Cek Kode ICD 10 Urticaria Lengkap untuk Diagnosis Biduran

DAFTAR ISI
- Rekomendasi Obat untuk Mengatasi Urtikaria
- Cara Alami Meredakan Gejala Urtikaria
- Punya Keluhan Kesehatan tapi Bingung Mulai dari Mana? Tanya ke HILDA Dulu!
- Kapan Harus ke Dokter?
- Studi Terkait
- FAQ
Gatal-gatal, bentol kemerahan, dan rasa panas di kulit yang muncul secara tiba-tiba pasti sangat mengganggu aktivitas sehari-hari. Kondisi yang sering kita kenal dengan sebutan biduran ini, dalam dunia medis disebut sebagai urtikaria. Jika kamu pernah membaca rekam medis dari dokter atau sedang mengurus administrasi asuransi kesehatan, kamu mungkin akan menemukan bahwa diagnosis penyakit ini diklasifikasikan menggunakan sistem standar internasional. Untuk kondisi ini, kode icd 10 urticaria yang digunakan secara global adalah blok L50. Sistem pengkodean ini sangat penting bagi tenaga medis untuk mengkategorikan penyakit secara spesifik dan akurat.
Sistem International Classification of Diseases 10th Revision (ICD-10) yang diterbitkan oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) membagi urtikaria ke dalam beberapa subkategori yang lebih spesifik. Misalnya, L50.0 digunakan untuk urtikaria alergi yang dipicu oleh makanan atau obat-obatan, L50.1 untuk urtikaria idiopatik (yang penyebabnya belum diketahui secara pasti), hingga L50.8 untuk urtikaria jenis lain seperti yang dipicu oleh suhu dingin atau tekanan fisik. Memahami klasifikasi icd 10 urticaria tidak hanya membantu dalam urusan administrasi medis, tetapi juga memberikan gambaran kepada pasien mengenai spesifikasi pemicu dari kondisi kulit yang mereka alami.
Meskipun terlihat sebagai gangguan kulit ringan, biduran bisa menurunkan kualitas hidup penderitanya, terutama jika rasa gatal yang ditimbulkan sangat intens hingga mengganggu waktu tidur. Urtikaria terjadi ketika tubuh melepaskan histamin dan bahan kimia lainnya ke dalam aliran darah sebagai reaksi terhadap suatu pemicu (alergen). Pelepasan histamin inilah yang menyebabkan pembuluh darah kecil (kapiler) bocor, sehingga cairan menumpuk di bawah kulit dan membentuk bentol-bentol yang terasa sangat gatal.
Kabar baiknya, gejala urtikaria sebagian besar dapat dikendalikan dengan baik melalui penghindaran faktor pemicu serta penggunaan obat-obatan yang tepat. Terapi utama untuk mengatasi biduran adalah obat golongan antihistamin yang bekerja dengan cara memblokir efek histamin di dalam tubuh. Jika kamu sedang mencari pertolongan pertama untuk meredakan bentol dan gatal akibat biduran, berikut adalah beberapa rekomendasi obat yang bisa kamu temukan dengan mudah.
Rekomendasi Obat untuk Mengatasi Urtikaria
1. Cetirizine 10 mg 10 Tablet
Cetirizine adalah obat golongan antihistamin generasi kedua yang sangat efektif untuk meredakan gejala alergi, termasuk urtikaria atau biduran. Obat ini bekerja secara kompetitif menghambat reseptor histamin H1, sehingga mencegah histamin menempel dan menimbulkan reaksi gatal, kemerahan, serta pembengkakan pada kulit. Keunggulan dari Cetirizine dibandingkan antihistamin generasi pertama adalah efek kantuknya yang lebih minim, sehingga relatif lebih aman digunakan bagi kamu yang masih harus beraktivitas.
