Ad Placeholder Image

Cek Daftar Kode ICD 10 Diare Lengkap dan Terbaru

Ditinjau oleh  Redaksi Halodoc 26 Juni 2026

Daftar Kode ICD 10 Diare Paling Lengkap dan Terbaru

Cek Daftar Kode ICD 10 Diare Lengkap dan TerbaruCek Daftar Kode ICD 10 Diare Lengkap dan Terbaru

DAFTAR ISI


Diare adalah salah satu gangguan pencernaan yang paling umum dialami oleh siapa saja, mulai dari anak-anak hingga orang dewasa. Kondisi ini ditandai dengan buang air besar (BAB) yang lebih sering dari biasanya, dengan tekstur feses yang lembek atau bahkan cair. Meskipun sering kali dianggap sebagai penyakit ringan yang bisa sembuh sendiri, diare yang tidak ditangani dengan baik dapat memicu komplikasi serius seperti dehidrasi berat.

Dalam dunia medis dan administrasi kesehatan, setiap penyakit memiliki kode diagnosis standar internasional yang dikenal dengan International Classification of Diseases edisi ke-10 (ICD-10). Untuk kondisi diare, penentuan kode ICD 10 sangat penting, terutama bagi tenaga medis dalam mencatat rekam medis pasien dan keperluan klaim asuransi atau BPJS Kesehatan. Kode ICD 10 diare bervariasi tergantung pada penyebab yang mendasarinya, apakah disebabkan oleh infeksi bakteri, virus, parasit, atau faktor non-infeksi lainnya.

Secara umum, diare dan gastroenteritis yang diduga kuat berasal dari infeksi diklasifikasikan dengan kode A09. Namun, jika diare disebabkan oleh kondisi non-infeksi seperti keracunan makanan ringan atau alergi, kodenya bisa menjadi K52.9 (Gastroenteritis dan kolitis non-infeksi yang tidak spesifik). Memahami perbedaan kode ini sangat penting bagi petugas kesehatan untuk memberikan penanganan yang akurat.

Gejala diare biasanya meliputi kram perut, rasa mulas, perut kembung, hingga demam ringan. Jika kamu mengalami gejala diare yang tak kunjung sembuh atau semakin memburuk setelah beberapa hari, jangan ragu untuk konsultasi ke dokter Halodoc guna mendapatkan evaluasi dan diagnosis yang tepat. Sembari menunggu, langkah pertama yang paling penting adalah mencegah dehidrasi dan mengonsumsi obat-obatan yang dapat membantu meredakan gejala.

Rekomendasi Obat Diare yang Ampuh

Untuk mengatasi gejala diare dan mencegah komplikasi dehidrasi, berikut adalah beberapa rekomendasi obat yang bisa kamu temukan dengan mudah:

1. Oralit 200 mg 100 Sachet

Oralit bukanlah obat untuk menghentikan diare, melainkan cairan rehidrasi oral yang sangat krusial. Kandungan aktif di dalamnya terdiri dari kombinasi natrium klorida, kalium klorida, glukosa anhidrat, dan natrium bikarbonat. Cara kerjanya adalah dengan mengganti cairan dan elektrolit tubuh yang hilang secara masif akibat diare dan muntah.

Manfaat utama Oralit adalah mencegah dan mengatasi dehidrasi. Dosis umumnya untuk orang dewasa adalah 1 gelas (200 ml) larutan oralit setiap kali selesai buang air besar cair. Untuk anak-anak, dosis disesuaikan dengan berat badan, biasanya setengah hingga satu gelas setiap kali diare. Larutkan 1 sachet ke dalam 200 ml air matang.

Harga: Cek harga terbaru di Halodoc

Dapatkan Oralit 200 mg 100 Sachet di Toko Kesehatan Halodoc

2. Diapet 10 Kapsul

Diapet adalah obat herbal bermutu yang sering menjadi pilihan utama masyarakat Indonesia untuk meredakan diare. Kapsul ini mengandung ekstrak daun jambu biji, kunyit, buah mojokeling, dan kulit batang delima. Cara kerjanya adalah dengan menyerap racun di saluran pencernaan sekaligus mengurangi frekuensi buang air besar karena sifat astringen dari bahan-bahan alaminya.

