• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Cegah Demensia Sejak Usia Muda dengan 5 Cara Ini

Cegah Demensia Sejak Usia Muda dengan 5 Cara Ini

Ditinjau oleh: dr. Verury Verona Handayani

Halodoc, Jakarta - Demensia merupakan penyakit yang terjadi karena adanya penurunan daya ingat dan cara berpikir. Jika sudah dialami, penyakit akan berdampak pada gaya hidup, kemampuan bersosialisasi, hingga aktivitas sehari-hari. Penyakit Alzheimer dan demensia vaskular merupakan dua jenis demensia yang paling umum terjadi.

Penyakit Alzheimer sendiri merupakan demensia yang berhubungan dengan adanya perubahan genetik dan protein dalam organ otak. Sedangkan demensia vaskular merupakan jenis demensia yang terjadi akibat adanya gangguan di pembuluh darah otak. Berbeda dengan demensia, pikun merupakan kondisi yang terjadi saat adanya perubahan dalam berpikir dan mengingat yang terjadi seiring bertambahnya usia.

Baca juga: Kenali 7 Fakta Penting tentang Demensia

Adakah langkah mencegah demensia yang dapat dilakukan sejak dini? Jawabannya adalah ada. Kamu dapat mencegah demensia seiring dengan bertambahnya usia dengan melakukan hal-hal berikut ini:

  • Rutin Berolahraga

Cara pertama yang dapat kamu lakukan guna mencegah demensia adalah menerapkan pola hidup sehat dengan rutin berolahraga. Dengan melakukannya secara rutin, aliran darah dalam tubuh akan lebih cepat diedarkan ke seluruh tubuh oleh organ jantung, sehingga darah dalam tubuh terus mengalami perputaran.

Selain mencegah penyakit seiring dengan bertambahnya usia, rutin berolahraga juga mampu melindungi organ jantung dari penyakit berbahaya. Bukan hanya itu saja, kamu juga akan terhindari dari penyakit yang disebabkan oleh tersumbatnya aliran darah. Lakukan olahraga sewajarnya, yaitu selama setengah jam setiap harinya. Jangan melakukan olahraga yang terlalu berat, karena akan memberatkan kinerja organ jantung.

  • Tingkatkan Asupan Vitamin D

Meningkatkan asupan vitamin D menjadi salah satu langkah mencegah demensia sejak dini. Pasalnya, kekurangan vitamin D dapat menyebabkan penurunan kognitif pada tubuh. Cara yang paling alami dan mudah untuk mendapatkan asupan vitamin D adalah dengan berjemur. Kamu juga dapat mengonsumsi multivitamin atau suplemen tambahan. Namun sebelum memutuskan untuk mengonsumsinya, silahkan diskusikan terlebih dulu dengan dokter, ya!

  • Jaga Otak Selalu Aktif

Selalu menggunakan otak untuk berpikir dengan membaca atau mempelajari hal-hal yang belum diketahui sebelumnya. Hal-hal tersebut akan membuat otak selalu aktif, sehingga menurunkan risiko terkena demensia di kemudian hari. Jika terlalu malas membaca dan mempelajari hal-hal baru, kamu dapat melakukan teka-teki silang untuk menjaga otak selalu aktif.

Baca juga: Demensia Bisa Datang di Usia 30an

  • Hindari Konsumsi Alkohol

Sering mengonsumsi alkohol dapat meningkatkan risiko mengidap demensia di kemudian hari. Alkohol mampu menyebabkan kerusakan permanen pada otak secara struktural maupun fungsional. Langkah mencegah demensia selanjutnya dapat kamu lakukan dengan berhenti konsumsi alkohol

  • Cukup Istirahat

Kurang istirahat dapat meningkatkan kadar protein yang dapat membentuk plak amiloid, sehingga mengganggu pola tidur seseorang. Kurang tidur juga akan menyebabkan terjadinya gangguan kognitif yang menyebabkan peradangan di sistem saraf pusat, termasuk otak. Usahakan untuk mendapatkan tidur yang cukup selama 8 jam per malam.

Baca juga: Benarkah Demensia Lebih Rentan Terjadi pada Wanita?

Selain Usia, Ini Faktor Risiko Demensia

Selain bertambahnya usia, adanya riwayat keluarga, serta gaya hidup tidak sehat yang dijalani, berikut faktor pemicu demensia:

  • Depresi.

  • Sleep apnea.

  • Berat badan berlebihan.

  • Tekanan dara tinggi.

Jika kamu memiliki sejumlah faktor pemicunya, lakukan langkah pencegahan dengan mengikuti langkah-langkah yang telah disebutkan. Gejala demensia yang dibiarkan akan membuat daya ingat menurun, susah dalam menemukan kata-kata yang tepat saat berkomunikasi, serta terganggunya aktivitas sosial sehari-hari yang biasa dilakukan.

Referensi:

NHS. Diakses pada 2020. Can Dementia be Prevented?
Stanford Health Care. Diakses pada 2020. Can Dementia be Prevented?
Mayo Clinic. Diakses pada 2020. Dementia.