Ad Placeholder Image

Daftar Kode ICD 10 Asma Bronchial Lengkap dan Terbaru

10 menit
Ditinjau oleh  Redaksi Halodoc 26 Juni 2026

Daftar Lengkap Kode ICD 10 Asma Bronchial Terbaru

Daftar Kode ICD 10 Asma Bronchial Lengkap dan TerbaruDaftar Kode ICD 10 Asma Bronchial Lengkap dan Terbaru

DAFTAR ISI


Di dunia medis, setiap penyakit memiliki kode identifikasi internasional yang digunakan untuk diagnosis, pemantauan kesehatan global, dan administrasi asuransi kesehatan.

Sistem ini dikenal dengan ICD-10 (International Statistical Classification of Diseases and Related Health Problems 10th Revision). Untuk kondisi asma bronkial, kode ICD-10 yang digunakan adalah kelompok J45. Memahami klasifikasi ini sangat penting bagi tenaga medis maupun pasien untuk memastikan penanganan dan pencatatan riwayat medis yang tepat dan akurat.

Asma bronkial atau yang secara umum sering disebut asma, merupakan suatu kondisi medis kronis di mana saluran udara (bronkus) di dalam paru-paru mengalami peradangan, pembengkakan, dan penyempitan, serta menghasilkan lendir yang berlebihan.

Dalam sistem ICD-10, kode J45 dibagi lagi menjadi beberapa subkategori untuk menjelaskan tingkat keparahan dan jenis asma. Misalnya, J45.0 untuk asma alergi dominan (Predominantly allergic asthma), J45.1 untuk asma non-alergi, dan J45.9 untuk asma yang tidak ditentukan secara spesifik. Ketika saluran napas meradang, penderita akan mengalami gejala klasik seperti mengi (suara napas berderik), batuk (terutama pada malam atau dini hari), rasa dada tertekan, hingga sesak napas yang sangat mengganggu aktivitas sehari-hari.

Penyebab asma bronkial belum diketahui secara pasti, namun para ahli kesehatan meyakini bahwa kondisi ini dipicu oleh kombinasi faktor genetik dan paparan lingkungan. Ketika seseorang dengan asma terpapar oleh pemicu tertentu (seperti debu, serbuk sari, bulu hewan, asap rokok, udara dingin, atau bahkan stres emosional), sistem kekebalan tubuhnya bereaksi secara berlebihan.

Otot-otot yang mengelilingi saluran udara menjadi tegang (bronkospasme), lapisan saluran udara membengkak, dan produksi dahak meningkat drastis. Hal inilah yang menyebabkan aliran udara ke paru-paru menjadi terhambat.

Meskipun asma bronkial tidak dapat disembuhkan secara total, kondisinya dapat dikendalikan dengan penanganan yang tepat sehingga penderitanya dapat menjalani hidup yang normal dan aktif.

Pengobatan utama asma berfokus pada dua hal: meredakan gejala saat serangan terjadi (reliever) dan mengontrol peradangan jangka panjang untuk mencegah serangan (controller). Ada berbagai macam obat asma yang tersedia di apotek, mulai dari bentuk inhaler (obat hirup), cairan nebulizer, hingga obat minum berupa tablet atau kapsul. Berikut ini adalah beberapa rekomendasi obat yang umum diresepkan oleh dokter untuk menangani asma bronkial.

Rekomendasi Obat Asma Bronkial

1. Ventolin Inhaler 100 mcg 200 Doses

Ventolin Inhaler adalah obat hirup yang mengandung Salbutamol sulfate, suatu senyawa yang termasuk dalam golongan bronkodilator agonis reseptor beta-2 kerja cepat (Short-Acting Beta Agonist atau SABA). Obat ini bekerja langsung pada otot polos saluran pernapasan dengan cara melemaskannya, sehingga saluran udara yang tadinya menyempit dapat melebar dengan cepat. Ventolin sangat krusial digunakan sebagai obat pereda (reliever) darurat saat serangan asma tiba-tiba terjadi atau untuk mencegah asma yang diinduksi oleh olahraga.