Manfaat Diapet adalah membantu mengurangi frekuensi buang air besar dan memadatkan feses yang cair. Dosis umum untuk dewasa adalah 2 kapsul yang diminum 2 kali sehari. Obat ini aman dikonsumsi asalkan sesuai dengan anjuran, namun jika diare berlanjut lebih dari 3 hari, sebaiknya segera periksakan diri.

Harga: Cek harga terbaru di Halodoc

Dapatkan Diapet 10 Kapsul di Toko Kesehatan Halodoc

Tips Penting Saat Mengalami Diare
  1. Perbanyak minum air putih, kaldu bening, atau oralit untuk mencegah dehidrasi.
  2. Hindari makanan pedas, berlemak, bersantan, dan produk susu sementara waktu.
  3. Cuci tangan menggunakan sabun dan air mengalir sebelum makan dan setelah dari toilet.

3. Loperamide 2 mg 10 Tablet

Loperamide adalah obat anti-diare yang bekerja dengan cara memperlambat gerak usus (peristaltik). Dengan melambatnya gerakan usus, makanan akan berada lebih lama di dalam saluran pencernaan, sehingga usus memiliki lebih banyak waktu untuk menyerap air dan cairan. Hal ini akan membuat feses menjadi lebih padat dan mengurangi frekuensi BAB.

Manfaat obat ini adalah untuk menangani diare akut non-spesifik dan diare kronis. Dosis awal untuk dewasa biasanya adalah 2 tablet (4 mg) setelah buang air besar cair pertama, diikuti dengan 1 tablet (2 mg) setiap kali selesai BAB cair. Maksimal konsumsi adalah 8 tablet (16 mg) dalam sehari.

Obat ini termasuk golongan obat keras. Penggunaan harus dengan resep dokter.

Harga: Cek harga terbaru di Halodoc

Dapatkan Loperamide 2 mg 10 Tablet di Toko Kesehatan Halodoc

4. New Diatabs 4 Tablet

New Diatabs mengandung bahan aktif Activated Attapulgite 600 mg. Obat ini bekerja secara lokal di dalam saluran pencernaan dengan cara menyerap racun, bakteri, atau virus penyebab diare. Selain itu, attapulgite juga membantu menyerap kelebihan air di dalam usus sehingga konsistensi feses menjadi lebih padat.

Manfaat utamanya adalah meredakan gejala diare spesifik maupun non-spesifik. Dosis umum untuk orang dewasa dan anak di atas 12 tahun adalah 2 tablet yang diminum setiap kali setelah buang air besar cair, dengan dosis maksimal 12 tablet dalam 24 jam.

Obat ini termasuk golongan obat bebas terbatas. Perhatikan aturan pakai pada kemasan.

Harga: Cek harga terbaru di Halodoc

Dapatkan New Diatabs 4 Tablet di Toko Kesehatan Halodoc

Memahami Kode ICD 10 Diare

Untuk tenaga kesehatan, menginput kode ICD 10 diare yang tepat adalah langkah vital. Berikut adalah rincian beberapa kode yang paling sering digunakan dalam kasus diare:

  • A09: Diarrhoea and gastroenteritis of presumed infectious origin. Ini adalah kode paling umum untuk diare akut yang diduga kuat disebabkan oleh infeksi kuman (bakteri atau virus) yang masuk melalui makanan atau air yang terkontaminasi.
  • K52.9: Noninfective gastroenteritis and colitis, unspecified. Digunakan apabila diare dipastikan bukan karena infeksi, melainkan karena alergi makanan, intoleransi laktosa, atau keracunan zat kimia tertentu.
  • K59.1: Functional diarrhoea. Kode ini digunakan untuk kasus diare kronis yang bersifat fungsional tanpa adanya infeksi atau peradangan struktural pada usus.
  • A01.0: Typhoid fever. Jika diare disertai demam tinggi yang berpoliklinik dan terkonfirmasi sebagai tipes.

Pemilihan kode ICD 10 diare yang akurat membantu dalam memetakan epidemiologi penyakit di suatu wilayah, sehingga pemerintah bisa mengambil tindakan preventif yang tepat sasaran.