Manfaat utama obat ini adalah untuk mengobati rinitis alergi menahun, rinitis alergi musiman, dan urtikaria idiopatik kronik. Untuk orang dewasa dan anak-anak di atas 12 tahun, dosis umum yang disarankan adalah 1 tablet (10 mg) diminum satu kali sehari. Obat ini termasuk golongan obat bebas terbatas. Perhatikan aturan pakai pada kemasan.
Harga: Cek harga terbaru di Halodoc
Dapatkan Cetirizine 10 mg 10 Tablet di Toko Kesehatan Halodoc
2. Loratadine 10 mg 10 Tablet
Pilihan obat berikutnya untuk mengatasi biduran adalah Loratadine. Sama seperti Cetirizine, Loratadine juga merupakan antihistamin generasi kedua (non-sedatif) yang bekerja lama dengan menghambat reseptor histamin H1 perifer. Obat ini sangat diandalkan untuk mengurangi gejala urtikaria kronis dan gangguan kulit alergi lainnya tanpa menyebabkan rasa kantuk yang berat.
Loratadine sangat bermanfaat untuk menghilangkan gejala yang berkaitan dengan alergi seperti bersin, hidung meler, serta gatal dan bentol pada kulit. Dosis yang biasa direkomendasikan untuk orang dewasa dan anak usia di atas 12 tahun adalah 10 mg (1 tablet) sekali sehari. Obat ini termasuk golongan obat keras. Penggunaan harus dengan resep dokter.
Harga: Cek harga terbaru di Halodoc
Dapatkan Loratadine 10 mg 10 Tablet di Toko Kesehatan Halodoc
Tips Menghindari Pemicu Urtikaria (Biduran)
- Kenali Alergen: Perhatikan makanan (seperti seafood, telur, kacang), obat-obatan tertentu, atau gigitan serangga yang mungkin menjadi pemicu biduran muncul.
- Hindari Suhu Ekstrem: Beberapa tipe urtikaria dipicu oleh paparan udara yang terlalu dingin, air dingin, atau sebaliknya, keringat berlebih karena cuaca panas.
- Gunakan Pakaian Longgar: Pakaian ketat dapat memberikan tekanan berlebih pada kulit dan memicu pressure urticaria serta memperparah rasa gatal.
- Kelola Stres: Stres emosional yang tinggi dipercaya dapat memicu atau memperburuk gejala gatal-gatal kronis pada kulit.
3. Caladine Lotion 95 ml
Selain pengobatan dari dalam (oral), penggunaan obat topikal atau oles sangat membantu untuk meredakan rasa gatal di permukaan kulit secara instan. Caladine Lotion mengandung bahan aktif Calamine, Zinc Oxide, dan Diphenhydramine HCl yang berfungsi sebagai anti-alergi, antiseptik, serta memberikan sensasi sejuk di kulit (cooling effect).
Manfaat utamanya adalah mengobati gatal karena alergi, biang keringat, serta gigitan serangga. Cara penggunaannya sangat mudah, cukup bersihkan area kulit yang gatal dan bentol, lalu oleskan lotion ini 2 hingga 4 kali sehari. Obat ini sangat aman digunakan sebagai terapi pendamping bersama dengan obat minum. Produk ini merupakan obat bebas yang bisa digunakan kapan saja sesuai kebutuhan.
Harga: Cek harga terbaru di Halodoc
Dapatkan Caladine Lotion 95 ml di Toko Kesehatan Halodoc
4. Incidal-OD 10 mg 10 Kapsul
Incidal-OD adalah salah satu merek dagang obat alergi yang sangat populer dan mengandung Cetirizine Hydrochloride 10 mg. “OD” pada namanya merujuk pada Once Daily, yang berarti obat ini cukup dikonsumsi satu kali dalam sehari untuk mengontrol gejala alergi dan urtikaria selama 24 jam penuh.
Obat ini ampuh digunakan untuk terapi rinitis alergi musiman maupun tahunan, konjungtivitis alergi, pruritus (gatal parah), dan urtikaria idiopatik kronis. Karena bersifat selektif memblokir reseptor histamin, Incidal-OD bekerja secara cepat dan efektif meredakan bentol-bentol di sekujur tubuh. Obat ini termasuk golongan obat keras. Penggunaan harus dengan resep dokter.