Cara penggunaannya adalah dengan menghirup dosis yang ditentukan (biasanya 1-2 isapan) langsung ke dalam paru-paru saat serangan sesak napas terjadi. Efek pelegaan biasanya dapat dirasakan dalam hitungan menit. Namun, obat ini tidak ditujukan untuk mengobati peradangan dasar dari asma itu sendiri, sehingga penggunaannya tidak disarankan sebagai pengobatan tunggal jangka panjang. Beberapa efek samping ringan yang mungkin timbul antara lain jantung berdebar, tremor (gemetar) pada tangan, atau sakit kepala ringan. Obat ini termasuk golongan obat keras. Penggunaan harus dengan resep dokter.

Harga: Cek harga terbaru di Halodoc

Dapatkan Ventolin Inhaler 100 mcg 200 Doses di Toko Kesehatan Halodoc

2. Symbicort 160 mcg/4.5 mcg Turbuhaler 60 Dosis

Symbicort Turbuhaler merupakan pengobatan asma kombinasi yang sangat efektif. Obat inhaler ini mengandung dua bahan aktif utama: Budesonide (160 mcg) dan Formoterol fumarate dihydrate (4.5 mcg). Budesonide adalah kortikosteroid inhalasi (ICS) yang bekerja kuat meredakan dan mencegah peradangan pada saluran napas, sedangkan Formoterol adalah bronkodilator kerja panjang (Long-Acting Beta Agonist atau LABA) yang menjaga saluran napas tetap terbuka dalam waktu yang lama (hingga 12 jam).

Kombinasi kedua agen ini menjadikan Symbicort dapat digunakan baik sebagai terapi pemeliharaan rutin (maintenance therapy) untuk mencegah kambuhnya asma (pengendali), sekaligus dapat diresepkan oleh dokter sebagai obat pereda cepat (terapi SMART – Symbicort Maintenance And Reliever Therapy).

Setelah menghirup obat ini, kamu sangat disarankan untuk berkumur dengan air hangat guna mencegah timbulnya infeksi jamur pada rongga mulut (kandidiasis oral) yang disebabkan oleh sisa steroid. Obat ini termasuk golongan obat keras. Penggunaan harus dengan resep dokter.

Harga: Cek harga terbaru di Halodoc

Dapatkan Symbicort 160 mcg/4.5 mcg Turbuhaler 60 Dosis di Toko Kesehatan Halodoc

Faktor Pemicu Asma Bronkial yang Perlu Dihindari
  1. Paparan debu, tungau, dan kotoran serangga di dalam rumah.
  2. Bulu hewan peliharaan seperti kucing, anjing, atau burung.
  3. Asap rokok (baik perokok aktif maupun pasif) dan polusi kendaraan.
  4. Perubahan cuaca mendadak, udara yang terlalu dingin, atau kelembapan tinggi.
  5. Infeksi saluran pernapasan atas seperti flu atau pilek.

3. Salbutamol 2 mg 10 Tablet

Selain dalam bentuk obat hirup, penanganan asma juga dapat menggunakan obat minum oral. Salbutamol 2 mg dalam sediaan tablet merupakan salah satu obat bronkodilator sistemik yang bekerja merelaksasi otot-otot di sekitar saluran pernapasan yang menyempit akibat serangan asma, bronkitis kronis, atau penyakit paru obstruktif kronis (PPOK).

Berbeda dengan bentuk inhaler yang bereaksi dalam hitungan menit, sediaan tablet membutuhkan waktu yang sedikit lebih lama untuk bekerja karena harus diserap terlebih dahulu oleh saluran pencernaan dan didistribusikan melalui aliran darah.

Obat ini umumnya diresepkan untuk pasien yang kesulitan menggunakan perangkat inhaler atau bagi mereka yang membutuhkan pengobatan bronkodilator pemeliharaan secara teratur.

