakarta - Pneumotoraks, lebih dikenal sebagai paru-paru yang kolaps. Kondisi ini terjadi ketika udara keluar dari paru-paru atau bocor melalui dinding dada dan memasuki ruang antara dua membran (rongga pleura). Ketika jumlah udara semakin menumpuk, maka kondisinya bisa menyebabkan paru-paru di dekatnya runtuh. 

Paru-paru yang kolaps sering disebabkan oleh cedera pada paru-paru atau dinding dada. Ini bisa terjadi selama prosedur pengangkatan cairan di rongga pleura menggunakan jarum, mengalami luka tembak atau kecelakaan mobil. Selain penyebab-penyebab tersebut, cedera olahraga juga dapat menyebabkan kondisi ini. Berikut alasannya.

Baca Juga: Bisakah Anak-Anak Mengalami Pneumotoraks?

Alasan Cedera Olahraga Bisa Sebabkan Pneumotoraks

Seseorang yang mengalami cedera olahraga menyebabkan dinding dada atau paru pecah atau terluka. Nah, pecah atau terlukanya paru-paru ini memungkinkan udara bocor dan memasuki rongga pleura. Hasilnya, seseorang yang mengalami cedera olahraga dapat mengalami pneumotoraks. Melansir dari Healthline, perubahan tekanan udara saat menyelam atau mendaki gunung juga dapat menyebabkan pneumotoraks.

Pneumotoraks yang disebabkan oleh cedera dikategorikan ke dalam pneumotoraks traumatis. Gejala pneumotoraks traumatis dapat muncul saat terjadinya trauma atau cedera dada atau tidak lama setelahnya. Dikutip dari Harvard Health Publishing, serangan nyeri dada yang tiba-tiba sering menjadi gejala awal pneumotoraks. Gejala lainnya bisa berupa rasa sakit yang persisten di bagian dada, mengalami sesak napas, berkeringat dingin, kulit membiru dan detak jantung yang cepat. 

Ketika gejala ini muncul, pengidapnya segera mendapat pengobatan karena kondisinya bisa mengancam nyawa. Berikut sejumlah prosedur pengobatan yang dapat dilakukan. 

Prosedur Pengobatan Pneumotoraks

Paru-paru yang kolaps dapat diobati dengan beberapa cara berbeda. Dokter menentukan perawatan yang tepat berdasarkan beberapa faktor, termasuk ukuran dan lokasi paru yang kolaps serta kesehatan pasien secara keseluruhan. Opsi perawatan termasuk pemeriksaan secara keseluruhan untuk melihat apakah kondisinya dapat membaik dengan sendirinya. Jika kondisinya tidak kunjung membaik, dokter akan mengeluarkan udara dari rongga pleura dengan  jarum suntik.

Baca Juga: Kisah Viral, Perokok Ini Hampir Kehilangan Sebelah Paru-Paru

Selain menggunakan jarum suntik, pengeluaran udara dari rongga pleura dapat dilakukan dengan memasukkan pipa plastik berongga, yang disebut pipa dada, di antara tulang rusuk dan menempelkannya ke perangkat hisap. Jika pengidap perlu dirawat di rumah sakit untuk perawatan, dokter kemungkinan memasang oksigen melalui hidung atau masker selama beberapa hari pertama.

Pengidap pneumotoraks mungkin harus dirawat atau dipantau kondisinya selama beberapa hari untuk memastikan paru-paru yang kolaps kembali mengembang secara normal sepenuhnya. Jika ternyata pengidap memiliki cedera dada serius atau perawatan tidak dapat mengembangkan paru-paru, dokter mungkin perlu melakukan operasi untuk memperbaiki paru-paru dan pleura. Operasi bisa dilakukan secara tradisional dengan membuka dada atau memasukkan kamera kecil ke dalam rongga dada.

Kalau kamu punya pertanyaan lain mengenai pneumotoraks, kamu bisa berdiskusi bersama dokter Halodoc. Lewat aplikasi, kamu dapat menghubungi dokter kapan saja dan di mana saja via Chat, dan Voice/Video Call.

Langkah Pencegahan Pneumotoraks

Seseorang yang pernah mengalami pneumotoraks perlu melakukan perawatan untuk mencegahnya terjadi lagi. Untuk mencegahnya, orang yang pernah mengalami pneumotoraks perlu menjalani pembedahan untuk mengangkat blebs atau area bekas luka. Dokter mungkin juga perlu  menempelkan paru-paru secara permanen ke dinding dada. Selain itu, suntikan kimiawi juga bisa dilakukan untuk menyatukan dinding paru-paru dan dada (pleurodesis).

Baca Juga: Cara Mencegah Pneumotoraks yang Perlu Diketahui

Bagi seseorang yang belum pernah mengalami pneumotoraks, sebagian besar kasus paru-paru kolaps tidak dapat dicegah. Berhenti merokok juga dapat mengurangi risiko terkena jenis penyakit paru-paru yang terkait dengan masalah ini. Mengenakan sabuk pengaman atau menggunakan pengaman lainnya saat berkendara dan menghindari aktivitas lain yang meningkatkan risiko cedera dada dapat mencegah pneumotoraks. 

Referensi:
Healthline. Diakses pada 2020. Pneumothorax (Collapsed Lung).
Harvard Health Publishing. Diakses pada 2020. Pneumothorax.