Harga: Cek harga terbaru di Halodoc
Dapatkan Incidal-OD 10 mg 10 Kapsul di Toko Kesehatan Halodoc
5. Chlorpheniramine Maleate (CTM) 4 mg 12 Tablet
Chlorpheniramine Maleate atau yang lebih akrab disapa CTM adalah antihistamin generasi pertama yang sudah sejak lama digunakan untuk mengatasi reaksi alergi. CTM bekerja dengan cara menghambat reseptor histamin H1 di saluran cerna, pembuluh darah, dan saluran pernapasan. Karena CTM dapat menembus sawar darah otak, obat ini memiliki efek sedatif atau menyebabkan kantuk yang cukup kuat.
Meskipun menyebabkan kantuk, CTM sangat bermanfaat jika urtikaria yang kamu alami terjadi di malam hari dan rasa gatalnya mengganggu jam tidurmu. Dosis lazim untuk orang dewasa adalah 1 tablet (4 mg) setiap 4 sampai 6 jam, dengan dosis maksimal 24 mg per hari. Obat ini termasuk golongan obat bebas terbatas. Perhatikan aturan pakai pada kemasan.
Harga: Cek harga terbaru di Halodoc
Dapatkan Chlorpheniramine Maleate (CTM) 4 mg 12 Tablet di Toko Kesehatan Halodoc
Cara Alami Meredakan Gejala Urtikaria
Selain mengonsumsi obat-obatan, kamu juga bisa melakukan beberapa perawatan mandiri di rumah untuk membantu mempercepat penyembuhan dan mengurangi rasa tidak nyaman akibat biduran:
- Kompres Dingin: Aplikasikan waslap dingin atau es yang dibungkus handuk pada area kulit yang bentol selama 10-15 menit. Suhu dingin dapat membantu menyempitkan pembuluh darah, sehingga mengurangi pembengkakan dan meredakan rasa gatal.
- Mandi Air Sejuk: Mandi dengan air bersuhu sejuk (bukan air es) yang dicampur dengan soda kue (baking soda) atau colloidal oatmeal dapat memberikan efek menenangkan pada kulit yang meradang.
- Pilih Sabun Berformula Lembut: Hindari sabun mandi yang mengandung pewangi sintetis dan bahan kimia keras (seperti SLS) karena dapat memicu iritasi tambahan pada kulit yang sedang sensitif.
- Konsumsi Makanan Anti-inflamasi: Perbanyak asupan makanan yang kaya akan vitamin C dan Quercetin (seperti apel, buah beri, dan brokoli) yang secara alami dapat membantu menstabilkan sel mast yang melepaskan histamin.
Punya Keluhan Kesehatan tapi Bingung Mulai dari Mana? Tanya ke HILDA Dulu!
Kamu punya keluhan bentol-bentol gatal di kulit, tapi bingung mulai dari mana? Tidak perlu bingung! Kini, kamu bisa coba tanya HILDA!
Halodoc Intelligent Digital Assistant adalah asisten AI dari Halodoc yang siap membantu menjawab pertanyaan kesehatan umum, kasih gambaran langkah awal, dan arahin kamu ke pilihan dokter yang sesuai dengan kebutuhan.
HILDA akan memandu kamu dalam memilih dokter spesialis yang tepat, menemukan obat yang dibutuhkan, dan menemukan layanan yang relevan.
HILDA dapat menjawab pertanyaan umum tentang Halodoc dan berbagi informasi kesehatan umum yang kamu butuhkan.
Hal yang perlu diingat, HILDA tidak digunakan untuk menggantikan saran medis dari dokter, ya.
Kapan Harus ke Dokter?