Dosis yang dianjurkan harus sepenuhnya mematuhi instruksi dokter.

Harga: Cek harga terbaru di Halodoc

Dapatkan Salbutamol 2 mg 10 Tablet di Toko Kesehatan Halodoc

4. Lasal 2 mg 10 Kapsul

Lasal 2 mg merupakan sediaan kapsul yang juga mengandung bahan aktif Salbutamol sulfate. Fungsinya identik dengan obat salbutamol sediaan oral lainnya, yaitu bertindak sebagai bronkodilator yang efektif mengurangi kejang pada otot pernapasan. Lasal sering digunakan untuk mengurangi gejala seperti mengi, dada sesak, dan kesulitan bernapas yang merupakan manifestasi utama dari diagnosis ICD 10 asma bronchial (J45).

Karena bekerja secara sistemik ke seluruh tubuh, penggunaannya harus di bawah pengawasan ketat medis, terutama bagi penderita yang memiliki riwayat kondisi hipertiroidisme, penyakit jantung kardiovaskular, atau hipertensi. Pasien biasanya disarankan untuk meminum kapsul ini dengan air putih yang cukup, bisa diminum bersamaan atau tanpa makanan. Hindari menggandakan dosis jika terlupa meminumnya tanpa berkonsultasi dengan tenaga medis. Obat ini termasuk golongan obat keras. Penggunaan harus dengan resep dokter.

Harga: Cek harga terbaru di Halodoc

Dapatkan Lasal 2 mg 10 Kapsul di Toko Kesehatan Halodoc

5. Pulmicort 0.25 mg/ml 5 Respules

Pulmicort Respules adalah obat cair yang dikhususkan untuk penggunaan melalui alat nebulizer. Alat nebulizer akan mengubah cairan obat ini menjadi kabut (aerosol) halus yang kemudian dihirup oleh pasien melalui masker khusus yang dipasang di wajah. Obat ini mengandung Budesonide murni, suatu kortikosteroid anti-inflamasi lokal yang bekerja memblokir pelepasan zat-zat pemicu peradangan di dalam sel-sel saluran napas.

Metode pemberian obat melalui nebulizer sangat ideal dan direkomendasikan untuk pasien bayi, balita, anak-anak, atau lansia yang secara fisik tidak mampu melakukan teknik penghirupan yang benar menggunakan metered-dose inhaler (MDI) atau turbuhaler biasa. Pulmicort Respules merupakan terapi profilaksis (pencegahan), yang berarti obat ini harus digunakan secara teratur setiap hari (umumnya 1-2 kali sehari) untuk membangun perlindungan pada paru-paru dan mencegah asma kambuh. Obat ini tidak dirancang untuk memberikan kelegaan instan saat serangan asma akut terjadi. Obat ini termasuk golongan obat keras. Penggunaan harus dengan resep dokter.

Harga: Cek harga terbaru di Halodoc

Dapatkan Pulmicort 0.25 mg/ml 5 Respules di Toko Kesehatan Halodoc

Cara Mengelola Asma Bronkial

Tujuan utama dari pengobatan asma bronkial bukanlah semata-mata untuk menghentikan serangan, melainkan untuk mencapai “asma terkontrol”. Seseorang dikatakan asma terkontrol jika ia jarang mengalami gejala pada siang hari, tidak terbangun di malam hari karena sesak, tidak perlu sering-sering menggunakan inhaler pereda (seperti Ventolin), dan dapat berolahraga secara normal. Untuk mencapai hal tersebut, obat-obatan saja tidak cukup. Kamu harus menerapkan manajemen gaya hidup yang komprehensif.

Pertama dan paling utama adalah manajemen lingkungan. Kenali dengan baik apa yang memicu serangan asma kamu (alergen atau iritan) dan lakukan langkah aktif untuk menghindarinya. Gunakan penyedot debu dengan filter HEPA, bersihkan seprei dan selimut dengan air panas secara berkala, dan pastikan sirkulasi udara di dalam rumah berjalan baik. Jika kamu sensitif terhadap serbuk sari atau cuaca dingin, pertimbangkan untuk menggunakan masker saat harus beraktivitas di luar rumah.