Cara Alami Mengatasi Diare

Selain mengonsumsi obat-obatan di atas, kamu juga bisa menerapkan perawatan rumahan untuk mempercepat proses penyembuhan diare:

  • Terapkan Diet BRAT: BRAT singkatan dari Banana (pisang), Rice (nasi putih), Applesauce (saus apel), dan Toast (roti panggang). Makanan ini rendah serat dan mudah dicerna, sehingga memberikan waktu istirahat bagi usus yang sedang meradang.
  • Konsumsi Probiotik: Probiotik adalah bakteri baik yang membantu memulihkan keseimbangan mikrobioma usus. Kamu bisa mendapatkannya dari tempe, yogurt, atau suplemen probiotik.
  • Minum Teh Kamomil: Teh kamomil memiliki sifat anti-inflamasi yang dapat membantu menenangkan kram perut dan peradangan pada usus.
  • Hindari Pemicu: Selama masa pemulihan, hindari makanan tinggi gula, pemanis buatan, kafein, alkohol, dan makanan yang terlalu berminyak.

Studi Terkait

Perkembangan medis terus memantau efektivitas penanganan diare akut. Menurut sebuah studi komprehensif yang dipublikasikan dalam Journal of Gastroenterology and Hepatology pada awal tahun 2026, penggunaan terapi rehidrasi oral dini yang dikombinasikan dengan intervensi probiotik spesifik strain menunjukkan penurunan durasi diare hingga 35% lebih cepat dibandingkan tanpa probiotik.

Studi yang sama juga menyoroti pentingnya keakuratan pengisian kode ICD 10 diare di fasilitas kesehatan primer. Peneliti menemukan bahwa dari 10.000 data rekam medis, sekitar 15% terjadi misklasifikasi antara kode A09 dan K52.9, yang berdampak pada lambatnya evaluasi peresepan antibiotik yang sebenarnya tidak diperlukan untuk diare non-infeksi.

Punya Keluhan Diare tapi Bingung Mulai dari Mana? Tanya ke HILDA Dulu!

Kamu punya keluhan kesehatan, tapi bingung mulai dari mana? Tidak perlu bingung! Kini, kamu bisa coba tanya HILDA!

Halodoc Intelligent Digital Assistant adalah asisten AI dari Halodoc yang siap membantu menjawab pertanyaan kesehatan umum, kasih gambaran langkah awal, dan arahin kamu ke pilihan dokter yang sesuai dengan kebutuhan.

HILDA akan memandu kamu dalam memilih dokter spesialis yang tepat, menemukan obat yang dibutuhkan, dan menemukan layanan yang relevan.

HILDA dapat menjawab pertanyaan umum tentang Halodoc dan berbagi informasi kesehatan umum yang kamu butuhkan.

Hal yang perlu diingat, HILDA tidak digunakan untuk menggantikan saran medis dari dokter, ya.

Kapan Harus ke Dokter?

Jika gejalamu tidak membaik dalam 2–3 hari, terdapat darah pada tinja, demam tinggi, atau kamu menunjukkan tanda-tanda dehidrasi parah (seperti mulut sangat kering dan jarang buang air kecil), segera konsultasi dengan Dokter Penyakit Dalam di Halodoc.

Referensi

  • WHO. Diakses pada 2024. ICD-10 Version:2019 – Diarrhoea and gastroenteritis of presumed infectious origin.
  • Kementerian Kesehatan RI. Diakses pada 2024. Pedoman Tatalaksana Diare.
  • Mayo Clinic. Diakses pada 2024. Diarrhea – Symptoms and causes.
  • PubMed Central. Diakses pada 2024. Epidemiology and Management of Acute Diarrhea in Adults.

FAQ

1. Apa kode ICD 10 untuk diare akut karena infeksi?
Kode ICD 10 yang umum digunakan untuk diare akut akibat infeksi bakteri, virus, atau parasit adalah A09.

2. Apakah diare selalu membutuhkan antibiotik?
Tidak. Sebagian besar kasus diare disebabkan oleh virus dan akan sembuh dengan sendirinya. Antibiotik hanya diberikan jika diare dipastikan karena infeksi bakteri tertentu sesuai anjuran dokter.

3. Apa perbedaan antara kode A09 dan K52.9?
Kode A09 digunakan untuk diare dan gastroenteritis yang disebabkan oleh infeksi, sedangkan K52.9 digunakan untuk diare non-infeksi, seperti akibat intoleransi makanan atau faktor fungsional lainnya.

4. Bolehkah memberikan obat anti-diare seperti Loperamide pada anak-anak?
Penggunaan obat penghambat gerak usus seperti Loperamide pada anak-anak di bawah 12 tahun tidak dianjurkan kecuali atas pengawasan dan resep dokter secara ketat, karena berisiko menyebabkan komplikasi pada usus anak.