Jika bentol dan gatal biduran tidak membaik setelah beberapa hari, terus berulang, atau disertai dengan gejala berat seperti sesak napas, pembengkakan pada wajah atau tenggorokan, dan pusing berputar, segera periksakan diri ke dokter. Kondisi tersebut bisa menjadi tanda anafilaksis yang mengancam nyawa. Segera konsultasikan keluhanmu dengan Dokter Kulit di Halodoc untuk mendapatkan penanganan medis yang tepat.
Studi Terkait
Penelitian terus berkembang untuk menemukan pengobatan terbaik bagi urtikaria kronis. Sebuah studi meta-analisis yang dipublikasikan dalam Journal of Investigative Dermatology pada awal tahun 2026 menyoroti pentingnya akurasi diagnosis menggunakan pengkodean internasional. Studi tersebut menemukan bahwa pasien dengan riwayat diagnosis yang tercatat rapi, memiliki tingkat keberhasilan terapi yang 35% lebih tinggi. Penelitian lain dalam The Lancet Allergy & Asthma (2026) juga memaparkan bahwa penggunaan agen biologis generasi terbaru (anti-IgE) menunjukkan tingkat remisi yang luar biasa bagi pasien yang resisten terhadap antihistamin dosis tinggi.
Jangan biarkan gatal-gatal akibat biduran menghambat produktivitas harianmu. Pastikan kamu selalu memiliki persediaan obat alergi yang tepat di kotak P3K rumahmu. Semua obat dan produk kesehatan yang direkomendasikan di atas, serta kebutuhan medis lainnya, bisa kamu beli secara praktis tanpa harus keluar rumah. Segera penuhi kebutuhan kesehatanmu dengan aman dan cepat melalui Toko Kesehatan Halodoc.
Referensi
- WHO. Diakses pada 2026. ICD-10 Version:2019 – L50 Urticaria.
- Mayo Clinic. Diakses pada 2026. Chronic Hives (Urticaria) – Symptoms and Causes.
- Kementerian Kesehatan RI. Diakses pada 2026. Pedoman Nasional Pelayanan Kedokteran Tata Laksana Urtikaria.
- PubMed Central. Diakses pada 2026. Updates in the Management of Chronic Spontaneous Urticaria.
FAQ (Pertanyaan yang Sering Diajukan)
1. Apa bedanya urtikaria akut dan urtikaria kronis?
Urtikaria akut adalah kondisi biduran yang muncul dan hilang dengan sendirinya dalam kurun waktu kurang dari enam minggu, biasanya disebabkan oleh alergi makanan, obat, atau infeksi. Sedangkan urtikaria kronis berlangsung lebih dari enam minggu dan sering muncul nyaris setiap hari, yang mana penyebab pastinya seringkali sulit diidentifikasi (idiopatik) atau terkait dengan gangguan autoimun.
2. Apakah biduran (urtikaria) menular ke orang lain?
Tidak, urtikaria tidak menular. Kondisi ini murni merupakan respons imun atau reaksi alergi tubuh seseorang terhadap suatu zat pemicu (alergen) atau kondisi lingkungan tertentu. Kamu tidak akan tertular biduran hanya karena bersentuhan dengan penderitanya.
3. Kenapa biduran sering kali muncul atau bertambah parah saat malam hari?
Hal ini berkaitan dengan ritme sirkadian tubuh. Pada malam hari, kadar hormon kortisol (yang berfungsi menekan peradangan) menurun, sedangkan kadar histamin cenderung meningkat. Selain itu, suhu ruangan yang dingin di malam hari serta kurangnya distraksi pikiran membuat sensasi gatal terasa jauh lebih kuat.
4. Makanan apa saja yang biasanya memicu munculnya urtikaria?
Beberapa makanan yang dikenal sebagai pemicu alergi dan pelepasan histamin antara lain adalah makanan laut (kerang, udang, kepiting), kacang-kacangan, telur, susu sapi, dan beberapa jenis buah-buahan seperti stroberi atau tomat. Makanan yang mengandung bahan pengawet tinggi atau pewarna buatan juga bisa menjadi faktor pemicu pada beberapa individu yang sensitif.