Kedua, kepatuhan dalam menggunakan obat pengendali (controller). Banyak penderita asma menghentikan pengobatan steroid inhalasi karena merasa “sudah sembuh” ketika gejala menghilang. Padahal, peradangan tingkat rendah masih terus terjadi di saluran udara. Menghentikan obat tanpa anjuran dokter hanya akan memicu serangan asma yang lebih berat (eksaserbasi) di kemudian hari. Selain itu, latih teknik pernapasan seperti diaphragmatic breathing atau metode Buteyko yang terbukti secara medis dapat membantu menormalkan frekuensi napas dan mengurangi kecemasan saat serangan terjadi.

Studi Terkait

Seiring berkembangnya ilmu kedokteran pernapasan, pendekatan terhadap manajemen ICD 10 asma bronchial (J45) juga terus mengalami pembaruan. Sebuah studi klinis meta-analisis yang dipublikasikan dalam The Lancet Respiratory Medicine pada awal tahun 2026 menekankan pentingnya penggunaan terapi ganda (Kortikosteroid Inhalasi digabung dengan Formoterol) sebagai pilihan pertama untuk pereda darurat sekaligus pengontrol pada asma tingkat ringan hingga sedang (konsep SMART).

Studi terbaru lainnya dari Journal of Allergy and Clinical Immunology (2026) melaporkan efektivitas terapi imunologi (terapi biologi) menggunakan antibodi monoklonal bagi pasien dengan “asma bronkial eosinofilik parah” (kondisi asma J45 yang tidak merespons pengobatan inhaler dosis tinggi). Penelitian tersebut menunjukkan bahwa intervensi langsung pada sitokin penyebab inflamasi mampu menurunkan tingkat keparahan serangan hingga 65% dan secara drastis memperbaiki kualitas hidup pasien yang sebelumnya bergantung pada kortikosteroid oral harian.

Kenapa Harus Beli Obat di Halodoc?

Kamu bisa mendapatkan obat (termasuk obat rutin), vitamin/suplemen, dan produk kesehatan lainnya di Halodoc.

  • Tebus resep. Melalui fitur Tebus Resep, kamu bisa menebus obat langsung dari rumah atau tempat lainnya dengan cepat dan praktis. Caranya cukup simpel dan mudah!
  • Gratis rekomendasi obat dan vitamin. Tanya HILDA. HILDA (Halodoc Intelligent Digital Assistant) asisten AI dari Halodoc yang siap membantu pertanyaan kesehatan umum.
  • Praktis dan mudah. Tidak perlu antre dan keluar rumah. 
  • Resep resmi: Untuk obat resep, resep obat online diberikan oleh dokter berlisensi (memiliki legalitas resmi atau STR dan SIP) setelah sesi konsultasi.
  • Beli obat tinggal chat di WhatsApp (WA). Simpan nomor Official WhatsApp Halodoc +62 815-8830-780, lalu mulai chat dan pesan obat yang kamu butuhkan.  
  • Apotek resmi. Setiap obat yang dipesan melalui Pharmacy Delivery Halodoc  (apotek online Halodoc), dan disuplai oleh apotek resmi yang memiliki SIA (Surat Izin Apotek).
  • Jaminan asli: Produknya 100% asli (segel resmi utuh, terdapat nomor batch & expiry date) dan terdaftar BPOM.
  • Privasi terjaga: Kemasan rapi, tertutup, dan tanpa label nama obat di bagian luar.
  • Cepat. Diantar hanya dalam 1 jam langsung dari apotek terdekat (24 Jam) dari lokasi kamu berada. 
  • Official Store on E-commerce: Shopee, Tokopedia, Lazada, Tiktok Shop, Gomart, dan Blibli.

Kenapa Harus Chat Dokter di Halodoc?

Keluhan kesehatan bisa datang kapan saja. Daripada bingung mencari informasi sendiri, konsultasikan langsung dengan dokter umum dan spesialis di Halodoc:

  • ✅ Dokter tersedia 24 jam.
  • ✅ Dokter memiliki lisensi (memiliki legalitas resmi atau STR dan SIP).
  • ✅ Praktis dan mudah. Tidak perlu antre dan keluar rumah. 
  • ✅ Bisa dicover asuransi.
  • ✅ Privasi terjaga: Data kesehatan terlindungi dengan aman.
  • ✅ Bisa dapat resep resmi. Kamu bisa dapat resep obat online dan menebusnya setelah chat. 
  • ✅ Bisa juga beli obat langsung lewat WhatsApp Halodoc, tanpa download aplikasi, tanpa log in, dan produk yang diterima dijamin asli 100%. 

Tunggu apa lagi? Yuk hubungi dokter di Halodoc sekarang!

Kapan Harus ke Dokter?

Jika kamu mengalami serangan asma yang frekuensinya semakin sering, obat inhaler pereda tidak lagi ampuh mengatasi gejala sesak napas dalam waktu 15 menit, bibir atau ujung jari tampak pucat kebiruan, hingga kamu kesulitan berbicara dalam kalimat penuh, itu merupakan tanda kegawatdaruratan. Segera konsultasi dengan Dokter Paru di Halodoc untuk mendapatkan penanganan medis lanjutan.

Referensi

  • WHO. Diakses pada 2026. ICD-10 Version:2019 – J45 Asthma.
  • Kementerian Kesehatan RI. Diakses pada 2026. Pedoman Pengendalian Penyakit Asma Pedoman Nasional Pelayanan Kedokteran Tata Laksana Asma.
  • Mayo Clinic. Diakses pada 2026. Asthma – Symptoms and causes.
  • PubMed Central (PMC). Diakses pada 2026. Advancements in the Pharmacological Management of Bronchial Asthma.

FAQ

1. Apa bedanya kode ICD 10 J45 dan J46?
Kode J45 digunakan untuk diagnosis asma bronkial secara umum (termasuk asma alergi dan non-alergi). Sementara itu, kode J46 secara spesifik digunakan untuk kondisi medis Status Asthmaticus, yaitu serangan asma akut tingkat berat yang mengancam jiwa dan tidak memberikan respons terhadap obat bronkodilator standar.

2. Apakah asma bronkial sama dengan bronkitis?
Tidak. Meskipun keduanya memengaruhi saluran napas bronkus, asma bronkial utamanya disebabkan oleh reaksi alergi atau inflamasi kronis bawaan yang membuat otot saluran napas menyempit. Sedangkan bronkitis umumnya disebabkan oleh infeksi virus atau bakteri yang menyebabkan peradangan jangka pendek (akut) dan produksi lendir tebal.

3. Berapa lama inhaler asma boleh digunakan?
Inhaler pereda darurat (seperti Ventolin) hanya boleh digunakan saat terjadi serangan akut atau sebelum olahraga. Jika kamu merasa perlu menggunakannya lebih dari 2 kali seminggu, itu pertanda asmamu tidak terkontrol. Sebaliknya, inhaler pengendali (mengandung kortikosteroid) harus digunakan setiap hari sesuai resep dokter, bahkan ketika kamu tidak merasakan gejala, demi mencegah serangan di masa depan.

4. Apakah olahraga dilarang bagi penderita asma bronkial?
Tidak dilarang. Penderita asma justru dianjurkan untuk berolahraga ringan hingga sedang secara rutin untuk memperkuat fungsi paru-paru. Olahraga yang disarankan antara lain berenang, jalan santai, atau senam pernapasan. Namun, sangat dianjurkan untuk melakukan pemanasan yang cukup dan menyiapkan inhaler pereda (SABA) sebelum berolahraga untuk mengantisipasi Exercise-Induced Asthma.